Rabu, 23 September 2026

5 Kapal Terbakar di Perairan Indonesia dalam 9 Tahun, Mutiara Sentosa II Tambah Daftar Panjang

Muchlis - Kamis, 13 Agustus 2026 11:30 WIB
5 Kapal Terbakar di Perairan Indonesia dalam 9 Tahun, Mutiara Sentosa II Tambah Daftar Panjang
Kapal terbakar di Indonesia
Topikseru.com - Kebakaran kapal kembali menjadi sorotan setelah KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Pulau Sapudi, kawasan Kepulauan Masalembo, Sumenep, Jawa Timur, pada 2 Agustus 2026. Insiden tersebut bukan kejadian tunggal. Dalam kurun waktu sekitar sembilan tahun terakhir, sejumlah kapal penumpang dan kapal penyeberangan di Indonesia juga mengalami kebakaran di tengah pelayaran. Pemicu kebakaran pun beragam, mulai dari masalah kelistrikan, komponen mesin, hingga kendaraan yang membawa muatan berisiko di dalam dek kapal. Rangkaian kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan pelayaran, khususnya pengawasan terhadap muatan kendaraan dan kesiapan sistem penanganan kebakaran di kapal. Berikut 5 insiden kebakaran kapal yang tercatat dalam periode 2017 hingga 2026:

1. KM Zahro Express Terbakar di Teluk Jakarta

Kecelakaan kapal yang menelan banyak korban terjadi pada 1 Januari 2017 ketika KM Zahro Express berlayar dari Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Kapal terbakar tidak lama setelah meninggalkan dermaga. Api disebut bermula dari percikan pada komponen generator di kamar mesin yang kemudian menyambar bahan bakar solar dan bagian kapal. Kobaran api dengan cepat membesar sehingga penumpang mengalami kesulitan menyelamatkan diri. Sebanyak 24 penumpang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan kapal yang kembali membuka perhatian terhadap standar keselamatan angkutan laut dan kesiapan evakuasi penumpang.

2. KM Mutiara Sentosa I Terbakar di Masalembo

Beberapa bulan kemudian, insiden serupa terjadi pada 19 Mei 2017. KM Mutiara Sentosa I terbakar ketika berlayar di perairan Masalembo, Jawa Timur, dalam perjalanan dengan rute Surabaya-Balikpapan. Kebakaran disebut bermula dari truk bermuatan tabung gas yang berada di dalam kapal. Api yang muncul dari area muatan kemudian menimbulkan situasi darurat di tengah pelayaran. Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa dan luka-luka serta menjadi salah satu catatan kecelakaan serius pada kapal penyeberangan di jalur tersebut. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan besarnya risiko yang dapat ditimbulkan oleh kendaraan dan barang bawaan ketika terjadi kebakaran di area dek kapal.

3. KM Santika Nusantara Dilalap Api di Laut Utara Masalembo

Pada 22 Agustus 2019, kebakaran kembali terjadi di kawasan perairan Masalembo. Kali ini KM Santika Nusantara mengalami kebakaran saat melayani rute Surabaya menuju Balikpapan. Api dilaporkan bermula dari area dek kendaraan yang digunakan untuk membawa truk dan berbagai muatan. Kondisi tersebut membuat penumpang panik karena kebakaran terjadi ketika kapal berada di tengah laut. Sebagian penumpang akhirnya harus meninggalkan kapal dengan menggunakan jaket pelampung. Insiden tersebut juga menimbulkan korban jiwa dan memperlihatkan betapa cepatnya kondisi darurat dapat berkembang ketika kebakaran terjadi di kapal yang sedang berlayar.

4. KM Karya Indah Terbakar di Perairan Maluku Utara

Rangkaian kecelakaan kapal terbakar kembali terjadi pada 29 Mei 2021. KM Karya Indah mengalami kebakaran di perairan sekitar Pulau Lifamatola, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Kapal tersebut sedang melayani perjalanan dari Ternate menuju Sanana ketika kebakaran terjadi di tengah laut. Sebanyak 195 orang yang terdiri atas penumpang dan anak buah kapal (ABK) harus menyelamatkan diri. Evakuasi berlangsung dalam kondisi darurat. Sebagian besar penumpang berhasil diselamatkan, meskipun dalam peristiwa tersebut terdapat satu orang yang dilaporkan hilang. Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya kesiapan prosedur evakuasi ketika kapal mengalami kebakaran jauh dari daratan.

5. KMP Mutiara Sentosa II Terbakar di Masalembo

Kasus terbaru terjadi pada 2 Agustus 2026 ketika KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Pulau Sapudi, kawasan Kepulauan Masalembo, Sumenep, Madura. Kapal tersebut melayani rute Surabaya-Makassar. Kebakaran diduga dipicu korsleting pada kendaraan berupa truk yang berada di dek kapal. Api membuat situasi di atas kapal berubah menjadi keadaan darurat. Penumpang harus dievakuasi dengan bantuan kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi serta tim SAR. Dalam insiden tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan penumpang lainnya berhasil dievakuasi. Lokasi kejadian juga menarik perhatian karena kawasan Masalembo sebelumnya pernah menjadi lokasi sejumlah insiden kebakaran kapal.

Masalah Muatan Kendaraan Kembali Jadi Sorotan

Jika melihat rangkaian kejadian tersebut, terdapat pola yang patut diperhatikan. Beberapa kebakaran bermula dari area dek kendaraan atau muatan yang dibawa kapal, seperti yang terjadi pada KM Mutiara Sentosa I, KM Santika Nusantara, dan KMP Mutiara Sentosa II. Sementara itu, KM Zahro Express menunjukkan bahwa sumber kebakaran juga dapat berasal dari komponen mesin dan kelistrikan kapal. Artinya, keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kondisi kapal, tetapi juga berkaitan dengan pemeriksaan kendaraan, barang bawaan, sistem kelistrikan, mesin, serta kesiapan awak kapal menghadapi kondisi darurat.

Mengapa Kebakaran di Tengah Laut Sangat Berbahaya?

Kebakaran di atas kapal memiliki risiko yang berbeda dibandingkan kebakaran di darat. Ruang kapal relatif terbatas, sementara penumpang dalam jumlah besar harus bergerak menuju titik evakuasi yang sama. Asap juga dapat menyebar dengan cepat dan mengganggu jarak pandang. Situasi menjadi semakin sulit ketika kapal berada jauh dari pelabuhan. Pilihan evakuasi penumpang pun terbatas. Mereka tidak dapat langsung menuju tempat aman seperti pada kecelakaan di darat dan sangat bergantung pada sekoci, jaket pelampung, kapal penyelamat, maupun kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Karena itu, deteksi dini kebakaran, alat pemadam, jalur evakuasi, kesiapan awak kapal, serta disiplin pemeriksaan muatan menjadi faktor yang sangat menentukan keselamatan penumpang.

Masalembo dan Catatan Panjang Kebakaran Kapal

Rangkaian insiden tersebut juga menunjukkan bahwa perairan Masalembo beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan kapal terbakar. KM Mutiara Sentosa I terbakar pada 2017, kemudian KM Santika Nusantara pada 2019, dan KMP Mutiara Sentosa II pada 2026. Tiga kejadian dalam kawasan perairan yang berdekatan membuat aspek keselamatan pelayaran di jalur tersebut kembali menjadi perhatian. Setiap kecelakaan memang memiliki penyebab dan kondisi berbeda. Namun, setiap insiden juga memberikan pelajaran yang sama: keselamatan harus dipastikan sejak kapal belum meninggalkan pelabuhan. Terutama ketika kapal membawa kendaraan dan muatan dalam jumlah besar.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Penyelam Bongkar Kamar KM Virgo, Banyak Korban Masih Terjebak di Dalam Bangkai Kapal
Penyelam Basarnas Temukan Korban di Dalam Bangkai KM Virgo
Basarnas Terjunkan 12 Penyelam Elite Cari 126 Korban Hilang KM Virgo Transport 8
Cari 129 Korban Hilang KM Virgo Transport 8, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut Masalembo
5 Penumpang KMP Putri Yasmin Masih Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian di Selat Lombok
KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Utara Madura, Ratusan Penumpang Dievakuasi, Sebagian Lompat ke Laut