Kamis, 24 September 2026

IKK Humbang Hasundutan Turun Jadi 95,54 pada 2025, Biaya Konstruksi Semakin Kompetitif

ari tanjung - Jumat, 10 Juli 2026 19:10 WIB
IKK Humbang Hasundutan Turun Jadi 95,54 pada 2025, Biaya Konstruksi Semakin Kompetitif
Infografis tren Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Kabupaten Humbang Hasundutan tahun 2020 hingga 2025 dengan nilai 95,54 pada 2025 berdasarkan data BPS.

Topikseru.com, Humbahas – Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, tercatat 95,54 poin pada 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi level terendah dalam enam tahun terakhir.

Penurunan IKK mengindikasikan bahwa tingkat harga konstruksi di Humbang Hasundutan relatif semakin rendah dibandingkan kota acuan nasional, yaitu Kota Surabaya. Kondisi ini dapat menjadi salah satu indikator positif bagi pembangunan infrastruktur maupun investasi di sektor properti karena biaya pembangunan cenderung lebih kompetitif.

Tren IKK Humbang Hasundutan Terus Menurun

Data BPS memperlihatkan bahwa pergerakan IKK Humbang Hasundutan mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir sebelum akhirnya menunjukkan tren penurunan yang konsisten.

Rinciannya sebagai berikut:

Tahun IKK
2020 103,44
2021 100,58
2022 103,80
2023 98,49
2024 97,48
2025 95,54

Dari data tersebut terlihat bahwa:

  • IKK turun 1,94 poin dibandingkan 2024.
  • Dalam periode lima tahun, IKK menyusut sekitar 7,9 poin dari 103,44 pada 2020 menjadi 95,54 pada 2025.
  • Setelah sempat meningkat pada 2022, indeks terus mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut.

Apa Arti IKK 95,54?

Indeks Kemahalan Konstruksi merupakan ukuran yang digunakan BPS untuk membandingkan tingkat harga pembangunan bangunan antarwilayah. Kota Surabaya dijadikan sebagai kota acuan dengan nilai indeks 100.

Dengan nilai 95,54, biaya konstruksi di Kabupaten Humbang Hasundutan diperkirakan setara dengan 95,54 persen dari biaya konstruksi di Kota Surabaya. Artinya, secara umum pembangunan gedung atau infrastruktur di daerah ini membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan kota acuan tersebut.

Namun, IKK bukanlah ukuran murah atau mahalnya harga tanah maupun rumah. Indeks ini hanya menggambarkan tingkat kemahalan bahan bangunan, upah tenaga kerja konstruksi, peralatan, serta komponen lain yang memengaruhi biaya pembangunan fisik.

Posisi Humbang Hasundutan di Sumatera Utara

Di antara 34 kabupaten/kota di Sumatera Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan berada di peringkat ke-19 berdasarkan nilai IKK tahun 2025. Posisi ini menunjukkan bahwa biaya konstruksi di daerah tersebut berada di kelompok menengah jika dibandingkan dengan wilayah lain di provinsi tersebut.

Wilayah dengan IKK terendah umumnya memiliki biaya pembangunan yang lebih kompetitif, sedangkan daerah dengan IKK tinggi biasanya menghadapi tantangan distribusi material, kondisi geografis, atau biaya logistik yang lebih besar.

Daerah dengan IKK Terendah di Sumatera Utara 2025

Lima daerah dengan nilai IKK paling rendah adalah:

  1. Kabupaten Batu Bara: 88,63
  2. Kabupaten Deli Serdang: 90,09
  3. Kota Binjai: 90,24
  4. Kota Pematangsiantar: 90,94
  5. Kabupaten Serdang Bedagai: 91,69

Daerah dengan IKK Tertinggi di Sumatera Utara 2025

Sementara itu, lima daerah dengan nilai IKK tertinggi meliputi:

  1. Kabupaten Nias Barat: 109,37
  2. Kabupaten Nias Selatan: 103,23
  3. Kabupaten Nias: 102,41
  4. Kabupaten Nias Utara: 102,28
  5. Kota Gunungsitoli: 100,15

Tingginya nilai IKK di wilayah kepulauan Nias menunjukkan bahwa biaya pembangunan di kawasan tersebut relatif lebih mahal dibandingkan sebagian besar daerah lain di Sumatera Utara, yang dipengaruhi oleh faktor distribusi material dan kondisi geografis.

Penurunan IKK Berpotensi Mendukung Investasi

Turunnya IKK Humbang Hasundutan dapat menjadi sinyal positif bagi sektor pembangunan. Biaya konstruksi yang lebih kompetitif berpotensi menarik minat investor, mempercepat pembangunan fasilitas publik, kawasan permukiman, maupun proyek swasta.

Meski demikian, IKK hanya menjadi salah satu indikator. Realisasi investasi tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti ketersediaan infrastruktur, kemudahan perizinan, akses transportasi, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Sumber
:
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi Padang Sidimpuan Tumbuh 4,82 Persen, Jasa Pendidikan Jadi Motor Utama
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Padang Lawas Turun Jadi 4,69 Persen pada 2025, Terendah di Sumut
Realisasi PAD Langkat Baru 22,14 Persen hingga Juli 2026, Pajak Daerah Jadi Penyumbang Terbesar
Rata-Rata Lama Sekolah di Padang Lawas Naik Jadi 9,64 Tahun pada 2025, Masih di Bawah Rata-rata Sumut
Tingkat Pengangguran Sumut Meningkat, Ini Daftar Kabupaten dan Kota dengan TPT Tertinggi
Wagubsu Didatangi Petugas Sensus Ekonomi BPS