Deli Serdang, Topikseru.com – Insiden kerusakan wahana bianglala di pasar malam Jalan Perhubungan, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (11/7/2026) malam, menyisakan trauma mendalam bagi para pengunjung yang sempat terjebak di dalam gondola.
Salah seorang korban menceritakan detik-detik menegangkan saat wahana masih beroperasi normal sebelum akhirnya mengalami gangguan. Menurut pengakuannya, bianglala awalnya berputar seperti biasa selama kurang lebih 30 menit.
Namun, tidak lama kemudian putaran wahana mendadak berhenti. Saat itu, ia mendengar informasi dari orang-orang di sekitar bahwa mesin diduga mengalami kemacetan. Nahas, posisi gondola yang ditumpanginya berada di bagian paling atas sehingga kepanikan mulai melanda seluruh penumpang.
"Kami sudah berada di atas cukup lama. Tiba-tiba semua orang berkumpul di bawah melihat ke arah bianglala. Kami mulai syok karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi," ujarnya di komentar akun Facebook Tai Ich Mei
.Korban mengaku kepanikan semakin memuncak ketika mesin wahana mengeluarkan asap tebal disertai bau seperti mesin terbakar. Meski mesin disebut mati, bianglala justru kembali bergerak dengan putaran yang menurutnya tidak normal dan jauh lebih kencang.
"Kami melihat semua orang berusaha menghentikan bianglala yang berputar sangat cepat. Kami hanya bisa berteriak minta tolong sambil menangis karena takut," tuturnya.
Beberapa saat kemudian, putaran bianglala akhirnya berhenti. Namun, gondola yang mereka tumpangi masih berada di ketinggian sehingga proses penyelamatan harus dilakukan secara darurat.
Korban mengatakan sejumlah warga lebih dulu berinisiatif membantu membuka pintu gondola dan meminta para penumpang melompat ke bawah dengan jaminan akan ditangkap oleh warga yang telah bersiap di bawah.
"Anak saya, sepupu dan temannya sangat ketakutan untuk melompat. Tapi kami tidak punya pilihan lain. Saat melompat, tangan kami sempat membentur besi wahana hingga terasa sakit. Alhamdulillah kami semua masih selamat," katanya.
Ia juga mengaku petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tiba beberapa saat setelah proses penyelamatan awal yang dilakukan warga.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengaku dirinya dan sang anak mengalami syok serta trauma. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta pengelola wahana permainan lebih mengutamakan aspek keselamatan serta memastikan seluruh fasilitas telah melalui pemeriksaan kelayakan sebelum dioperasikan.