Topikseru.com,
Medan - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin (13/7/2026). Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya lima rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Sri Wahyuni, mengatakan laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) menunjukkan dampak cuaca ekstrem terjadi di dua kecamatan di Kota Binjai.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, cuaca ekstrem terjadi di dua kecamatan di Kota Binjai," ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa (14/7/2026).
Kerusakan Terjadi di Dua Kecamatan
Berdasarkan hasil pendataan sementara, rumah-rumah yang terdampak tersebar di Kecamatan Binjai Barat dan Kecamatan Binjai Kota.
Di Kecamatan Binjai Barat, empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Tiga di antaranya mengalami kerusakan ringan, sementara satu unit rumah mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang.
Sementara itu, di Kecamatan Binjai Kota, satu rumah warga mengalami kerusakan ringan.
BPBD memastikan seluruh data masih bersifat sementara dan dapat berubah apabila ditemukan dampak tambahan dalam proses asesmen di lapangan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski sejumlah bangunan mengalami kerusakan, BPBD Sumatera Utara memastikan tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut.
"Untuk sementara berdasarkan laporan dari lapangan, nihil korban jiwa, korban luka, maupun pengungsi," kata Sri Wahyuni.
BPBD Lakukan Penanganan Cepat
Usai menerima laporan, pemerintah daerah bersama BPBD langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan aparat terkait untuk menangani dampak bencana.
Petugas melakukan peninjauan ke lokasi terdampak sekaligus membantu warga membersihkan material bangunan yang rusak akibat terpaan angin kencang.
Selain itu, BPBD Sumatera Utara juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Binjai guna memastikan penanganan berjalan cepat serta mendata kebutuhan warga terdampak.
"Kondisi terkini, penanganan sudah dilakukan di lokasi terdampak bersama pemerintah daerah," ujar Sri Wahyuni.
Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Dalam beberapa hari terakhir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan, terutama di wilayah yang rawan terdampak cuaca ekstrem.
BPBD mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, memangkas pohon yang berpotensi tumbang di sekitar rumah, serta menghindari berteduh di bawah baliho maupun pepohonan saat hujan disertai angin kencang.
Pemerintah juga meminta masyarakat segera melapor kepada aparat setempat atau BPBD apabila menemukan kondisi darurat akibat cuaca ekstrem agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Berita Terkait