Topikseru.com, Kisaran - Kelompok drumband SMA Diponegoro Kisaran, Sumatera Utara, mendapat perhatian di media sosial setelah menunjukkan sikap menghormati keluarga yang sedang berduka di tengah karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia.
Momen tersebut terjadi ketika rombongan drumband mengikuti kemeriahan karnaval di Kota Kisaran. Saat melintas di depan sebuah tempat yang disebut dalam unggahan sebagai lokasi rumah duka, mayoret memberikan komando agar permainan musik dihentikan sementara.
Peristiwa itu kemudian direkam dan dibagikan melalui akun Instagram @darwinnicolas24. Video tersebut memperlihatkan perubahan suasana dari pertunjukan drumband yang sebelumnya berlangsung meriah menjadi lebih tenang ketika rombongan mendekati lokasi tersebut.
Dalam keterangan yang menyertai video, pengunggah menjelaskan bahwa rombongan awalnya tetap memainkan musik dengan irama khas pertunjukan marching band saat mengikuti arak-arakan.
Situasi berubah ketika rombongan berada di depan Yayasan Dharma Bakti Sejati. Mayoret yang berada di barisan depan kemudian mengangkat tongkat secara tegak dan memberikan tanda menggunakan peluit.
Setelah komando tersebut diberikan, tempo permainan musik terdengar menurun. Para pemain kemudian mengikuti arahan mayoret hingga akhirnya menghentikan permainan secara bersamaan.
Pengunggah menyebut tindakan tersebut dilakukan ketika rombongan berada tepat di depan lokasi yang sedang digunakan sebagai tempat berduka.
Dalam video, mayoret juga terlihat mengarahkan pandangan ke lokasi tersebut sebelum memberikan beberapa tiupan peluit sebagai bagian dari komando kepada anggota drumband.
Tindakan itu membuat suasana di sekitar rombongan menjadi lebih hening untuk beberapa saat sebelum mereka kembali melanjutkan perjalanan karnaval.
Sikap yang ditunjukkan kelompok drumband tersebut kemudian mendapat apresiasi dari pihak keluarga yang sedang berduka.
Melalui unggahan yang sama, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih karena rombongan drumband dinilai telah menunjukkan kepedulian dan menghargai suasana duka.
Apresiasi tersebut juga disertai doa agar seluruh anggota drumband, termasuk mayoret yang memberikan komando, selalu mendapatkan perlindungan dalam menjalankan aktivitas mereka.
Tindakan sederhana itu menjadi bagian yang menarik perhatian di tengah suasana perayaan HUT ke-81 RI yang biasanya berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan dan kegiatan masyarakat.
Video tersebut kemudian mendapat beragam respons dari pengguna media sosial. Banyak warganet menilai keputusan menghentikan permainan ketika melewati lokasi duka sebagai bentuk empati dan penghormatan terhadap orang lain.
Sejumlah komentar juga menyoroti pentingnya menjaga sikap saling menghargai meskipun berada dalam suasana perayaan.
Salah satu pengguna Instagram menyebut tindakan tersebut sebagai contoh toleransi dan sikap saling menghormati. Pengguna lainnya memberikan apresiasi kepada seluruh anggota drumband dan menyampaikan rasa bangga atas tindakan yang mereka lakukan.
Komentar juga datang dari akun yang disebut sebagai salah satu mayoret. Ia menyampaikan kebanggaan karena kelompok tersebut dapat menunjukkan empati dalam situasi tersebut.
Peristiwa yang melibatkan drumband SMA Diponegoro Kisaran ini menjadi contoh bahwa kemeriahan perayaan kemerdekaan tetap dapat berjalan beriringan dengan sikap menghormati masyarakat di sekitar.
Keputusan untuk menghentikan permainan musik ketika melewati lokasi duka mendapat perhatian karena menunjukkan adanya pertimbangan terhadap suasana lingkungan yang sedang tidak memungkinkan untuk diramaikan.
Momen tersebut pun menjadi perhatian warganet dan mendapat respons positif, terutama karena sikap empati itu ditunjukkan secara spontan dalam rangkaian karnaval HUT ke-81 RI di Kisaran.