Topikseru.com - Erupsi Gunung Sinabung kembali berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Abu vulkanik yang keluar dari gunung api tersebut menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk Kota Berastagi.
Kondisi itu membuat masyarakat dan pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik terlihat menutupi sejumlah ruas jalan hingga permukaan kendaraan yang berada di kawasan Berastagi.
Tak hanya mengganggu aktivitas warga, erupsi Gunung Sinabung juga menjadi perhatian sektor pendidikan. Sekolah di wilayah terdampak diminta mengambil langkah antisipasi untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik dari paparan abu vulkanik.
Baca Juga:
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mengimbau seluruh warga sekolah di kawasan terdampak erupsi menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Karo, Zulkarnain Barus, mengatakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi perhatian utama menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung.
"Sehubungan dengan Gunung Sinabung yang kembali mengalami erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik, kami mengimbau seluruh warga sekolah, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK, di kawasan terdampak untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," kata Zulkarnain di Kabanjahe, Senin.
Imbauan tersebut berlaku bagi siswa maupun guru dan tenaga kependidikan. Sekolah juga diminta meningkatkan kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Pihak sekolah diminta terus mengikuti informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Sinabung serta mematuhi arahan yang disampaikan instansi berwenang.
Langkah tersebut diambil agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kesehatan.
Erupsi Gunung Sinabung terjadi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB.
Kolom abu hasil erupsi teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung. Abu kemudian terbawa angin hingga berdampak pada kawasan di sekitar Kabupaten Karo, termasuk Berastagi.
Di sejumlah titik, abu vulkanik terlihat menempel pada permukaan jalan dan kendaraan. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu meningkatkan kewaspadaan.
Hujan abu juga berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Karena itu, masyarakat yang melintas di wilayah terdampak diminta berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Penanganan dampak abu vulkanik juga dilakukan di lapangan. Sejumlah personel TNI turun membantu masyarakat dengan membagikan masker secara gratis kepada pengendara dan pejalan kaki.
Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kondisi udara di kawasan yang terdampak hujan abu.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga diminta menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan menjaga kebersihan dari paparan abu vulkanik.
Selain itu, warga diminta tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
Dengan kembali terjadinya erupsi Gunung Sinabung, masyarakat Kabupaten Karo diminta tidak mengabaikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik.
Sekolah, warga, dan pengguna jalan di kawasan terdampak perlu mengikuti arahan petugas agar aktivitas sehari-hari tetap dapat dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai erupsi Sinabung.
Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi instansi berwenang dan pemerintah daerah.