Topikseru.com - Rangkaian perhelatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ke-32 yang digelar di Medan pada 7 - 10 September 2026 didorong untuk memicu lompatan investasi riil. Forum bisnis tiga negara sub-regional ini diproyeksikan tidak sekadar menjadi ajang diplomasi ekonomi, melainkan pendorong utama lahirnya kesepakatan bisnis komersial di Sumatera Utara.
Akselerasi kerja sama ini difokuskan pada penguatan konektivitas perdagangan dan pembentukan ekosistem bisnis terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.
Transformasi Segitiga Pertumbuhan Menjadi Kemitraan Konkret
Chairman of IMT-GT Joint Business Council (JBC) Indonesia, Sjahrian Harahap, menegaskan bahwa pertemuan para pemimpin bisnis dalam forum JBC Medan ini memegang peran krusial dalam mengonversi potensi ekonomi daerah menjadi portofolio investasi yang siap dieksekusi.
"Pertemuan Joint Business Council di Medan ini bisa memperkuat sinergi ketiga negara sebagai mesin pertumbuhan ekonomi utama di Asia Tenggara melalui aksi nyata dan pembukaan peluang investasi baru," ujar Sjahrian di Medan, Senin (7/9/2026).
Sjahrian menilai tiga negara memiliki kekuatan fundamental yang saling melengkapi di berbagai sektor strategis, seperti manufaktur, perdagangan, perkebunan, pariwisata, logistik, ekonomi digital, energi, infrastruktur, hingga pengembangan industri halal.
Dia meminta para pelaku usaha tidak menjadikan forum ini sebatas tempat bertukar wacana, melainkan wadah penguncian kontrak bisnis (deal-making) yang memberikan efek ganda (multiplier effect) langsung bagi perekonomian warga lokal.
"Hari ini lebih dari sekadar pertemuan. Ini adalah kesempatan untuk mengubah semangat kerja sama menjadi kemitraan bisnis nyata, investasi nyata, dan dampak ekonomi nyata," tambahnya.
Pact 10 Gubernur Sumatera dan Komitmen Daerah
Guna memperkuat daya tawar kawasan, rangkaian peluang investasi IMT-GT Medan ini juga mengagendakan penandatanganan kesepakatan bersama antara 10 Gubernur se-Pulau Sumatera.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sumut, Porman Mahulae, menjelaskan bahwa konsolidasi antarkepala daerah ini dirancang untuk memastikan koridor logistik dan regulasi investasi di sepanjang Sumatera siap menyambut arus modal dari Malaysia dan Thailand.
"IMT-GT telah mulai dilaksanakan, diharapkan akan membawa dampak nyata bagi perekonomian regional, khususnya Sumut atau Sumatera," kata Porman.
Melalui integrasi kebijakan antargubernur serta dorongan investasi dari sektor swasta tiga negara, forum IMT-GT ke-32 ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Sumatera Utara sebagai pusat rantai pasok dan simpul pertumbuhan ekonomi maritim di Selat Malaka.
Berita Terkait