Topikseru.com,
Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi khusus kepada para patriot olahraga yang telah mengibarkan bendera Merah Putih di kancah global. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution secara simbolis menyerahkan tali asih kepada 12 atlet legendaris serta tokoh penggerak olahraga pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (14/9/2026).
Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas rekam jejak membanggakan para purna olahragawan, yang terdiri dari enam atlet konvensional dan enam purna olahragawan disabilitas.
"Pemberian tali asih ini sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan Pemerintah Provinsi Sumut atas dedikasi serta prestasi para atlet yang mengharumkan olahraga Sumatera Utara. Ini salah satu bentuk penghormatan masyarakat Sumut," kata Bobby dalam amanatnya, Senin (14/9/2026).
Pembangunan Ekosistem dan Industri Olahraga
Mantan Wali Kota Medan tersebut menegaskan bahwa apresiasi terhadap para figur legendaris ini harus berbanding lurus dengan pembinaan keolahragaan di tingkat akar rumput.
Bobby menekankan pentingnya pembentukan ekosistem industri olahraga Sumatera Utara yang berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, atlet, pembina, dan masyarakat.
"Atlet-atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga. Karena itu, budaya olahraga, prestasi, dan industrinya harus kita bangun sebagai satu kesatuan ekosistem. Dengan demikian, olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi," tutur Bobby.
Deretan Tokoh dan Atlet Legendaris Penerima Penghargaan
Langkah Bobby Nasution tali asih atlet legendaris Sumut ini menjangkau para mantan atlet yang pernah mendominasi ajang kejuaraan dunia hingga Olimpiade:
Purna Olahragawan:
- Sutiyono (75): Pembalap sepeda peraih 7 medali emas SEA Games (1977, 1979, 1981).
- Lidya S Titaley (73): Ratu atletik peraih 4 medali emas Kejuaraan Atletik se-Asia 1977.
- Mardi Lestari (58): Pelari yang dijuluki Mardi Lestari manusia tercepat Asia, peraih 4 emas SEA Games serta semifinalis Olimpiade 1988 Seoul.
- Suwito Lagola (58): Mantan pemegang sabuk Juara Dunia Kelas Welter WBF (1995–1997).
- Lamhot Simamora (56): Juara tinju OPBF Super Flyweight Asia Pasifik (1991–1995) tak terkalahkan.
- Sandra Aryani (55): Karateka putri peraih 2 emas SEA Games dan perak Asian Games 1998.
Purna Olahragawan Disabilitas & Tokoh Olahraga:
- Nasip Farta Simanja (54): Atlet para catur peraih 10 emas ASEAN Para Games dan 2 emas Asian Para Games 2018.
- Roslinda Boru Manurung (60): Atlet para catur peraih 6 emas ASEAN Para Games dan 1 emas Asian Para Games 2018.
- Azhar Panjaitan (61) & Ismayuddin Simangunsong (63): Atlet para catur langganan emas ASEAN Para Games.
- Anto Boy (55): Atlet para angkat berat peraih 3 emas ASEAN Para Games.
- Yuddi Ana (57): Atlet para atletik nomor tolak peluru peraih emas ASEAN Para Games 2015.
- Wilda Trisnie (66): Penerima penghargaan khusus atas pengabdian membudayakan olahraga lintas generasi.
Berita Terkait