Jumat, 16 Oktober 2026

Forum U25 Leaders, Rektor USU Dorong Optimalisasi Aset Kampus

Muchlis - Jumat, 16 Oktober 2026 16:17 WIB
Forum U25 Leaders, Rektor USU Dorong Optimalisasi Aset Kampus
Sumber: Humas USU
Universitas Sumatera Utara (USU) mendorong perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH) mengoptimalkan aset yang belum produktif untuk mendukung pembiayaan proyek strategis kampus. Namun, panjangnya birokrasi dan perhitungan ekonomi yang belum kompetitif masih menjadi kendala.

Topikseru.com, Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) mendorong perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH) mengoptimalkan aset yang belum produktif untuk mendukung pembiayaan proyek strategis kampus. Namun, panjangnya birokrasi dan perhitungan ekonomi yang belum kompetitif masih menjadi kendala.

Rektor USU Prof. Muryanto Amin mengatakan, perguruan tinggi khususnya USU memiliki aset yang berpotensi dikembangkan, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Persoalan perizinan dan proses kerja sama yang panjang membuat sejumlah rencana investasi sulit direalisasikan.

Hal itu disampaikan Rektor USU saat menjadi tuan rumah U25 Leaders Forum PTN-BH keempat di kampus USU, Medan, Jumat, 16 Oktober 2026. Forum yang mengusung tema Unlocking Funding Opportunities: Strategi Pembiayaan Proyek Strategis PTN-BH tersebut membahas strategi pengembangan aset dan sumber pendanaan alternatif bagi perguruan tinggi.

Baca Juga:

"Di kampus-kampus ini banyak aset yang idle, dan kita banyak punya pengalaman untuk mengurus sistem kerja sama, tapi memang masih birokrasinya sangat panjang," kata Prof. Muryanto.

Menurut Prof. Muryanto, aset kampus sebenarnya dapat dikembangkan untuk berbagai kegiatan usaha, di antaranya pengembangan perkebunan. Karena itu, ia berharap ada perbaikan tata kelola dan mekanisme perizinan agar kerja sama antara perguruan tinggi dan investor lebih efisien.

"Nah ini yang perlu nanti kami berikan masukan agar birokrasinya tidak terlalu panjang dan hitungan-hitungan tangannya bisa cukup rasional secara ekonomis bagi calon investor," ujarnya.

Prof. Muryanto mengatakan, pembahasan pembiayaan proyek strategis menjadi bagian dari upaya U25 Leaders Forum memperkuat kemandirian dan produktivitas PTN-BH. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mencari cara agar aset yang dimiliki dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi utamanya dalam pendidikan.

Guna memperkaya pembahasan, forum menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Badri Munir Sukoco.

Sementara itu, Ketua U25 Leaders Forum yang juga Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah mengungkapkan forum tersebut mulai menyiapkan langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas aset dan memperkuat kerja sama antar-PTN-BH.

Prof Heri, mencontohkan layanan kebersihan, keamanan, penyediaan makanan, dan parkir sebagai bidang usaha yang berpotensi dikelola bersama. Penggabungan kebutuhan dari sejumlah perguruan tinggi diharapkan menghasilkan skala bisnis yang lebih besar dan meningkatkan efisiensi pengelolaan.

Menurut Prof. Heri, rencana konsorsium akan didukung kelompok kerja yang merumuskan bentuk kelembagaan dan tata kelolanya. Selain konsorsium bisnis, U25 menyiapkan kelompok kerja kedua untuk memperkuat rekognisi akademik antar-PTN-BH.

Program tersebut diarahkan untuk membuka pertukaran mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan antarkampus, termasuk melalui mekanisme transfer kredit agar kegiatan akademik yang diikuti dapat diakui oleh perguruan tinggi asal.

Prof. Heri menambahkan, kerja sama ini diharapkan membuat mahasiswa memiliki kesempatan belajar di kampus lain tanpa harus selalu mengikuti program pertukaran ke luar negeri.

"Nah jadi mahasiswa perguruan tinggi ini nanti bisa bersama-sama growing together, dan ini bisa menjaga kapasitas SDM secara overall di liga PTNBH ini," ujarnya.

Prof. Heri menyebutkan, rencana kerja sama itu akan ditindaklanjuti melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) dan pembentukan kelompok kerja. Namun, tahapan pelaksanaan dan jadwal operasionalnya masih perlu dimatangkan bersama para anggota forum.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Badri Munir Sukoco menyampaikan, penguatan inovasi dan ekosistem pendanaan menjadi bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi.

Prof. Badri Munir Sukoco mengatakan, kementerian terbuka menerima masukan dari para rektor, terutama terkait diversifikasi sumber pendapatan dan pengelolaan aset agar perguruan tinggi tidak hanya bergantung pada pendanaan pemerintah.

Prof. Badri Munir Sukoco menambahkan, kementerian juga berupaya memperkuat dukungan pendanaan melalui berbagai skema, termasuk pendanaan penelitian.

Pertemuan U25 Leaders Forum di USU merupakan pertemuan keempat sejak forum tersebut mulai berjalan pada Oktober 2025. Selain membahas pembiayaan proyek strategis, rangkaian forum kali ini juga membicarakan penguatan tata kelola inklusivitas dan pencegahan kekerasan seksual, serta pengembangan aset dan lembaga keuangan di lingkungan perguruan tinggi.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Hashim Bawa Kabar Baru, Pemerintah Siapkan HP Gratis untuk Warga RI Senilai Rp3,8 Triliun
Mahasiswa USU Steven Sihombing Raih 3 Gelar Juara Trading Saham Nasional
Bukan Sekadar Barang Bekas, 7 Barang Jadul Ini Justru Diburu Kolektor
Akademisi USU Nilai Program Tebus Ijazah Pemko Medan, Dorong Siswa Kurang Mampu Lanjutkan Pendidikan
USU Raih Empat Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026
Team Horas USU Raih Dua Gelar di KMHE 2026, Adu Efisiensi Kendaraan Hemat Energi