Senin, 26 Oktober 2026

Ekspor 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand Dilepas Menko Pangan

Agus Supratman - Senin, 26 Oktober 2026 08:09 WIB
Ekspor 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand Dilepas Menko Pangan
Sumber: Diskominfo Asahan
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan melepas Ekspor Perdana UMKM Kabupaten Asahan di Kantor Bupati Asahan pada Sabtu (24/10/2026).

Topikseru.com, Asahan – Sebanyak 40 ton terasi siap dikirim ke Thailand, menandai langkah besar UMKM lokal menuju panggung dunia. Sebuah sejarah baru terukir di Kabupaten Asahan. Produk unggulan olahan perikanan lokal, terasi khas Asahan, resmi dikirim menuju pasar internasional.

Pelepasan Ekspor Perdana UMKM itu dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan di Kantor Bupati Asahan pada Sabtu (24/10/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyambut hangat kunjungan rombongan ke Kabupaten Asahan. Ia menyebut kehadiran ini sebagai kehormatan sekaligus momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga:

"Sinergi ini sangat penting dalam mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan pembudidaya ikan, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan," ujar Taufik.

Ia juga memaparkan sejumlah prioritas pembangunan Kabupaten Asahan, antara lain penguatan sektor pertanian dan percepatan swasembada pangan, pengembangan peternakan yang produktif dan berkelanjutan, serta pengembangan sektor perikanan sebagai sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Kepala Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, menjelaskan ekspor perdana ini merupakan buah dari pendampingan yang dilakukan terhadap UMKM berskala kecil yang berawal dari usaha rumah tangga. Langkah ini membuktikan bahwa produk skala rumah tangga pun mampu memenuhi standar mutu untuk dikirim ke luar negeri.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, Asahan memiliki beragam produk unggulan, dan terasi hanyalah salah satunya yang kini mulai dikenal dunia.

"Ekspor terasi ke Thailand tidak hanya membawa nama Kabupaten Asahan ke pasar internasional, tetapi juga menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," ujar Surya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah inovatif yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. Ia berharap keberhasilan ekspor perdana ini menjadi pintu gerbang bagi semakin banyak produk unggulan daerah lainnya yang mampu menembus pasar mancanegara.

Selain membahas kemajuan sektor ekonomi dan perdagangan, dalam kesempatan tersebut Menko Pangan juga menyampaikan kebijakan pemerintah pusat terkait bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu.

Bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk tiga bulan (Oktober–Desember 2026) akan disalurkan kepada 33,2 juta penerima di Indonesia yang masuk kategori desil 1–4. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dampak cuaca kemarau yang memengaruhi produksi dan harga pangan.

Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Perum Bulog serta mencadangkan satu juta ton beras guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Kami berharap dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM. Ekspor perdana terasi Asahan ini harus menjadi awal yang baik untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong pertumbuhan usaha lokal secara berkelanjutan," tegas Zulkifli Hasan.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pelaku usaha di Kabupaten Asahan untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama daerah melalui produk-produk berkualitas yang tak hanya laku di negeri sendiri, tetapi juga diminati dunia.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Bulog Bersama Menko Pangan Luncurkan Bantuan Pangan Periode Okt-Des 2026
Hasil Survei Indef, Baru 5 Persen UMKM Bermitra dengan MBG
Prabowo Targetkan Kredit Produktif Rp 400 Triliun pada 2027
Indonesia Dorong Aturan AI untuk Anak Berbasis Bukti, Bukan Ketakutan terhadap Teknologi
1,48 Juta Unit Usaha UMKM di Sumut Serap 2,18 Juta Tenaga Kerja
Kopi Sinaok dan Keripik UMKM Dairi Tampil di INACRAFT 2026, Bidik Pasar Lebih Luas