Kamis, 29 Oktober 2026

Jemput Nyawa di Tengah Hempasan Gelombang Perbatasan, KRI Torani-860 Selamatkan Tiga Nelayan

Agus Supratman - Kamis, 29 Oktober 2026 15:09 WIB
Jemput Nyawa di Tengah Hempasan Gelombang Perbatasan, KRI Torani-860 Selamatkan Tiga Nelayan
Sumber: Dispen Kodaeral I
Jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I kembali menunjukkan kesigapan dan profesionalismenya dalam menjaga keselamatan jiwa di laut. Keberhasilan operasi penyelamatan dan evakuasi terhadap tiga anak buah kapal (ABK) nelayan tradisional KM El Rayyan yang mengalami musibah tabrakan dengan kapal ikan asing di perairan Selat Malaka.

Topikseru.com, Medan – Jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I kembali menunjukkan kesigapan dan profesionalismenya dalam menjaga keselamatan jiwa di laut.

Keberhasilan operasi penyelamatan dan evakuasi terhadap tiga anak buah kapal (ABK) nelayan tradisional KM El Rayyan yang mengalami musibah tabrakan dengan kapal ikan asing di perairan Selat Malaka.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan mengatakan, insiden bermula ketika kapal nelayan asal Desa Paluh Sibaji, Kabupaten Deli Serdang, tersebut mengalami kerusakan mesin di perbatasan perairan Indonesia-Malaysia sebelum akhirnya ditabrak oleh kapal ikan tuna berbendera Taiwan, MV. Ching Kuo Yu Fa Hao, hingga tenggelam.

Baca Juga:

Merespons cepat laporan darurat yang diterima Posal Pantai Labu dan diteruskan melalui Komando Atas, unsur patroli Kodaeral I yakni KRI Torani-860 langsung digerakkan untuk melaksanakan operasi Search and Rescue (SAR), ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, di tengah tantangan cuaca, arus laut yang kencang, serta kondisi sea state II yang menyulitkan proses ship-to-ship, Komandan KRI Torani-860 mengambil langkah taktis dengan mengerahkan peran sekoci untuk menjemput para korban langsung dari kapal asing tersebut.

Berkat koordinasi yang matang dan keterampilan prajurit di lapangan, ketiga korban yang masing-masing berinisial RS (40) selaku nakhoda, serta RM (19) dan S (43) sebagai ABK, berhasil dipindahkan ke atas geladak KRI Torani-860 dengan selamat.

Setelah seluruh korban onboard dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan intensif di ruang medis KRI Torani-860, unsur patroli TNI AL tersebut langsung bertolak menuju pangkalan dan sandar dengan aman di Dermaga Mako Kodaeral I Belawan.

"Seluruh rangkaian proses evakuasi yang berjalan aman, lancar, dan terkendali ini menegaskan komitmen nyata Kodaeral I dalam memberikan perlindungan optimal serta respons cepat terhadap setiap insiden kecelakaan laut di wilayah kerja perairan Sumatera Utara dan sekitarnya," ujar Wahyu.

Kodaeral I Koordinasikan Evakuasi 3 Nelayan

Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) I melalui Pos TNI AL (Posal) Pantai Labu melaksanakan koordinasi penanganan dan evakuasi terhadap tiga anak buah kapal (ABK) nelayan tradisional KM El Rayyan asal Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, yang dilaporkan tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal ikan tuna berbendera Taiwan di perairan Selat Malaka.

‎Berdasarkan informasi awal, kata Wahyu, KM El Rayyan bertolak melaut pada Sabtu (24/10/2026) untuk mencari ikan. Pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, kapal mengalami kerusakan mesin hingga terombang-ambing di laut.

Sekitar pukul 03.00 WIB, kapal tersebut dilaporkan bertabrakan dengan kapal ikan tuna bernama Ching Kuo Yu Fa Hao hingga tenggelam di sekitar perairan perbatasan Indonesia–Malaysia, dekat Pulau Dato/Pulau Jarak.

Kondisi hujan deras, kerusakan mesin, dan tidak adanya penerangan di kapal nelayan diduga menjadi faktor yang menyebabkan kapal sulit terlihat. Laporan kejadian diterima Bintara Jaga Posal Pantai Labu, Serda Bah Agus Wibawanto, pada pukul 08.30 WIB dari pemilik kapal, Antoni.

‎Setelah kejadian, tiga ABK KM El Rayyan berhasil diselamatkan oleh awak kapal ikan tuna tersebut. Informasi kecelakaan disampaikan oleh salah seorang ABK, Siid, kepada pemilik kapal melalui sambungan telepon sekitar pukul 06.30 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Posal Pantai Labu segera melaporkan kejadian kepada komando atas serta berkoordinasi dengan Basarnas Belawan, Basarnas Kabupaten Deli Serdang, nakhoda KM El Rayyan, dan perwakilan awak kapal Ching Kuo Yu Fa Hao guna mendukung penanganan dan proses evakuasi para nelayan.

‎Sebagai langkah lanjutan, Kodaeral I mengoordinasikan kesiapan unsur terdekat dalam Operasi Garuda Jaya 26, yaitu KAL Viper, untuk mendukung proses evakuasi sesuai perkembangan situasi dan hasil koordinasi dengan instansi terkait.

Kodaeral I terus memantau perkembangan kejadian serta memperkuat koordinasi dengan unsur terkait guna memastikan penanganan berjalan dengan baik.

Informasi mengenai kondisi terkini para korban dan perkembangan evakuasi akan disampaikan setelah diperoleh konfirmasi resmi.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Kodaeral I Kerahkan KAL Viper dan KAL Telaga Tujuh Amankan Pengawalan Kapal Pembawa 1,16 Ton Ketamin
Belajar Tak Hanya di Kelas, Siswa SD Al Fityah Binjai Jelajahi Wawasan Kemaritiman di KRI Torani
Langkah Strategis di Jantung Maritim, Kodaeral I dan BNCT Satukan Kekuatan untuk Keamanan Pelabuhan
191 Pelajar Tumbuhkan Jiwa Bahari di Atas Geladak Kapal Perang di Kodaeral I
703 Prajurit Getarkan Dermaga Belawan, TNI Kuat Bersama Rakyat
Imigrasi Kualanamu Perkuat Barisan Lintas Instansi di Perairan Batu Bara