Rabu, 30 September 2026

IHSG Menghijau Naik 50,67 Poin Berada di Level 7.909,31 Pagi Ini

Mhd Rabbani - Senin, 15 September 2025 10:28 WIB
IHSG Menghijau Naik 50,67 Poin Berada di Level 7.909,31 Pagi Ini
IHSG
Topikseru.com - Pada awal perdagangan Senin (14/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 50,67 poin atau 0,67% ke 7.909,31 di pasar spot. Sebanyak 342 saham naik, 96 saham turun dan 216 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 1,12%, sektor properti naik 0,88% dan sektor keuangan naik 0,75%. Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,51 miliar saham dengan total nilai Rp 818,22 miliar. Top gainers LQ45 pagi ini adalah: 1. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (2,84%) 2. PT merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (2,60%) 3. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (2,44%) Top losers LQ45 pagi ii adalah: 1. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) (-1,11%) 2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (-0,44%) 3. PT Astra International Tbk (ASII) (-0,44%) Analis kripto Tokocrypto: Akhir September Bitcoin akan bergerak di kisaran US$ 120.000–US$ 130.000 Pada Akhir September 2025 ada tanda-tanda September Effect atau pola musiman melemahnya harga tercermin pada pergerakan aset kripto Bitcoin. Mengacu Coinmarketcap, pada Minggu (14/9/2025) pukul 11.00 WIB, harga Bitcoin tercatat di posisi US$ 115.696, turun 0,18% dalam 24 jam terakhir dan naik 4,57% dalam sepekan. Adapun dalam sebulan, Bitcoin telah terkoreksi 2,86%. Analis kripto Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mencermati, fenomena September Effect sedikit tercermin pada Bitcoin yang memulai bulan ini dengan level yang lebih rendah setelah penurunan di akhir Agustus. “Bitcoin memasuki pekan ketiga (September) dengan volatilitas, meski ada lonjakan intraday terkait rilis CPI Amerika Serikat (AS),” tuturnya. Namun ke depan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan ini, menurut Fyqieh, dapat menetralkan dampak musiman. Dus, dalam jangka pendek, data makro AS seperti CPI dan data tenaga kerja masih menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan Bitcoin. Fyqieh mengatakan, data CPI AS pada 12 September lalu yang sesuai ekspektasi, membuat pasar mempertimbangkan potensi pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan ini. “Sehingga, hal ini dapat memicu reli teknis dan likuiditas sementara,” imbuhnya. Tak hanya itu, Fyqieh menilai, arus masuk-keluar ETF serta pergerakan whale, baik akumulasi maupun realisasi keuntungan, ikut memengaruhi likuiditas pasar spot. Adapun whale merupakan sebutan untuk investor besar yang menguasai banyak Bitcoin, sehingga setiap aksi beli atau jual mereka berpotensi menggerakkan pasar. Sementara itu, dalam jangka panjang, sentimen terhadap Bitcoin akan banyak ditopang oleh faktor adopsi institusional, misalnya melalui ETF maupun alokasi aset oleh korporasi. “Perkembangan regulasi, baik dari Amerika Serikat maupun secara global, serta dinamika fundamental supply dan demand juga akan berperan besar,” jelas Fyqieh. Secara umum, ia menambahkan, kinerja Bitcoin ditentukan oleh kombinasi faktor makro, struktural, dan sentimen ritel. Faktor makro meliputi suku bunga riil, sedangkan faktor struktural mencakup peran ETF dan likuiditas dari institusi. “Kombinasi faktor-faktor ini akan menentukan apakah momentum bullish dapat berlanjut, atau sekadar menjadi reli sementara,” katanya. Lebih lanjut, Fyqieh memperkirakan hingga akhir September Bitcoin akan bergerak di kisaran US$ 120.000–US$ 130.000. Adapun hingga akhir tahun, ia memproyeksikan harga Bitcoin berpotensi menuju rentang US$ 150.000–US$ 180.000.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290