Rabu, 30 September 2026

IHSG Menguat Tipis 5,784 Poin Bersandar di Level 8.342,842 di Awal Jumat (7/11/2025)

Mhd Rabbani - Jumat, 07 November 2025 11:10 WIB
IHSG Menguat Tipis 5,784 Poin Bersandar di Level 8.342,842 di Awal Jumat (7/11/2025)
IHSG
Topikseru.com - Pada awal perdagangan hari ini. Jumat (7/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 5,784 poin atau 0,07% ke 8.342,842. Penguatan IHSG ini disokong mayoritas indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Teknologi yang melonjak 0,87% di awal sesi pertama. Berikutnya ada IDX Sektor Transportasi dan Logistik, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Barang Baku dan IDX Sektor Infrastruktur. Disusul, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Kesehatan serta IDX Sektor Properti dan Real Estate. Sementara itu, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah melemah 0,87%. Diikuti IDX Sektor Perindustrian dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer. Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari: PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 2,55% PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 2% PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 1,79% Top losers LQ45 pagi ini adalah: PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 2,78% PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 2,07% PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,53% Analis Pasar: IHSG Berpotensi Death Cross Maka Ada Kemungkinan Melemah [caption id="attachment_27284" align="aligncenter" width="680"]IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 18,53 poin atau 0,22% ke 8.337,05 di pasar spot di akhir perdagangan Kamis (6/11/2025)[/caption] Pada akhir perdagangan Kamis (6/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 18,53 poin atau 0,22% ke 8.337,05 di pasar spot. Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan pergerakan positif IHSG mengikuti mayoritas pergerakan bursa Asia yang terdorong sentimen positif menguatnya bursa Amerika Serikat. Kenaikan bursa di AS disebabkan oleh reboundnya saham-saham teknologi. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah juga turut mendorong penguatan indeks. “Investor juga masih merespons positif data-data ekonomi Indonesia yang bagus seperti PMI Manufacture, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025, neraca perdagangan yang surplus selama 65 bulan berturut-turut,” kata Andhika. Secara teknikal, Andhika memperkirakan pergerakan IHSG pada Jumat (7/11/2025) berpeluang terkoreksi dengan resistance di level 8.362 dan support di level 8.318. Dihubungi terpisah, Senior Analis Teknikal Panin Sekuritas Mayang Anggita menjelaskan meski IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis (6/11/2025), namun indeks bergerak di zona merah di sekitar area resistance 8.355 - 8.406. Selanjutnya IHSG harus mampu ditutup di atas area ini, sehingga berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance selanjutnya di range 8.600 - 8.770. “Di sisi lain, stochastic di area overbought dan berpotensi death cross, maka ada kemungkinan IHSG melemah. Support terdekat berada pada MA20 dan MA5 di range 8.190 - 8.279,” ujar Mayang. Andhika merekomendasikan buy on breakout Rp 8.700 saham AADI dengan target penguatan Rp 9.175 dan buy ADRO di target penguatan Rp 2.100.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290