Rabu, 30 September 2026

IHSG Dibuka Menguat 0,33% Berada di Level 8.536,51 Pagi Ini

Mhd Rabbani - Senin, 01 Desember 2025 10:33 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,33% Berada di Level 8.536,51 Pagi Ini
IHSG
Topikseru.com - Pada perdagangan Senin (1/12/2025) pukul 09.02 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan awal bulan Desember 2025 ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,33% ke level 8.536,51. Kenaikan IHSG ditopang kenaikan tujuh indeks sektoral. Sektor yang paling naik tinggi adalah keuangan,barang konsumer non primer, teknologi, Kesehatan, infrastruktur, energi serta barang baku. Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 2,27 miliar dengan nilai transaksi Rp 1,47 triliun. Ada 273 saham yang menguat, 207 saham yang turun dan 201 saham lainnya stagnan. Top gainers di LQ45 adalah: 1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 4,51% ke Rp 2.550 per saham 2. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) 2,75% ke Rp 2.990 per saham 3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 1,75% ke Rp 2.320 per saham Top losers di LQ45 adalah: 1. PT Astra International Tbk (ASII) 2,67% ke Rp 6.375 per saham 2. PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) Rp 2,27% ke Rp 6.450 per saham 3. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) 1,91% ke Rp 1.025 per saham IHSG bergerak dalam rentang 8.470–8.600 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi membuka awal pekan dengan peluang penguatan tipis pada Senin (1/12/2025), setelah pada penutupan perdagangan Jumat (28/11) melemah 0,43% ke level 8.508,71. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai pola pergerakan IHSG masih memberi ruang rebound, meski terbatas. “Selama IHSG bertahan di kisaran pivot 8.500, peluang technical rebound pada Senin tetap ada,” ujarnya. Sejumlah rilis data ekonomi akan menjadi penggerak utama pasar pada awal Desember. Pasar menanti data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, inflasi November, dan neraca perdagangan Oktober. Inflasi diproyeksikan berada di 0,3% secara bulanan dan 2,8% secara tahunan, sementara surplus neraca perdagangan Oktober diperkirakan mencapai US$ 3,8 miliar. Bila data-data tersebut sesuai ekspektasi, IHSG berpeluang memulai perdagangan dengan sentimen positif. Sektor energi dan emiten berfundamental kuat menjadi kandidat penggerak indeks, sementara saham teknologi yang sempat tertekan diperkirakan bergerak variatif. Alrich memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 8.470–8.600. Praktisi pasar modal dan Founder WH-Project, William Hartanto, juga melihat peluang penguatan. Ia menilai IHSG telah membentuk support baru di level 8.500. “Selama di atas 8.500, peluang rebound cukup kuat,” tegasnya. William mencermati rotasi sektor mulai kembali mengarah ke saham-saham new blue chips milik grup konglomerasi. Namun, tekanan dari sektor perbankan masih terasa seiring arus keluar dana asing. Pada Jumat lalu, investor asing mencatat net sell Rp 912,51 miliar, terutama pada saham BBRI, BBCA, dan ANTM. Ia memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.500–8.600.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290