Kamis, 24 September 2026

Warga Berobat Jalan di Sumut Capai 35,08 Persen, Ini Daftar Lengkap per Kabupaten dan Kota

ari tanjung - Rabu, 08 Juli 2026 09:49 WIB
Warga Berobat Jalan di Sumut Capai 35,08 Persen, Ini Daftar Lengkap per Kabupaten dan Kota
Diagram batang dan peta Sumatera Utara yang memvisualisasikan persentase penduduk berobat jalan setelah mengalami keluhan kesehatan di berbagai kabupaten dan kota
Topikseru.com, Medan - Gambaran kondisi kesehatan masyarakat di Sumatera Utara sepanjang 2025 menunjukkan dinamika yang menarik. Sebanyak 35,08 persen penduduk yang mengalami keluhan kesehatan memilih melakukan berobat jalan dalam kurun satu bulan terakhir. Namun, angka tersebut tidak merata di setiap daerah. Sejumlah kabupaten dan kota mencatat tingkat kunjungan berobat jalan yang jauh di atas rata-rata provinsi, sementara daerah lain justru masih berada pada level yang rendah. Data ini memberikan gambaran mengenai akses pelayanan kesehatan, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri, hingga kemungkinan perbedaan fasilitas kesehatan di masing-masing wilayah. Sibolga Jadi Kota dengan Persentase Berobat Jalan Tertinggi Berdasarkan data tahun 2025, Kota Sibolga menjadi daerah dengan persentase tertinggi penduduk yang melakukan berobat jalan setelah mengalami keluhan kesehatan, yakni mencapai 62,30 persen. Artinya, lebih dari enam dari sepuluh warga yang mengalami gangguan kesehatan memilih mendapatkan pelayanan medis tanpa harus menjalani rawat inap. Di bawah Sibolga, beberapa daerah lain juga mencatat angka yang cukup tinggi, antara lain:
  • Sibolga: 62,30 persen
  • Samosir: 47,37 persen
  • Tanjungbalai: 47,00 persen
  • Tapanuli Tengah: 45,48 persen
  • Humbang Hasundutan: 44,30 persen
  • Langkat: 43,31 persen
  • Asahan: 43,14 persen
  • Binjai: 43,00 persen
  • Tapanuli Utara: 42,25 persen
  • Deli Serdang: 42,33 persen
Tingginya angka tersebut dapat mencerminkan beberapa kondisi, mulai dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan, tersedianya fasilitas kesehatan yang lebih mudah dijangkau, hingga tingginya kebutuhan pelayanan medis akibat berbagai keluhan kesehatan. Medan Masih di Atas Rata-rata Sumatera Utara Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara sekaligus pusat layanan kesehatan terbesar di wilayah ini, Kota Medan mencatat persentase 41,00 persen. Angka tersebut berada sekitar enam poin di atas rata-rata provinsi yang mencapai 35,08 persen. Keberadaan rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik, hingga puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan diduga menjadi salah satu faktor yang mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan ketika mengalami keluhan. Selain Medan, beberapa kota besar lainnya juga menunjukkan angka relatif tinggi, seperti:
  • Padangsidimpuan: 41,22 persen
  • Binjai: 43,00 persen
  • Pematangsiantar: 37,50 persen
  • Tebing Tinggi: 36,82 persen
  • Tanjungbalai: 47,00 persen
  • Beberapa Daerah Masih Memiliki Angka Berobat Jalan Rendah
Di sisi lain, terdapat sejumlah daerah yang mencatat persentase cukup rendah. Kondisi ini tidak selalu berarti masyarakat lebih sehat, tetapi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keterbatasan akses fasilitas kesehatan, jarak pelayanan medis, maupun kebiasaan masyarakat yang memilih pengobatan mandiri. Lima daerah dengan persentase terendah meliputi:
Kabupaten/Kota Persentase
Nias Utara 6,29%
Gunungsitoli 11,29%
Padang Lawas Utara 13,38%
Nias Barat 13,66%
Dairi 20,76%

Perbedaan angka yang cukup lebar antara Sibolga dan Nias Utara menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam pemanfaatan layanan kesehatan di Sumatera Utara.

Daftar Persentase Penduduk Berobat Jalan di Sumut Tahun 2025 Berikut data lengkap persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan dan melakukan berobat jalan selama sebulan terakhir:
Kabupaten/Kota Persentase
Sumatera Utara 35,08%
Nias 22,38%
Mandailing Natal 39,86%
Tapanuli Selatan 21,71%
Tapanuli Tengah 45,48%
Tapanuli Utara 42,25%
Toba 38,23%
Labuhan Batu 26,96%
Asahan 43,14%
Simalungun 26,89%
Dairi 20,76%
Karo 35,75%
Deli Serdang 42,33%
Langkat 43,31%
Nias Selatan 31,78%
Humbang Hasundutan 44,30%
Pakpak Bharat 35,32%
Samosir 47,37%
Serdang Bedagai 39,05%
Batu Bara 32,39%
Padang Lawas Utara 13,38%
Padang Lawas 23,65%
Labuhanbatu Selatan 22,74%
Labuhanbatu Utara 22,09%
Nias Utara 6,29%
Nias Barat 13,66%
Sibolga 62,30%
Tanjungbalai 47,00%
Pematangsiantar 37,50%
Tebing Tinggi 36,82%
Medan 41,00%
Binjai 43,00%
Padangsidimpuan 41,22%
Gunungsitoli 11,29%
Apa Makna Data Ini? Persentase berobat jalan tidak hanya menggambarkan banyaknya masyarakat yang mengakses layanan kesehatan. Data ini juga dapat menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi pemerataan fasilitas kesehatan, efektivitas program kesehatan, hingga tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan medis sejak dini. Daerah dengan angka tinggi belum tentu memiliki masyarakat yang lebih sering sakit, melainkan bisa menunjukkan bahwa layanan kesehatan lebih mudah diakses dan dimanfaatkan.
Sumber
:
Berita Terkait
Penumpang Transportasi Sumut Meningkat pada Juni 2026, Kualanamu Catat 179.694 Penumpang Domestik
Angkatan Kerja Sumatera Utara Mei 2026 Bertambah 28 Ribu Orang, TPT Tercatat 5,03 Persen
Tingkat Pengangguran Sumut Meningkat, Ini Daftar Kabupaten dan Kota dengan TPT Tertinggi
Daftar Pendapatan Pekerja Informal di Sumut, Ini Daerah dengan Penghasilan Tertinggi
Sumut Nyaris Bebas Buta Aksara, Namun Kelompok Ini Masih Perlu Perhatian
81 Siswa SMPN 1 Laguboti Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, Bobby Nasution Pastikan Semua Sudah Sehat