Topikseru.com, Medan - Gambaran kondisi kesehatan masyarakat di Sumatera Utara sepanjang 2025 menunjukkan dinamika yang menarik.
Sebanyak 35,08 persen penduduk yang mengalami keluhan kesehatan memilih melakukan berobat jalan dalam kurun satu bulan terakhir.
Namun, angka tersebut tidak merata di setiap daerah. Sejumlah kabupaten dan kota mencatat tingkat kunjungan berobat jalan yang jauh di atas rata-rata provinsi, sementara daerah lain justru masih berada pada level yang rendah.
Data ini memberikan gambaran mengenai akses pelayanan kesehatan, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri, hingga kemungkinan perbedaan fasilitas kesehatan di masing-masing wilayah.
Sibolga Jadi Kota dengan Persentase Berobat Jalan Tertinggi
Berdasarkan data tahun 2025, Kota Sibolga menjadi daerah dengan persentase tertinggi penduduk yang melakukan berobat jalan setelah mengalami keluhan kesehatan, yakni mencapai 62,30 persen.
Artinya, lebih dari enam dari sepuluh warga yang mengalami gangguan kesehatan memilih mendapatkan pelayanan medis tanpa harus menjalani rawat inap.
Di bawah Sibolga, beberapa daerah lain juga mencatat angka yang cukup tinggi, antara lain:
- Sibolga: 62,30 persen
- Samosir: 47,37 persen
- Tanjungbalai: 47,00 persen
- Tapanuli Tengah: 45,48 persen
- Humbang Hasundutan: 44,30 persen
- Langkat: 43,31 persen
- Asahan: 43,14 persen
- Binjai: 43,00 persen
- Tapanuli Utara: 42,25 persen
- Deli Serdang: 42,33 persen
Tingginya angka tersebut dapat mencerminkan beberapa kondisi, mulai dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan, tersedianya fasilitas kesehatan yang lebih mudah dijangkau, hingga tingginya kebutuhan pelayanan medis akibat berbagai keluhan kesehatan.
Medan Masih di Atas Rata-rata Sumatera Utara
Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara sekaligus pusat layanan kesehatan terbesar di wilayah ini, Kota Medan mencatat persentase 41,00 persen.
Angka tersebut berada sekitar enam poin di atas rata-rata provinsi yang mencapai 35,08 persen.
Keberadaan rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik, hingga puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan diduga menjadi salah satu faktor yang mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan ketika mengalami keluhan.
Selain Medan, beberapa kota besar lainnya juga menunjukkan angka relatif tinggi, seperti:
- Padangsidimpuan: 41,22 persen
- Binjai: 43,00 persen
- Pematangsiantar: 37,50 persen
- Tebing Tinggi: 36,82 persen
- Tanjungbalai: 47,00 persen
- Beberapa Daerah Masih Memiliki Angka Berobat Jalan Rendah
Di sisi lain, terdapat sejumlah daerah yang mencatat persentase cukup rendah. Kondisi ini tidak selalu berarti masyarakat lebih sehat, tetapi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keterbatasan akses fasilitas kesehatan, jarak pelayanan medis, maupun kebiasaan masyarakat yang memilih pengobatan mandiri.
Lima daerah dengan persentase terendah meliputi:
| Kabupaten/Kota |
Persentase |
| Nias Utara |
6,29% |
| Gunungsitoli |
11,29% |
| Padang Lawas Utara |
13,38% |
| Nias Barat |
13,66% |
| Dairi |
20,76% |
Perbedaan angka yang cukup lebar antara Sibolga dan Nias Utara menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam pemanfaatan layanan kesehatan di Sumatera Utara.
Daftar Persentase Penduduk Berobat Jalan di Sumut Tahun 2025
Berikut data lengkap persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan dan melakukan berobat jalan selama sebulan terakhir:
| Kabupaten/Kota |
Persentase |
| Sumatera Utara |
35,08% |
| Nias |
22,38% |
| Mandailing Natal |
39,86% |
| Tapanuli Selatan |
21,71% |
| Tapanuli Tengah |
45,48% |
| Tapanuli Utara |
42,25% |
| Toba |
38,23% |
| Labuhan Batu |
26,96% |
| Asahan |
43,14% |
| Simalungun |
26,89% |
| Dairi |
20,76% |
| Karo |
35,75% |
| Deli Serdang |
42,33% |
| Langkat |
43,31% |
| Nias Selatan |
31,78% |
| Humbang Hasundutan |
44,30% |
| Pakpak Bharat |
35,32% |
| Samosir |
47,37% |
| Serdang Bedagai |
39,05% |
| Batu Bara |
32,39% |
| Padang Lawas Utara |
13,38% |
| Padang Lawas |
23,65% |
| Labuhanbatu Selatan |
22,74% |
| Labuhanbatu Utara |
22,09% |
| Nias Utara |
6,29% |
| Nias Barat |
13,66% |
| Sibolga |
62,30% |
| Tanjungbalai |
47,00% |
| Pematangsiantar |
37,50% |
| Tebing Tinggi |
36,82% |
| Medan |
41,00% |
| Binjai |
43,00% |
| Padangsidimpuan |
41,22% |
| Gunungsitoli |
11,29% |
Apa Makna Data Ini?
Persentase berobat jalan tidak hanya menggambarkan banyaknya masyarakat yang mengakses layanan kesehatan.
Data ini juga dapat menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi pemerataan fasilitas kesehatan, efektivitas program kesehatan, hingga tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan medis sejak dini.
Daerah dengan angka tinggi belum tentu memiliki masyarakat yang lebih sering sakit, melainkan bisa menunjukkan bahwa layanan kesehatan lebih mudah diakses dan dimanfaatkan.
Berita Terkait