Rabu, 23 September 2026

BI Pangkas Batas Pembelian Dolar Tanpa Dokumen Jadi US$50.000, Sinyal Perketat Stabilitas Rupiah

Muchlis - Rabu, 06 Mei 2026 05:30 WIB
BI Pangkas Batas Pembelian Dolar Tanpa Dokumen Jadi US$50.000, Sinyal Perketat Stabilitas Rupiah
batas beli dolar 2026
Topikseru.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan batas pembelian dolar Amerika Serikat (AS) di pasar domestik tanpa dokumen pendukung (underlying) menjadi maksimal US$50.000 per orang per bulan. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, sebelumnya batas pembelian dolar tanpa underlying berada di level US$100.000 per bulan. Kini, angka tersebut dipangkas separuh sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar valuta asing. "Pembatasan pembelian dolar di pasar domestik tanpa underlying yang dulunya 100.000 dolar AS per orang per bulan, kita turunkan menjadi 50.000 dolar AS," ujar Perry di Istana Merdeka, Selasa (5/5/2026). Underlying sendiri merujuk pada dokumen transaksi riil, seperti kegiatan impor atau pembayaran jasa, yang menjadi dasar pembelian valuta asing. Tanpa dokumen ini, transaksi dinilai berpotensi spekulatif.

Redam Spekulasi, Jaga Rupiah

Kebijakan ini diambil melalui koordinasi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menekan aktivitas spekulasi di pasar. BI menilai lonjakan permintaan dolar tanpa basis ekonomi nyata dapat memicu volatilitas nilai tukar. Tak berhenti di situ, BI juga memberi sinyal akan kembali memperketat aturan. Ke depan, batas pembelian tanpa underlying direncanakan turun lagi menjadi US$25.000 per bulan. "Pembelian dolar AS di atas 25.000 dolar AS nantinya wajib menggunakan underlying," tegas Perry.

Pengawasan Diperketat, Bank Diawasi Ketat

Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, BI meningkatkan pengawasan terhadap perbankan dan korporasi dengan aktivitas transaksi valas tinggi. Pengawasan ini dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa permintaan dolar benar-benar mencerminkan kebutuhan ekonomi riil, bukan sekadar spekulasi pasar.

Rupiah Masih Tertekan

Di tengah kebijakan tersebut, nilai tukar rupiah masih menunjukkan tekanan. Pada penutupan perdagangan terbaru, rupiah melemah 30 poin atau 0,17% ke level Rp 17.424 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 17.394 per dolar AS. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal, termasuk dinamika global dan pergerakan arus modal.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Jadwal Bioskop Trans TV Pekan Ini, 22-27 September 2026: Berbagai Film Seru yang Dibintangi oleh Nicholas Cage
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Kementan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Bioetanol demi Mandiri Energi