Topikseru.com - Kepulan asap dan kobaran api membuat situasi di Apartemen Teluk Intan, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, berubah menjadi kepanikan pada Minggu (20/9/2026) malam.
Sebanyak 53 penghuni sempat terjebak di dalam kamar ketika kebakaran melanda bangunan tersebut. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu kemudian melakukan evakuasi hingga seluruh penghuni yang terjebak berhasil diselamatkan.
Kebakaran diketahui bermula dari panel listrik di lantai 8. Api kemudian dilaporkan menjalar ke sejumlah lantai lain, yakni lantai 5, 6, 7, 9, dan 10.
Kasi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan seluruh proses pemadaman dan evakuasi berlangsung dengan aman.
"Objek yang terbakar adalah panel listrik di lantai 8 lalu api menjalar ke lantai 5, lantai 6, lantai 7, lantai 9, dan lantai 10 apartemen tersebut," kata Gatot di Jakarta, Minggu (20/9/2026).
53 Penghuni Dievakuasi
Di tengah kepulan asap yang memenuhi area apartemen, petugas memprioritaskan keselamatan penghuni.
Sebanyak 53 orang berhasil dievakuasi dari dalam bangunan. Mereka terdiri dari 21 pria dewasa, 24 perempuan dewasa, tujuh anak-anak, serta satu lansia.
Seluruh penghuni yang dievakuasi dilaporkan dalam keadaan selamat.
Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka akibat kebakaran Apartemen Teluk Intan tersebut.
Proses evakuasi menjadi bagian penting dalam penanganan karena api tidak hanya berada di satu titik. Kobaran dari panel listrik dilaporkan menjalar ke beberapa lantai sehingga petugas harus melakukan pengamanan sekaligus memastikan penghuni keluar dari bangunan.
Api Dipadamkan dalam Waktu Kurang dari Dua Jam
Laporan kebakaran diterima petugas pada Minggu sore. Berdasarkan data Command Center Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, informasi awal diterima sekitar pukul 18.17 WIB, sementara petugas tiba di lokasi sekitar pukul 18.29 WIB. Operasi kemudian berlangsung dengan pengerahan armada dan personel tambahan.
Dalam keterangan Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, proses pemadaman mulai dilakukan pada sekitar 18.45 WIB.
Petugas langsung melakukan lokalisasi untuk mencegah api semakin meluas, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dan 80 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran di Apartemen Teluk Intan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 20.38 WIB.
Data Command Center yang diperbarui setelah operasi juga mencatat proses pemadaman selesai pada pukul tersebut.
Bermula dari Panel Listrik Lantai 8
Menurut keterangan saksi yang disampaikan Gulkarmat, kebakaran diduga berawal dari korsleting pada panel listrik di lantai 8.
Pengelola apartemen sempat berupaya menangani api menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR. Namun, upaya awal tersebut belum mampu mengendalikan kobaran.
Api kemudian menyebar ke sejumlah bagian bangunan.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Laporan Command Center pada fase awal penanganan sebelumnya juga belum menyebut penyebab kebakaran.
Karena itu, dugaan korsleting listrik dalam kejadian ini masih merujuk pada keterangan awal yang disampaikan petugas berdasarkan informasi saksi.
Kerugian Ditaksir Rp 1,5 Miliar
Selain menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian apartemen, kebakaran tersebut juga menimbulkan kerugian materi.
Gulkarmat memperkirakan nilai kerugian akibat kebakaran Jakarta Utara itu mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Namun, nilai tersebut merupakan taksiran awal dan dapat berubah setelah dilakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap bagian bangunan yang terdampak.
Petugas juga masih melakukan proses penanganan dan memastikan kondisi lokasi setelah api berhasil dikendalikan.
Tak Ada Korban Jiwa
Satu hal yang menjadi perhatian utama dalam kebakaran gedung bertingkat adalah keselamatan penghuni.
Dalam kejadian di Apartemen Teluk Intan, seluruh 53 orang yang sempat terjebak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
"Api berhasil dipadamkan pukul 20.38 WIB dan warga juga ikut dievakuasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Gatot.
Dengan padamnya api, petugas selanjutnya melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik panas yang kembali memicu kebakaran.
Kebakaran ini memperlihatkan bagaimana insiden pada satu bagian instalasi bangunan dapat berkembang menjadi keadaan darurat yang melibatkan beberapa lantai. Kecepatan respons petugas dan proses evakuasi menjadi bagian penting dalam memastikan penghuni dapat keluar dengan selamat.
Berita Terkait