Rabu, 07 Oktober 2026

Wajib Baca! Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah

Mhd Rabbani - Kamis, 12 Maret 2026 04:12 WIB
Wajib Baca! Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
lailatul qadar
Topikseru.com, Jakarta - Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah di mana banyak umat Islam meyakini lailatul qadar terjadi pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Di malam-malam tersebut dalam rangka menyambut kehadiran malam yang lebih mulia dari seribu bulan itu, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa yang pernah Rasulullah saw amalkan. Saat Sayyidah Aisyah bertanya mengenai amalan yang bisa dilakukan pada malam lailatul qadar, Rasulullah saw menjawabnya dengan menyampaikan doa dengan redaksi khusus. Ustadz Alhafiz Kurniawan mencatat dua redaksi doa yang dipanjatkan Rasulullah saw pada malam lailatul qadar. Hal demikian sebagaimana dijelaskannya dalam artikel berjudul Doa Malam Lailatul Qadar yang dikutip pada Selasa (10/3/2026). "Dua redaksi doa malam Lailatul Qadar yang kami temukan dari dua riwayat hadits dari Sayyidah Aisyah ra. Dua redaksi ini diamalkan masyarakat di masjid-masjid di Indonesia," tulis Redaktur Pelaksana Keislaman NU Online itu. Adapun doa Lailatul Qadar yang dimaksud adalah sebagai berikut. اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah) Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).” Berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi," jelasnya. اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā, jika dibaca berjamaah). Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).” Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) itu menyebut redaksi kedua doa lailatul qadar ini diambil berdasarkan hadits riwayat lima imam hadits, kecuali Imam Abu Dawud. Ustadz Alhafiz juga menegaskan bahwa doa lailatul Qadar tersebut dapat dibaca sepanjang bulan Ramadhan, khususnya di 10 hari terakhir. Hal ini mengingat mayoritas ulama Mazhab Syafi’i meyakini lailatul qadar terjadi pada rentang waktu itu. "Hal ini berdasarkan isyarat hadits yang meriwayatkan Rasulullah meningkatkan ibadahnya pada 10 malam tersebut. Pada kesempatan itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa Lailatul Qadar," kata Ustadz Alhafiz.  

Sumber
:
Berita Terkait
Mantan Ketua KPU Tanjungbalai Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp16,5 Miliar
Keluarga Novia Ramadhani Sitohang Ungkap Momen Terakhir Sebelum Kabar Duka dari Jakarta
Novia Ramadhani Sitohang Asal Sumut Meninggal Saat Latsarmil SPPI KNMP di Jakarta, Kemhan Lakukan Evaluasi
Hari Raya Idul Fitri 1447 H Berpotensi Serentak, Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Mengarah ke 21 Maret 2026
6 Kultum Ramadhan Terbaru Singkat 1 Menit Berbagai Tema
Rincian Jumlah Rekaat, Tata Cara, dan Bacaan Sholat Idul Fitri