Rabu, 30 September 2026

Konflik Geopolitik di Timur Tengah Belum Mereda Picu Harga Minyak Mentah Melambung

Mhd Rabbani - Selasa, 24 Maret 2026 11:45 WIB
Konflik Geopolitik di Timur Tengah Belum Mereda Picu Harga Minyak Mentah Melambung
Minyak Mentah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (24/3/2026) pukul 09.33 WIB harga minyak dan gas dunia diproyeksikan tetap bergerak volatil hingga akhir Maret 2026 di tengah konflik geopolitik yang belum mereda. Berdasarkan data dari situs Trading Economics, harga minyak mentah jenis WTI sudah mencapai level US$ 91,42 per barel, naik 3,75% secara harian. Sejak awal tahun 2026 atau year to date, harga WTI melambung 55,32%. Kenaikan harga juga terjadi pada minyak mentah jenis Brent yang 3,62% secara harian ke US$ 103,54 per barel. Di sepanjang 2026, harga Brent sudah melejit hingga 65,05. Sementara itu, harga gas alam juga mengalami kenaikan sebesar 1,30% menjadi US$ 2,92 per MMBtu dan dalam sebulan sudah naik sebesar 2,87%. Presiden Komisaris HFX International Berjangka memproyeksi harga minyak dan gas hingga penghujung Maret 2026 akan tetap terjebak dalam volatilitas tinggi, di mana premi risiko geopolitik bertarung sengit dengan realitas pasokan fisik. "Minyak WTI atau Brent diperkirakan menguji zona psikologis baru di atas $100 per barel jika ketegangan di Selat Hormuz tidak menunjukkan deeskalasi permanen, mengingat gangguan pada jalur distribusi utama ini merupakan guncangan pasokan terbesar dalam sejarah modern," ujar Sutopo. Adapun, harga gas alam domestik kemungkinan besar akan mengalami konsolidasi di level rendah, tertekan oleh berakhirnya musim dingin di belahan bumi utara dan melimpahnya produksi Amerika Serikat yang menciptakan benteng pertahanan terhadap lonjakan harga global. Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono memperkirakan harga migas tetap berada dalam tren bullish, tetapi sangat volatil hingga akhir Maret 2026. "Brent diproyeksikan akan bertahan di atas US$ 100 per barel, dengan potensi menyentuh US$ 110 - US$ 114 per barel bahkan US$ 120 per barel jika gangguan pasokan di Timur Tengah tidak mereda," kata Wahyu. Namun, jika terjadi de-eskalasi bisa kembali koreksi ke kisaran konsolidasi US$ 80 - US$ 90 per barel. Menurut Wahyu, harga gas alam cenderung stabil di kisaran US$ 3,00 - US$ 3,20 per MMBtu. Namun, bisa melonjak ke US$ 4,00 - US$ 6,00 per MMBtu jika stok di Eropa dan AS turun lebih cepat dari perkiraan di akhir musim dingin.

Sumber
:
Berita Terkait
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Harga Minyak Mentah Brent Turun 1,97% di Level US$ 101,82 per Barel
Harga Minyak Mentah Turun: Brent Turun US$ 1,01 dan West Texas Intermediate (WTI) 52 Sen
Harga Minyak Mentah Turun 0,84% Tersudut di Level US$ 101,57 per Barel
Harga Minyak Mentah Brent Naik US$2,50 Bertengger di Level US$108,18 per Barel
Harga Minyak West Texas Intermediate Naik 2,42% di Level US$ 102,47 per Barel