Rabu, 30 September 2026

Tito Pastikan TKDD Rp 735 Triliun Cukup, Daerah dengan PAD Lemah Jadi Perhatian

Muchlis - Rabu, 30 September 2026 16:06 WIB
Tito Pastikan TKDD Rp 735 Triliun Cukup, Daerah dengan PAD Lemah Jadi Perhatian
Foto: Antara
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjawab pertanyaan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Topikseru.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan alokasi Transfer ke Daerah dan Desa (TKDD) sebesar Rp 735 triliun dinilai cukup untuk menopang kebutuhan daerah hingga pelaksanaan APBN Perubahan.

Menurut Tito, besaran tersebut dapat mencukupi kebutuhan operasional sekaligus pembangunan daerah apabila dikelola secara tepat dan disesuaikan dengan kondisi fiskal masing-masing wilayah.

Pernyataan itu disampaikan Tito setelah menghadiri rapat tingkat menteri di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Rabu.

Baca Juga:

"Ya kalau kemarin Rp 693 triliun itu untuk tingkat minimal bisa cukup, meskipun ada penambahan. Anggaran Rp 735 triliun ini jika dikelola dengan baik, sampai dengan APBD dan APBN Perubahan saya yakin cukup," kata Tito.

Pembagian TKDD Tak Bisa Disamaratakan

Tito mengatakan pemerintah tidak akan semata-mata membagi dana transfer daerah dengan pendekatan yang seragam.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memetakan kebutuhan fiskal setiap daerah. Pemetaan tersebut mencakup provinsi maupun kabupaten/kota.

Salah satu pertimbangan utama ialah kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat akan dipetakan berbeda dengan wilayah yang masih bergantung pada dukungan pemerintah pusat. Dengan pendekatan tersebut, alokasi TKDD diharapkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

"Kita komunikasikan antara Kemendagri dan Kementerian Keuangan agar tahu persis daerah mana yang betul-betul kurang dan mana yang PAD-nya kuat, sehingga pembagiannya tepat sasaran," ujar Tito.

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Di tengah keterbatasan anggaran, Tito mengingatkan pemerintah daerah agar menggunakan TKDD untuk kebutuhan yang menjadi prioritas.

Menurut dia, dana transfer harus terlebih dahulu diarahkan pada berbagai belanja wajib atau mandatory spending. Sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur dasar termasuk dalam prioritas tersebut.

Selain pembangunan, pemerintah daerah juga perlu memastikan kebutuhan operasional serta belanja pegawai tetap terpenuhi. Namun, Tito menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan belanja tersebut.

Dengan demikian, besarnya anggaran TKDD tidak hanya dilihat dari jumlah dana yang diterima daerah, tetapi juga dari kemampuan pemerintah daerah mengalokasikannya berdasarkan kebutuhan paling mendesak.

Pemerintah Buka Ruang Evaluasi

Tito mengatakan pemerintah pusat masih membuka ruang evaluasi apabila dalam pelaksanaannya terdapat daerah yang mengalami kekurangan anggaran.

Perubahan kebutuhan di daerah dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mekanisme penganggaran berikutnya.

"Evaluasi, ya jelas," kata Tito.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih dapat melakukan penyesuaian terhadap kebijakan transfer apabila kondisi fiskal maupun kebutuhan daerah berubah.

Dengan alokasi TKDD Rp 735 triliun, pemerintah berharap dukungan keuangan untuk daerah tetap berjalan tanpa mengabaikan prinsip efisiensi dan ketepatan sasaran.

Kemendagri dan Kementerian Keuangan selanjutnya akan memetakan kapasitas fiskal daerah untuk menentukan distribusi dukungan yang lebih proporsional.

Daerah dengan PAD yang relatif kuat dan wilayah yang memiliki kemampuan keuangan lebih terbatas akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam pembagian tersebut.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
APBD Sumut 2026 Sudah Terealisasi Rp 8,9 Triliun, Belanja Baru 51,8 Persen
Jenazah Sukarman Kru KM Arupadatu I Dipulangkan ke Pandeglang Kamis
DNA Cocok, Kru KM Arupadatu I yang Ditemukan di Enggano Teridentifikasi
Banjir Bandang Arosuka Putuskan Jalur Solok-Padang, Pengendara Dialihkan ke Padang Panjang
Tandukan Ary Maring Bungkam Lampineung, Semen Padang Curi Poin Penuh di Banda Aceh
Strategi Infinix Incar Pasar Tablet Rp 3 Jutaan Lewat XPAD 30 Pro