Selasa, 29 September 2026

Diramalkan Harga Emas dan Perak Bakal Tertahan pada Mei 2026 Dipengaruhi Geopolitik  Timur Tengah

Mhd Rabbani - Jumat, 01 Mei 2026 15:35 WIB
Diramalkan Harga Emas dan Perak Bakal Tertahan pada Mei 2026 Dipengaruhi Geopolitik  Timur Tengah
Harga Emas dan Perak
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (30/4/2026) harga emas spot ada di level US$ 4.560,59 per ons troi, naik 0,28% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, harga emas turun 2,84%. Prospek harga emas dan perak dalam jangka pendek diperkirakan akan sangat dipengaruhi. [irp posts="41933" ] Oleh arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo menilai retorika bank sentral AS dan dinamika konflik kawasan akan menjadi penentu utama pergerakan harga logam mulia dalam waktu dekat. [irp posts="41940" ] "Prospek harga emas dan perak dalam jangka pendek sangat bergantung pada retorika The Fed minggu ini dan perkembangan di Timur Tengah," ujar Sutopo. Menurut Sutopo, secara teknikal, emas perlu bertahan di atas level psikologis US$ 4.550 per ons troi untuk menjaga momentum kenaikan dalam jangka menengah. Jika tekanan geopolitik meningkat, terutama apabila eskalasi militer meluas, harga emas berpotensi kembali menguji level tertinggi sepanjang masa (all time high). Namun demikian, dalam jangka menengah, pasar juga dihadapkan pada faktor baru, yakni transisi kepemimpinan bank sentral AS yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan moneter ke depan. Pergantian kepemimpinan di bank sentral AS, termasuk pengganti Jerome Powell, diperkirakan dapat memicu perubahan pendekatan terhadap inflasi sehingga menjaga volatilitas pasar komoditas tetap tinggi. Untuk periode Mei 2026, harga emas diproyeksikan bergerak dalam rentang konsolidasi yang cukup lebar, yakni US$ 4.500 hingga US$ 4.750 per ons troi. Sementara itu, harga perak diperkirakan berada di kisaran US$ 72 hingga US$ 78 per ons troi. Menurut Sutopo, proyeksi tersebut sangat bergantung pada arah kebijakan bank sentral AS. Khususnya apakah kepemimpinan baru akan mengadopsi kebijakan yang lebih moderat atau justru agresif dalam merespons tekanan inflasi. Jika inflasi terus meningkat akibat krisis energi global, perak berpotensi menunjukkan pergerakan yang lebih fluktuatif dibandingkan emas. Perak memiliki karakteristik industri yang kuat, sehingga lebih sensitif terhadap dinamika ekonomi global. "Ini membuat pergerakannya cenderung lebih agresif, namun juga berisiko lebih tinggi," kata Sutopo.

Sumber
:
Berita Terkait
Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Selasa, 22 September 2026: 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Terkoreksi Tipis Rp1.000, Cek Rinciannya
Menteri Imipas Agus Andrianto Minta 15 Program Aksi Bawa Dampak Nyata, Bukan Sebatas Laporan
Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Senin (21/9/2026): 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram
Harga Emas Spot Terkoreksi 0,36% Terseret di Level US$ 4.309,10 per Ons
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Dibanderol Rp2.628.000 per Gram