Rabu, 30 September 2026

Terburuk Sepanjang Sejarah! Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.047 Per Dolar AS Siang Ini

Mhd Rabbani - Kamis, 04 Juni 2026 13:17 WIB
Terburuk Sepanjang Sejarah! Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.047 Per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan tengah hari ini. Kamis (4/6/2026) Nilai tukar rupiah semakin tertekan di pasar spot. Nilai tukar rupiah berada di level Rp 18.043 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,42% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.967 per dolar AS. Pergerakan nilai tukar rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia. Pada perdagangan intraday, rupiah sempat berada di level Rp 18.047 per dolar AS. Ini merupakan posisi terburuk rupiah sepanjang sejarah. Hingga pukul 12.00 WIB, won Korea Selatan masih menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,35%. Selanjutnya ada baht Thailand dan peso Filipina yang sama-sama melesat 0,25%. Disusul, yen Jepang terkerek 0,12%. Berikutnya, rupee India menanjak 0,03%. Lalu, dolar Hong Kong dan yuan China sama-sama terapresiasi 0,02%. Kemudian, dolar Singapura menguat tipis 0,008% terhadap the greenback. Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,45%. Diikuti, dolar Taiwan yang melemah 0,1% pada perdagangan tengah hari ini.

Nilai Tukar Rupiah Kembali Rontok 0,09% dan Akhirnya Tembus ke Atas Level Rp18.000 per Dolar AS

Pada awal perdagangan hari ini. Kamis (3/6/2026) nilai tukar rupiah kembali tertekan dan akhirnya tembus ke atas level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Nilai tukar rupiah dibuka di level Rp 17.983 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,09% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.967 per dolar AS. Lalu pada pukul 09.04 WIB, rupiah tembus ke Rp 18.004 per dolar AS. Ini adalah posisi terburuk rupiah sepanjang sejarah. Hingga pukul 09.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,32%. Disusul, peso Filipina yang melesat 0,23%. Selanjutnya ada yen Jepang terkerek 0,11% dan baht Thailand menanjak 0,1%. Lalu, yuan China yang naik 0,05%. Berikutnya, dolar Hong Kong dan dolar Singapura sama-sama menguat tipis 0,03% terhadap the greenback. Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 0,24%. Kemudian, dolar Taiwan terlihat melemah tipis 0,14% pada perdagangan pagi ini. Analis Pasar: Rupiah Melemah Lagi Terancam Menembus Rp 19.000 per Dolar Makin Dekat Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah salah satunya karena eskalasi di Timur Tengah yang terus memanas. Ini membuat harga minyak mentah masih dalam tren yang tinggi dan memicu inflasi. Karena itu, Bank sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga dalam tahun 2026. "Indeks dolar AS (DXY) terus mengalami penguatan mendekati level 100," ucap Ibrahim, Kamis (4/6). Selain itu, Ibrahim melihat sebab utama pelemahan rupiah bukan dari Bank Indonesia. Akan tetapi dari tata kelola fiskal yang membuat investor atau market khawatir. Menurutnya, dalam kondisi saat ini seharusnya pemerintah melakukan evaluasi terhadap program makan bergizi gratis (MBG) hingga program koperasi desa merah putih. Hal ini agar kondisi fiskal kembali membaik.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS