Senin, 28 September 2026

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Terkoreksi Sepanjang Pekan Depan

Mhd Rabbani - Minggu, 28 Juni 2026 12:56 WIB
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Terkoreksi Sepanjang Pekan Depan
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Selama sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah longsor 4,55%. Koreksi IHSG tersebut dibarengi outflow investor asing sekitar Rp 6 triliun sepanjang pekan ini berjalan. IHSG anjlok 1,7% ke level 5.896,13 Pada Jumat (26/6/2026). Menanggapi hal tersebut analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, salah satu sentimen yang cukup menekan IHSG adalah pengumuman dari MSCI yang menetapkan Indonesia berada di emerging market, namun dengan beberapa catatan yang perlu diperhatikan regulator pasar modal nasional. Selain itu, pasar juga diwarnai oleh sentimen adanya rencana pemerintah memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya menjaga defisit fiskal. Plus tren pelemahan nilai tukar rupiah yang sudah mencapai level Rp 17.919 per dolar Amerika Serikat (AS). "Pelemahan harga komoditas dunia seperti minyak mentah yang selama sepekan turun sekitar 8% ke level US$ 69 per barel dan emas yang turun ke level US$ 4.033 per ons troi juga berdampak ke arah IHSG," kata Herditya. Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, sentimen negatif bagi IHSG juga berasal dari eksternal, terutama saat mendekati akhir pekan. Salah satunya adalah pelemahan indeks bursa Asia dan Eropa akibat tekanan jual saham sektor teknologi di tengah kekhawatiran investor terhadap kenaikan biaya infrastruktur Artificial Intelligence (AI). Tekanan pada saham sektor teknologi tersebut memicu koreksi pada harga komoditas logam yang kemudian mendorong koreksi saham terkait. Secara teknikal, Alrich menyebut, IHSG berada di bawah level MA5, MA10, dan MA20. Histogram positif MACD tampaknmulai melemah, sedangkan indikator Stochastic RSI memasuki area pivot. Dari situ, ia memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 5.700--5.800 pada pekan depan. "Investor akan menantikan sejumlah data ekonomi dari domestik, yaitu indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi," kata Alrich. Sebaliknya, Herditya memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi sepanjang pekan depan dengan support di level 5.736 serta resistance di level 6.112. Pada pekan depan, para investor akan mencermati data tenaga kerja AS dan juga keputusan The Fed pada masa mendatang yang diperkirakan masih cenderung hawkish. Selain itu, rilis data inflasi dan PMI Indonesia yang diperkirakan akan cenderung landai serta pergerakan nilai tukar rupiah juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG selama pekan depan. Herditya menyarankan investor untuk mencermati saham BULL dengan kisaran harga di level Rp 364--Rp 378 per saham, JSMR sekitar Rp 3.170--Rp 3.410 per saham, serta WIIM sekitar Rp 1.725--Rp 1.755 per saham.  

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290