Kamis, 24 September 2026

KAI Sumut Periksa Jalur KA Rantauprapat Baru–Aek Nabara, Siapkan Aktivasi Proyek Strategis Nasional

Muchlis - Minggu, 19 Juli 2026 16:29 WIB
KAI Sumut Periksa Jalur KA Rantauprapat Baru–Aek Nabara, Siapkan Aktivasi Proyek Strategis Nasional
KAI Sumut
Topikseru.com, Medan - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara atau KAI Sumut mempercepat upaya menjaga kesiapan infrastruktur perkeretaapian melalui inspeksi bersama dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan pada jalur Rantauprapat Baru - Aek Nabara. Peninjauan dilakukan di lintasan sepanjang 18,5 kilometer yang menjadi bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Rantauprapat–Kota Pinang, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor transportasi. Meski jalur tersebut belum dioperasikan secara komersial, inspeksi dinilai penting untuk memastikan seluruh infrastruktur tetap dalam kondisi layak sekaligus siap digunakan apabila pemerintah memutuskan mengaktifkan layanan di masa mendatang. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada kondisi rel, jembatan, bangunan stasiun, hingga fasilitas penunjang lainnya. "Pemeriksaan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi prasarana di sepanjang lintasan. Jalur ini merupakan bagian dari pembangunan PSN Trans Sumatera yang dimulai pada 2017 dan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 pada 2020," ujar Anwar dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Pengamanan Aset Negara Jadi Prioritas

Selain mengevaluasi aspek teknis, inspeksi bersama juga bertujuan mengantisipasi potensi kerusakan maupun aksi vandalisme yang dapat mengganggu keberlangsungan aset perkeretaapian. KAI Sumut menegaskan seluruh infrastruktur perkeretaapian, mulai dari rel, jembatan hingga bangunan stasiun, merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Status tersebut membuat pengamanan aset menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan sistem transportasi nasional. "Kami ingin memastikan seluruh aset tetap terawat sehingga ketika jalur ini diaktifkan kembali, seluruh aspek keselamatan operasional telah memenuhi standar yang dipersyaratkan," jelas Anwar.

Pertumbuhan Penumpang Jadi Sinyal Positif

Langkah menjaga kesiapan jalur baru tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan layanan kereta api di wilayah Labuhanbatu. Data KAI Divre I Sumut menunjukkan jumlah pelanggan di Stasiun Rantauprapat mengalami pertumbuhan konsisten selama tiga tahun terakhir. Pada Semester I 2024, stasiun tersebut melayani 204.152 pelanggan naik dan turun. Jumlah itu meningkat sekitar 18 persen menjadi 240.408 pelanggan pada Semester I 2025. Tren positif kembali berlanjut pada Semester I 2026 dengan total 258.416 pelanggan, atau naik sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam dua tahun terakhir, jumlah pengguna jasa kereta api di Stasiun Rantauprapat bertambah sekitar 54 ribu pelanggan, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel. Saat ini, Stasiun Rantauprapat dilayani enam hingga delapan perjalanan KA Sribilah, baik reguler maupun fakultatif, yang menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah kota di Sumatera Utara.

Dukung Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Menurut KAI, peningkatan jumlah penumpang menjadi indikator bahwa transportasi kereta api semakin dipercaya masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, serta memiliki ketepatan waktu. Apabila jalur Rantauprapat Baru–Aek Nabara nantinya dioperasikan, konektivitas menuju wilayah selatan Sumatera Utara diproyeksikan semakin kuat. Jalur ini juga diharapkan mampu mendukung distribusi barang, mempercepat mobilitas masyarakat, serta memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. "Pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api. Karena itu kami berkomitmen menjaga seluruh aset perkeretaapian tetap dalam kondisi optimal sebagai fondasi pengembangan layanan di masa depan," tutur Anwar. Dia menambahkan, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendukung rencana pengembangan jaringan kereta api di Sumatera Utara, terutama sebagai bagian dari pembangunan konektivitas Trans Sumatera yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi logistik dan memperluas akses transportasi publik di kawasan tersebut.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Efisiensi Biometrik Stasiun Medan: Layanan Pemindaian Wajah KAI Pangkas Biaya dan Kertas
Abu Vulkanik Sinabung Ganggu Penerbangan, KAI Pastikan Kereta Api Sumut Tetap Jalan
Tiket Kereta di Sumut Tak Jadi Berangkat? Ini Cara Batal dan Refund KAI
KAI Sumut Ganti 3.131 Bantalan Kayu Jembatan, Material Sintetis Diklaim Tahan 50 Tahun
KAI Sumut dan PMI Tebing Tinggi Gelar Donor Darah, 30 Pendonor Ikut Berpartisipasi
KAI Sumut Tutup Perlintasan Liar Pascakecelakaan KA Putri Deli, 3.597 Penumpang Terdampak