Selasa, 29 September 2026

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah 0,37% Berada di Level Rp17.988 per Dolar AS Pagi Ini

Mhd Rabbani - Senin, 20 Juli 2026 09:28 WIB
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah 0,37% Berada di Level Rp17.988 per Dolar AS Pagi Ini
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Senin (20/7/2026) nilai tukar rupiah dibuka melemah berada di level Rp 17.988 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,37% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 17.921 per dolar AS. Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Rupiah mencatat pelemahan terdalam yakni 0,37%, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,29%. Sementara, peso Filipina melemah 0,16%, baht Thailand melemah 0,03% dan dolar Hong Kong yang melemah 0,005%. Sedangkan mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea menguat 0,38%, ringgit Malaysia menguat 0,21%. Kemudian, dolar Singapura menguat 0,05%, yuan China menguat 0,04% dan yen Jepang yang menguat 0,03% terhadap dolar AS. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 100,75, turun dari akhir pekan lalu yang ada di 100,76.

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak di kisaran Rp17.870 hingga Rp17.930 per Dolar AS

Pada perdagangan Jumat (17/7/2026) nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Walaupun, pergerakan nilai tukar rupiah pada awal pekan depan masih dibayangi ketidakpastian global, terutama memanasnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong harga minyak dunia tetap tinggi. Berdasarkan data Bloomberg, pada Jumat (17/7/2026) kurs rupiah di pasar spot ditutup menguat Rp 65 atau 0,36% menjadi Rp 17.921 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah spot menguat 0,80% dari posisi Rp 18.065 per dolar AS pada Jumat (10/7). Kurs rupiah Jisdor juga tercatat menguat Rp 97 atau 0,54% menjadi Rp 17.944 per dolar AS pada hari ini. Kurs rupiah Jisdor pun menguat dalam empat hari perdagangan beruntun. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,69% dari posisi Rp 18.069 per dolar AS pada akhir pekan lalu. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah didorong oleh sentimen domestik yang cukup positif. Terutama setelah Bank Indonesia (BI) melaporkan aktivitas dunia usaha pada kuartal II-2026 meningkat. Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tercatat sebesar 12,97%, naik dari 10,11% pada kuartal sebelumnya. Peningkatan tersebut ditopang oleh membaiknya kinerja sejumlah sektor utama, seperti pertanian, konstruksi, pertambangan, serta akomodasi dan makan minum seiring momentum hari besar keagamaan dan libur sekolah. Selain itu, kapasitas produksi terpakai juga meningkat menjadi 73,8% dari sebelumnya 73,33%. Peningkatan kapasitas produksi terpakai terutama ditopang oleh LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Pertambangan dan Penggalian, dan LU Pengadaan Listrik. “Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum tetap baik pada aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang tetap mudah,” ujarnya. Namun, Ibrahim mengingatkan bahwa sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan rupiah. Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target di Iran, yang dibalas Teheran dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terganggunya pasokan minyak dunia dan berpotensi mempertahankan harga minyak pada level tinggi. Kondisi ini juga dikhawatirkan dapat menghidupkan kembali tekanan inflasi global. Menurut Ibrahim, kenaikan harga minyak dapat mempersulit langkah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk segera memangkas suku bunga, meski data inflasi AS terbaru menunjukkan tekanan harga mulai mereda. “Pejabat Federal Reserve terus menekankan bahwa risiko inflasi tetap ada. Mereka membutuhkan beberapa bulan lagi data inflasi yang rendah sebelum mempertimbangkan penurunan suku bunga, terlebih harga minyak berpotensi tetap tinggi akibat konflik di Timur Tengah,” jelasnya. Untuk perdagangan Senin (20/7), Ibrahim memperkirakan rupiah berpeluang ditutup menguat. Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.870 hingga Rp 17.930 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Terjatuh di Zona Merah Ditutup di Level Rp17.758 per Dolar AS