Sabtu, 26 September 2026

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Masih Tak Bertenaga di Level Rp17.861 per Dolar AS

Mhd Rabbani - Selasa, 11 Agustus 2026 16:12 WIB
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Masih Tak Bertenaga di Level Rp17.861 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selesa (11/8/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot tak bertenaga dan menghentikan penguatan yang sudah terjadi untuk sesi keempat secara berturut-turut. Di mana nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 17.861 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,59% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.755 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Hingga pukul 15.00 WIB, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,84%. Diikuti, baht Thailand yang ambles 0,46%. Selanjutnya, dolar Taiwan yang sudah ditutup terkoreksi 0,22% dan rupee India tertekan 0,15%. Lalu, dolar Singapura terdepresiasi 0,09%. Berikutnya ada yen Jepang turun 0,04% dan ringgit Malaysia tergelincir 0,03%. Disusul, yuan China yang turun 0,02%. Kemudian, dolar Hong Kong terlihat melemah tipis 0,01% terhadap the greenback pada hari ini. Sementara itu, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang yang masih menguat terhadap dolar AS setelah naik 0,01%.

Nilai Tukar Rupiah tak Bertenaga Bersandar di Level Rp17.797 per Dolar AS Pagi Ini

Pada awal perdagangan Selasa (11/8/2026) nilai tukar rupiah tak bertenaga dibuka di level Rp 17.797 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot . Ternyata, hal ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,24% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.755 per dolar AS. Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,42%. Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang turun 0,05% dan dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,004% di pagi ini. Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,15%. Disusul, yen Jepang dan dolar Taiwan yang sama-sama terkerek 0,07%. Berikutnya, baht Thailand terangkat 0,06% dan dolar Singapura terapresiasi 0,02%. Kemudian ada yuan China yang melemah tipis 0,006% terhadap the greenback.

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Cenderung Bergerak dalam Ruang Gerak yang Terbatas

Pada perdagangan Senin (10/8/2026) laju nilai tukar rupiah bergerak sangat dinamis dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,8% ke level Rp 17.755 per dolar AS. Sedangkan menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Di mana nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.795 per dolar AS atau menguat 0,66% dari posisi Jumat sebelumnya di Rp 17.913 per dolar AS. Menanggapi hal tersebut, Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi menuturkan bahwa pergerakan rupiah pada awal pekan ini utamanya dipengaruhi oleh fase konsolidasi dolar AS. Meskipun greenback berada dalam posisi kuat secara tren jangka panjang, laju apresiasinya mulai mereda memasuki Agustus seiring pasar valuta asing yang menanti sinyal arah kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, para pelaku pasar terus memantau ketegangan geopolitik internasional, termasuk dinamika di Timur Tengah. “Kondisi geopolitik memicu kekhawatiran terhadap stabilitas rantai pasok global dan harga komoditas energi, yang secara tidak langsung berdampak pada stabilitas mata uang di kawasan Asia,” ungkap Rahma. Di sisi lain, sentimen pasar juga sangat sensitif terhadap rilis data ketenagakerjaan dan indikator makroekonomi AS terbaru. Menurut Rahma, jika data tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi AS yang persisten, ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lama (higher-for-longer) dapat kembali memberikan tekanan pelemahan terbatas pada rupiah dan mata uang regional. Dari dalam negeri, pasar tetap mencermati efektivitas instrumen stabilisasi moneter Bank Indonesia, termasuk pengelolaan likuiditas valas dan instrumen operasi pasar terbuka. Langkah intervensi moneter ini dinilai krusial untuk menjaga kecukupan likuiditas valas serta meredam volatilitas harian di tengah transisi kepemimpinan bank sentral. Melihat berbagai dinamika tersebut, Rahma memproyeksikan pergerakan rupiah terhadap dolar AS untuk perdagangan Selasa (11/8/2026) cenderung bergerak dalam ruang gerak yang terbatas. Untuk perdagangan Selasa (11/8/2026), mata uang rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.850 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau