Sabtu, 26 September 2026

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.700-Rp 18.000 per Dolar AS

Mhd Rabbani - Minggu, 16 Agustus 2026 16:13 WIB
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.700-Rp 18.000 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), nilai tukar rupiah di pasar spot menguat Rp 50 atau 0,28% dalam sehari menjadi Rp 17.827 per dolar AS. Dalam sepekan, nilai tukar rupiah menguat 0,39% dari posisi Rp 17.897 per dolar AS. Nilai tukar rupiah menutup perdagangan pekan ini dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Peluang apresiasi masih terbuka pada pekan depan, meski pasar tetap menghadapi sejumlah risiko dari perkembangan kebijakan The Federal Reserve (The Fed) dan geopolitik. Sejalan, kurs rupiah Jisdor hari ini menguat Rp 46 atau 0,26% secara harian menjadi Rp 17.836 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,43% dari Rp 17.913 per dolar AS. Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan mengatakan, penguatan rupiah sepanjang pekan ini terutama ditopang oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Menurut dia, data consumer price index (CPI) AS Juli relatif terkendali. Selain itu, producer price index (PPI) AS juga tidak mengalami kenaikan secara bulanan. "Setelah data tersebut, pasar memangkas probabilitas kenaikan suku bunga September menjadi sekitar 35%, dari sekitar 55% pada pekan sebelumnya. Kondisi ini ikut menahan dolar, dengan DXY berada di sekitar area 99-100, sehingga memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat," ujar Brahmantya. Dari dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia (BI) juga menjadi bantalan bagi rupiah. BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada Juli setelah sebelumnya menaikkan suku bunga secara agresif. Selain itu, BI dan pemerintah masih berupaya menjaga daya tarik imbal hasil aset rupiah untuk mempertahankan aliran modal asing. Meski demikian, Brahmantya menilai penguatan rupiah saat ini masih cukup rentan. Salah satu risiko datang dari kenaikan harga minyak akibat ketidakpastian hubungan AS-Iran. "Indonesia merupakan net importer minyak. Jika harga energi kembali melonjak, tekanan terhadap neraca perdagangan, inflasi, dan kebutuhan dolar domestik bisa meningkat," jelasnya. Memasuki perdagangan pekan depan, Brahmantya memperkirakan rupiah cenderung bergerak sideways dengan bias menguat terbatas. Prospek tersebut dapat bertahan apabila ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus menurun dan indeks dolar AS (DXY) mampu bertahan di bawah area 100-101. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati dua risiko utama. Pertama, perkembangan konflik AS-Iran serta kondisi di Selat Hormuz. Ketidakpastian di kawasan tersebut berpotensi kembali mendorong kenaikan harga minyak, dengan harga minyak Brent yang kembali menuju US$90 per barel atau lebih. Risiko kedua berkaitan dengan perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Meskipun data inflasi AS pada pekan ini cukup positif, tingkat inflasi AS masih berada di atas target. Jika data ekonomi berikutnya kembali menunjukkan penguatan atau harga energi mengalami lonjakan tajam, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali meningkat dan mendorong penguatan dolar AS. Sementara dari sisi domestik, pasar akan mencermati arah kebijakan BI dan perkembangan arus modal asing. Menurut Brahmantya, selama BI tetap menjaga stabilitas nilai tukar dan tidak terjadi arus keluar modal dalam jumlah besar, rupiah masih memiliki ruang untuk mempertahankan tren penguatannya. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Brahmantya memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.700-Rp 18.000 per dolar AS pada pekan depan.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau