Kamis, 24 September 2026

PELNI Kirim 200 Koli Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Berangkat dari Surabaya

Muchlis - Selasa, 18 Agustus 2026 16:21 WIB
PELNI Kirim 200 Koli Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Berangkat dari Surabaya
PELNI kirim bantuan gempa NTT
Topikseru.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI mulai mengerahkan jaringan pelayarannya untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman perdana diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (16/8/2026) malam. Sekitar 200 koli bantuan diangkut menggunakan KM Tidar dengan tujuan awal Pelabuhan Lorens Say, Maumere. Bantuan tersebut dijadwalkan tiba di Maumere pada Rabu (19/8) sekitar pukul 20.00 WITA. Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi mengatakan pengiriman tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap penanganan bencana di NTT. "Ini merupakan pemberangkatan perdana bantuan kemanusiaan yang kami angkut melalui KM Tidar. Ada sekitar 200 koli bantuan yang akan dibawa menuju Maumere, dengan muatan yang didominasi sembako dan kebutuhan pokok masyarakat," ujar Hana.

Bantuan Didominasi Kebutuhan Pokok

Muatan bantuan yang diberangkatkan melalui KM Tidar terdiri dari berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa. Beberapa di antaranya berupa beras, minyak goreng, popok bayi, biskuit dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Pengiriman bantuan mengikuti trayek reguler KM Tidar. Setelah dari Surabaya, kapal tersebut melayani sejumlah pelabuhan, termasuk Makassar, Baubau, Maumere, Larantuka, Lewoleba hingga Kupang. Dengan memanfaatkan jaringan pelayaran reguler, PELNI berharap distribusi logistik kemanusiaan dapat menjangkau wilayah terdampak tanpa harus menunggu adanya perjalanan khusus.

Lima Kapal PELNI Disiapkan untuk Distribusi Bantuan

[caption id="attachment_31780" align="alignnone" width="1200"]PELNI kirim bantuan gempa NTT PELNI membuka akses pengiriman bantuan kemanusiaan gratis ke wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur. Foto: Humas PELNI[/caption] Tak hanya KM Tidar, PELNI juga menyiapkan sejumlah armada yang melayani rute NTT untuk mendukung pengiriman bantuan gempa NTT. Kapal yang disiapkan antara lain KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Tilongkabila, KM Wilis dan KM Awu. Pengangkutan bantuan menggunakan kapal-kapal tersebut akan menyesuaikan jadwal keberangkatan serta pelabuhan yang menjadi bagian dari trayek masing-masing. Hana mengatakan PELNI juga membuka posko penerimaan bantuan di sejumlah cabang yang berada dalam jaringan rute kapal. Posko tersebut berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KOPP) setempat untuk memastikan proses pengiriman berjalan lancar. "PELNI akan menyesuaikan pengiriman bantuan dengan jadwal reguler kapal yang kami miliki. Kami juga menyiagakan armada yang melayani wilayah NTT untuk terus beroperasi dan mendukung upaya pemulihan masyarakat di daerah terdampak bencana," kata Hana.

KM Tidar Lanjutkan Perjalanan ke Sejumlah Wilayah NTT

Nakhoda KM Tidar Capt. Noviansyah Sarifrudin mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan agen PELNI di sejumlah pelabuhan yang akan disinggahi. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses bongkar muat bantuan maupun operasional kapal tetap berjalan sesuai ketentuan. "Kami berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah mempercayakan bantuan ini kepada PELNI. KM Tidar akan membawa bantuan hingga Maumere dan melanjutkan rute ke Larantuka, Lewoleba, dan Kupang," ujar Noviansyah. Bantuan kemanusiaan yang diangkut kapal PELNI nantinya didistribusikan sesuai tujuan dan mekanisme yang telah dikoordinasikan di masing-masing wilayah.

PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan untuk Korban Gempa

Sebelumnya, PELNI telah membuka fasilitas pengiriman bantuan kemanusiaan secara gratis bagi lembaga, komunitas maupun instansi yang ingin membantu korban gempa di NTT. Bantuan dapat diserahkan melalui posko penerimaan di cabang-cabang PELNI yang berada di jalur pelayaran kapal. Kebijakan tersebut memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah memanfaatkan konektivitas laut PELNI untuk mengirimkan kebutuhan dasar ke wilayah terdampak tanpa dibebani biaya pengangkutan. Melalui jaringan armada dan pelabuhan yang dimiliki, PELNI berupaya mengambil peran dalam mempercepat distribusi logistik sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana. Pengiriman bantuan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pelayaran, jadwal reguler kapal dan kelancaran operasional di setiap pelabuhan yang disinggahi.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
PELNI Perkuat Budaya Safety di 84 Kapal lewat Fleet Safety Excellence Award 2026
Erupsi Anak Krakatau, PELNI Pastikan Kapal Tetap Berlayar: Ini Jadwal dari Jakarta
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Erupsi Anak Krakatau, Gempa NTT, dan Karhutla
Sinergi BUMN Dorong Ekonomi & Sosial Banda Neira Lewat TJSL Berkelanjutan
TNI AL Operasi Korban Gempa NTT di Atas KRI dr. Soeharso-990
PELNI dan Pelindo Buka Posko Bantuan Gempa NTT di Tanjung Priok, Angkutan Gratis 100%