Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan Jumat (4/9/2026) nilai tukar rupiah berhasil mempertahankan penguatan ditutup di level Rp 17.642 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Hal ini membuat nilai tukar rupiah menguat 0,21% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.679 per dolar AS.
Diperdagangan sore ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,42%.
Selanjutnya ada won Korea Selatan terkerek 0,27% dan yuan China menanjak 0,1%. Disusul, dolar Singapura terangkat 0,02%.
Berikutnya, rupee India naik 0,007% dan baht Thailand yang terlihat menguat tipis 0,003% di sore ini.
Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,33% terhadap the greenback.
Kemudian ada peso Filipina yang ditutup turun 0,21%. Diikuti ringgit Malaysia tergelincir 0,04% dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,01%.
Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa Dibuka di Level Rp17.631 per dolar AS Pagi Ini
Pada awal perdagangan hari ini. Jumat (4/9/2026) nilai tukar rupiah tampil perkasa dibuka di level Rp 17.631 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Ternyata, hal ini membuat rupiah menguat 0,27% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.679 per dolar AS.
Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, mayoritas mata uang di Asia menguat.
Di mana, peso Filipina berada satu level di bawah rupiah setelah menanjak 0,26%. Selanjutnya ada dolar Taiwan yang terkerek 0,22% dan baht Thailand terangkat 0,09%.
Disusul, dolar Singapura naik 0,06%. Berikutnya, yuan China terlihat menguat tipis 0,02% terhadap the greenback.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,1%.
Diikuti, ringgit Malaysia yang turun 0,05%. Kemudian, yen Jepang tertekan 0,02% dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,006% pada pagi ini.
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat dalam Rentang Rp17.550-Rp17.720 per Dolar AS
Pada akhir perdagangan Kamis (3/9/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan ditutup di level Rp 17.679 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ternyata, hal ini membuat rupiah menguat 0,47% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.763 per dolar AS.
Sejalan dengan itu, rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ada di level Rp 17.689 per dolar AS atau menguat 0,46% secara harian.
Menanggapi hal tersebut, Analis mata uang dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan, penguatan rupiah pada perdagangan hari Kamis ini didorong oleh kombinasi sentimen eksternal dan internal.
"Sentimen eksternal terbaru adanya kemungkinan intervensi yen semalam. Dolar AS terkoreksi signifikan," kata Wahyu.
Sebelumnya, dolar AS sempat mengalami rebound kuat setelah pidato Ketua The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam Jackson Hole Symposium pada Jumat lalu.
Dalam pidatonya, Warsh menegaskan ancaman inflasi masih tinggi sehingga kembali membuka peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September.
Namun, tekanan terhadap dolar AS mulai mereda seiring penyesuaian likuiditas global dan perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
Menurut Wahyu, ekspektasi tersebut mulai diimbangi oleh aksi stabilisasi likuiditas sehingga kenaikan indeks dolar AS (DXY) ikut tertahan.
Indeks dolar AS saat ini berada di level 99,2 atau melemah 0,35% dalam sehari. Dari sisi domestik, penguatan rupiah juga ditopang oleh efektivitas intervensi dan langkah stabilisasi nilai tukar yang dilakukan BI melalui berbagai instrumen moneter domestik.
"Terjaganya pasokan valas di pasar domestik juga meredakan tekanan beli korporasi," ujar Wahyu.
Untuk perdagangan Jumat (4/9/2026), Wahyu memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan tren penguatan atau bergerak stabil dengan kecenderungan menguat (consolidated appreciation).
Menurut dia, momentum teknikal pada grafik harian turut mendukung prospek tersebut.
"Sentimen utamanya masih akan berpusat pada rilis data ekonomi tenaga kerja global dan respons pasar terhadap likuiditas akhir pekan," jelasnya.
Wahyu memperkirakan rupiah pada Jumat (4/9) akan bergerak dalam rentang Rp 17.550-Rp 17.720 per dolar AS.
Berita Terkait