Jumat, 06 November 2026

Pertanian Brebes Mulai Go Digital, 125 Penyuluh Ikuti Pelatihan E-Learning

Muchlis - Jumat, 06 November 2026 19:29 WIB
Pertanian Brebes Mulai Go Digital, 125 Penyuluh Ikuti Pelatihan E-Learning
125 penyuluh pertanian Kabupaten Brebes mengikuti simulasi e-learning PM-AAS menggunakan ponsel pintar.

Topikseru.com - Transformasi digital mulai merambah sektor penyuluhan pertanian di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 125 penyuluh pertanian mengikuti sosialisasi dan simulasi platform pembelajaran digital sebagai upaya mempercepat penyebaran pengetahuan serta mendukung penerapan teknologi pertanian modern.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari penguatan program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Melalui sistem pembelajaran elektronik atau e-learning, para penyuluh diharapkan dapat mengakses materi secara lebih fleksibel sekaligus meningkatkan kualitas pendampingan kepada petani.

Langkah ini diperkenalkan dalam rapat koordinasi dan sosialisasi PM-AAS yang berlangsung di Padepokan Kalisoga, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, pada 3 November 2026.

Baca Juga:

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai program, tetapi juga mencoba langsung platform pembelajaran digital melalui telepon pintar masing-masing.

Digitalisasi Penyuluhan Jadi Kunci Penerapan Pertanian Modern

Digitalisasi penyuluhan dinilai memiliki peran penting dalam menjembatani kesenjangan informasi antara pengembangan teknologi pertanian dan praktik budidaya di tingkat petani.

Penyuluh menjadi salah satu ujung tombak dalam proses tersebut. Mereka bertugas menerjemahkan kebijakan dan program pertanian dari pemerintah agar dapat dipahami serta diterapkan sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak, inisiatif, serta kreativitas para penyuluh.

Menurutnya, program yang berasal dari pemerintah pusat maupun provinsi membutuhkan pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik daerah. Dengan demikian, pelaksanaannya tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat menghasilkan penerapan nyata di lapangan.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Brebes menyampaikan komitmen para penyuluh untuk mendukung pelaksanaan PM-AAS. Dukungan tersebut mencakup upaya menjangkau petani serta mendampingi target luasan lahan yang menjadi sasaran program.

HPS Indonesia Kenalkan Platform E-Learning PM-AAS

Dalam agenda tersebut, HarvestPlus Solutions (HPS) Indonesia mengambil peran dalam pengenalan teknologi pembelajaran digital.

Tim HPS Indonesia memandu praktik dan simulasi penggunaan platform e-learning PM-AAS.

Para penyuluh diberi kesempatan mengakses materi melalui perangkat masing-masing sehingga dapat memahami cara kerja sistem secara langsung.

Model pembelajaran digital ini membuka peluang bagi penyuluh untuk mempelajari kembali materi sesuai kebutuhan.

Akses yang lebih fleksibel juga berpotensi membantu mereka memperbarui pengetahuan tanpa harus selalu mengikuti pertemuan tatap muka.

Bagi sektor pertanian, kemudahan akses informasi menjadi salah satu faktor penting. Perubahan teknologi budidaya, tantangan produksi, hingga kebutuhan penerapan praktik pertanian berkelanjutan menuntut penyuluh untuk terus meningkatkan kompetensi.

CropLife Indonesia Dorong Edukasi Penggunaan Pestisida yang Aman

Selain digitalisasi pembelajaran, penguatan kapasitas penyuluh juga mencakup aspek pengelolaan pestisida secara aman dan bertanggung jawab.

CropLife Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut dengan membawa agenda kolaborasi bersama HPS Indonesia melalui program Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF).

Salah satu fokus kolaborasi ini adalah memperluas pemahaman mengenai penggunaan pestisida yang tepat. Materi yang disampaikan mencakup keterampilan membaca label produk serta penerapan prinsip 6 Tepat dalam penggunaan pestisida.

Edukasi tersebut menjadi penting karena penggunaan pestisida membutuhkan pengetahuan yang memadai. Kesalahan dalam memilih produk, menentukan dosis, waktu aplikasi, maupun cara penggunaannya dapat menimbulkan risiko bagi pengguna, lingkungan, dan keberhasilan kegiatan budidaya.

Melalui peningkatan kapasitas penyuluh, informasi mengenai penggunaan pestisida yang aman diharapkan dapat diteruskan secara lebih luas kepada petani.

Ujung Tombak Transformasi Tetap Berada di Tingkat Petani

Penggunaan platform e-learning dan kolaborasi penguatan kapasitas menjadi bagian dari upaya membangun sistem penyuluhan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Namun, keberhasilan digitalisasi pertanian tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan atau banyaknya pengguna yang mengakses platform.

Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pengetahuan tersebut diterapkan dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Penyuluh diharapkan mampu membawa materi pembelajaran ke dalam diskusi kelompok tani, kegiatan pendampingan, hingga pengambilan keputusan budidaya di lahan.

Dengan dukungan teknologi pembelajaran, koordinasi pemerintah daerah, serta kolaborasi HPS Indonesia dan CropLife Indonesia, penguatan kapasitas penyuluh di Brebes diharapkan dapat menjadi fondasi bagi penerapan pertanian modern yang lebih efektif.

Pada akhirnya, transformasi digital di sektor pertanian akan memberikan nilai tambah apabila mampu meningkatkan kualitas pendampingan, memperluas akses informasi, serta mendorong praktik pertanian yang aman dan berkelanjutan.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
PELNI Gandeng Petani Klaten untuk Amankan Pasokan Beras
Ekspor Sumut Tembus Rp 258,96 Miliar, Kopi hingga Sarang Walet Jadi Andalan
Beras Sumut Surplus 27.633 Ton, Kawasan Pertanian Unggulan Terus Digenjot
Hari Perempuan Pedesaan 2026, Ada 912 Ribu Perempuan Bekerja di Sektor Pertanian Sumut
NTP Sumut Naik 0,64 Persen, Cabai hingga Sawit Jadi Penopang Pendapatan Petani
Petani Sumut Panen Raya, Bulog Serap 42,9 Ribu Ton Gabah Penguat Stok Pangan