Topikseru.com, Medan - Galeri Mustika Deli Dekranasda Kota Medan mencatat omzet Rp608,46 juta selama periode Juli hingga September 2026. Capaian tersebut menjadi indikasi awal adanya potensi pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pemerintah Kota Medan.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Medan, nilai transaksi galeri yang berlokasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan itu mencapai Rp 608.459.986 dalam tiga bulan pertama operasionalnya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Hendra Ridho, mengatakan capaian tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kehadiran ruang pemasaran khusus produk unggulan daerah.
Baca Juga:
"Total omzet di Galeri Mustika Deli Dekranasda Kota Medan dari Juli-September 2026 sekitar Rp 608.459.986," ujar Hendra Ridho di Medan, Selasa (27/10/2026).
Galeri Mustika Deli baru diluncurkan Wali Kota Medan pada Juli 2026. Kehadirannya menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk UMKM binaan pemerintah daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Namun, keberlanjutan kinerja penjualan akan bergantung pada kemampuan pengelola menjaga kunjungan, memperluas jangkauan konsumen, serta memastikan produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Hendra mengatakan jumlah pengunjung relatif ramai, terutama ketika berlangsung kegiatan tertentu, baik berskala lokal maupun nasional.
Menurut dia, lokasi galeri di dalam MPP Kota Medan memberikan keuntungan dari sisi aksesibilitas. Masyarakat yang datang untuk mengurus pelayanan administrasi berpeluang melihat dan membeli berbagai produk unggulan yang dipajang di galeri tersebut.
Selain masyarakat umum, pengunjung juga berasal dari tamu pemerintah. Sejumlah kegiatan pemerintahan yang digelar di lokasi itu turut dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan ke Galeri Mustika Deli.
Strategi tersebut membuka peluang bagi produk UMKM untuk dikenal oleh konsumen yang sebelumnya mungkin belum mengetahui keberadaan maupun ragam produk lokal Kota Medan.
Hendra mengatakan pelibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas, menjadi salah satu strategi untuk mendorong kunjungan sekaligus meningkatkan transaksi penjualan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi UMKM binaan pemerintah kota. Dengan semakin banyak konsumen yang mengenal produk lokal, pelaku usaha berpeluang mendapatkan tambahan saluran penjualan di luar pemasaran konvensional.
Keberadaan Galeri Mustika Deli juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menemukan beragam produk unggulan daerah dalam satu lokasi.
Bagi pelaku UMKM, akses terhadap tempat pemasaran yang strategis dapat membantu mempertemukan produk dengan calon pembeli. Sementara bagi pemerintah daerah, peningkatan transaksi menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program pengembangan usaha.
Penguatan promosi, penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan komunitas, serta pengenalan produk secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari strategi untuk memperluas basis konsumen.
Evaluasi kinerja juga perlu memperhatikan jumlah transaksi, nilai rata-rata pembelian, jenis produk yang paling diminati, serta kontribusi penjualan terhadap pendapatan masing-masing pelaku UMKM.
Meski demikian, data omzet yang tersedia belum merinci jumlah transaksi, keuntungan bersih, ataupun distribusi pendapatan yang diterima para pelaku usaha.
Karena itu, nilai penjualan Rp 608,46 juta belum dapat langsung disamakan dengan keuntungan yang diperoleh UMKM.
Pemerintah Kota Medan berharap keberadaan Galeri Mustika Deli tidak hanya memudahkan masyarakat membeli produk unggulan daerah, tetapi juga membantu memperkuat pemasaran dan mendorong perkembangan UMKM lokal.
Ke depan, konsistensi promosi dan kemampuan mengubah kunjungan menjadi transaksi berulang akan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan penjualan produk UMKM di Kota Medan.