Kamis, 05 November 2026

Bitcoin Tembus US$80.000 Pasca Pemilu Sela AS, Ethereum dan Altcoin Merekah

Muchlis - Kamis, 05 November 2026 02:43 WIB
Bitcoin Tembus US$80.000 Pasca Pemilu Sela AS, Ethereum dan Altcoin Merekah
Ilustrasi - Pergerakan harga Bitcoin (BTC) melonjak kembali menembus level psikologis US$80.000 pada perdagangan Rabu (4/11/2026) malam.

Topikseru.com - Harga Bitcoin hari ini mengukir aksi rebound tajam hingga memecahkan kembali level psikologis US$80.000 per keping. Tren pemulihan ini dipicu oleh reda-nya ketidakpastian politik di Amerika Serikat (AS) usai hasil Pemilu Sela mengonfirmasi peta kekuatan baru di Parlemen.

Berdasarkan data CoinGecko pada Rabu (4/11/2026) pukul 22.13 WIB, aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar ini melesat 4,11 persen dalam 24 jam terakhir ke posisi US$80.512 per keping. Di pasar domestik via bursa Pintu, pergerakan btc to idr bertengger di Rp 1.463.197.361 per keping, menguat 4,29 persen.

Lonjakan ini tergolong dramatis mengingat pada pukul 10.10 WIB pagi harinya, Bitcoin sempat terperosok ke titik terendah harian di level US$75.695 tatkala hasil perhitungan cepat Pemilu Sela AS mengindikasikan kemenangan Partai Demokrat atas kendali Kongres (DPR dan Senat).

Baca Juga:

Redanya FAKTOR Ketidakpastian dan Relaksasi Pasar Derivatif

Sejumlah analis mengemukakan bahwa penurunan drastis pada sesi pagi bukan disebabkan oleh penolakan pasar terhadap kemenangan Partai Demokrat, melainkan manifestasi dari ketegangan spekulatif sebelum hasil akhir terkonsolidasi.

"Kemenangan tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Pergerakan liar semalam lebih mencerminkan pengangkatan beban ketidakpastian dari pundak para pelaku pasar," papar Nicolas Quatravaux dari Paradigm.

Senada, volatility indikator di pasar derivatif langsung mendingin. Volatilitas tersirat opsi Bitcoin tenor satu minggu meluncur dari 41 persen ke level 34 persen.

Meskipun pemerintahan terbelah diprediksi akan memperlambat pengesahan RUU Struktur Pasar Kripto di era kepemimpinan Presiden Donald Trump, pelaku pasar meyakini kecil kemungkinan lahirnya regulasi yang bersifat destruktif.

Indikator Aset / Pasar, Pergerakan Nilai, dan Status per 4 November 2026:

  • Bitcoin (BTC) - 4,11% (24 Jam) - US$80.512 (Rp 1,46 Miliar)
  • Ethereum (ETH) - +6,46% (24 Jam) - US$2.427,77 (Rp 43,6 Juta)
  • Solana (SOL) - +2,57% (24 Jam) - Rp 1.733.472
  • Ripple (XRP) - +3,61% (24 Jam) - Rp 23.956
  • Indeks Dolar AS (DXY) - -0,44% - Level terendah sejak 29 September
  • Saham Coinbase (COIN) - +2,02% - US$148,39

Tantangan Arus Keluar ETF Spot dan Rilis Data Tenaga Kerja

Kendati menguat tajam, analisis harga Bitcoin 2026 menunjukkan bahwa reli ini belum didukung secara penuh oleh investor institusional pasar spot.

Data SoSoValue mencatat instrumen arus keluar ETF Bitcoin spot masih berlanjut sebesar US$115,56 juta pada 3 November 2026 - menandai hari ketiga penarikan modal secara berturut-turut.

ETF IBIT besutan BlackRock mencatatkan penguapan dana paling deras hingga US$94,98 juta.

Di sisi lain, pergerakan positif Bitcoin turut memantik penguatan pada harga Ethereum hari ini yang melonjak 6,46 persen ke US$2.427,77, serta saham bursa kripto Coinbase (COIN) yang naik 2,02 persen di Nasdaq.

Pelaku pasar global kini mengalihkan perhatian penuh pada pengumuman data ketenagakerjaan (Non-Farm Payrolls) AS yang dijadwalkan rilis pada Jumat (6/11/2026) mendatang guna menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Bitcoin Tertekan Jelang Rapat The Fed, Harga BTC Bertahan di US$80.000
Akun Kripto RI Tembus 22,93 Juta, Industri Mulai Bidik Ekonomi Blockchain
The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Tokocrypto Peringatkan Risiko Pasar Kripto
Harga Bitcoin Naik 4,97% Bertengger di level US$81.077 per Koin Didorong Pelemahan Dolar AS
Harga Bitcoin Melorot 0,2 Persen Tersudut di Level U$D77.132,6
Harga Kripto Mayoritas Menguat di Perdagangan Selasa (1/9/2026): Bitcoin Menguat 1,44% dan Ethereum 2,13%