Topikseru.com - Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, menepis tudingan yang menyebut Albiceleste mendapat perlakuan istimewa dari FIFA dalam perjalanan menuju final Piala Dunia 2026. Menurutnya, keberhasilan Argentina kembali melangkah ke partai puncak merupakan hasil dari kerja keras, kualitas permainan, dan mental juara yang diperlihatkan sepanjang turnamen.
Pernyataan tersebut disampaikan Messi setelah Argentina memastikan tempat di final usai menaklukkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Kemenangan itu sekaligus mengantar Argentina mencatat sejarah dengan tampil di dua final Piala Dunia secara beruntun setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2022.
Messi Jawab Kritik Soal Perlakuan Istimewa
Dalam beberapa hari terakhir, Argentina menjadi sorotan setelah muncul berbagai tudingan di media sosial yang menyebut tim asuhan Lionel Scaloni memperoleh keuntungan dari keputusan wasit maupun teknologi VAR.
Messi memilih menjawab kritik tersebut dengan menegaskan bahwa seluruh pencapaian Argentina diperoleh melalui perjuangan di lapangan.
"Sungguh luar biasa apa yang telah kami capai. Kami kembali lolos ke final Piala Dunia. Mungkin ada orang yang sedih melihatnya dan mereka bisa mengatakan apa pun yang mereka inginkan. Namun, tim ini telah menunjukkan bahwa hasil yang kami raih adalah hasil kerja keras," ujar Messi kepada DSports, seperti dikutip jurnalis sepak bola Fabrizio Romano.
Komentar itu menjadi respons atas berbagai spekulasi yang berkembang sejak babak gugur turnamen, termasuk setelah kemenangan kontroversial Argentina atas Mesir di babak 16 besar.
Bangkit dari Ketertinggalan, Argentina Tunjukkan Mental Juara
Pada laga semifinal menghadapi Inggris, Argentina sempat berada dalam posisi sulit setelah Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul lebih dulu.
Namun, Albiceleste menunjukkan karakter sebagai juara bertahan.
Gol penyama kedudukan dicetak Enzo Fernández sebelum Lautaro MartÃnez memastikan kemenangan lewat gol kedua. Di balik dua gol tersebut, Messi memainkan peran krusial dengan mencatatkan dua assist yang membuka jalan menuju final.
Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, pengaruh kapten berusia 39 tahun itu kembali menjadi pembeda dalam pertandingan penting.
"Kami Tidak Hanya Berjuang, Kami Bermain Lebih Baik"
Lionel Messi menilai kemenangan atas Inggris bukan semata-mata karena semangat juang, tetapi juga kualitas permainan yang mampu ditampilkan timnya sepanjang laga.
Menurut peraih delapan Ballon d'Or itu, Argentina tetap mampu mengendalikan jalannya pertandingan meski sempat tertinggal lebih dahulu.
"Kami bersaing, kami berjuang, dan kami juga bermain dengan baik. Lihat saja bagaimana kami bermain hari ini. Kami mampu mendominasi Inggris meski sedang tertinggal," katanya.
Statistik pertandingan juga menunjukkan Argentina tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dan mampu mengontrol tempo permainan pada babak kedua hingga membalikkan keadaan.
Selangkah Lagi Pertahankan Gelar Juara Dunia
Keberhasilan mencapai final membuat Argentina berpeluang mempertahankan trofi Piala Dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Jika berhasil mengalahkan Spanyol, Albiceleste akan menjadi salah satu negara yang sukses menjuarai dua edisi Piala Dunia secara beruntun, sebuah pencapaian yang sangat langka dalam sejarah sepak bola modern.
Messi mengaku bangga melihat perjuangan seluruh anggota tim yang kembali membawa kebahagiaan bagi masyarakat Argentina.
"Saya bangga dan bahagia bisa membuat seluruh rakyat Argentina ikut merasakan kebahagiaan ini," tutur pemain yang telah menjadi ikon sepak bola dunia tersebut.
Final Argentina vs Spanyol Jadi Duel Dua Generasi
Di partai final, Argentina akan menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Prancis pada semifinal.
Laga yang dijadwalkan berlangsung di Stadion New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan dalam sejarah Piala Dunia.
Pertemuan tersebut bukan hanya mempertemukan dua tim terbaik di turnamen, tetapi juga menghadirkan duel dua generasi. Argentina masih mengandalkan pengalaman Lionel Messi, sedangkan Spanyol tampil dengan skuad muda bertabur talenta seperti Lamine Yamal, Pedri, Nico Williams, dan sejumlah pemain yang menjadi wajah baru sepak bola Eropa.
Bagi Messi, final ini berpotensi menjadi salah satu momen terbesar dalam kariernya apabila mampu membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia sekaligus menutup perjalanan di Piala Dunia dengan prestasi sempurna.
Berita Terkait