Rabu, 23 September 2026

Daftar Daerah Paling Gemar Membaca di Sumut, Nias Selatan Juara, Medan Peringkat Berapa?

ari tanjung - Senin, 06 Juli 2026 07:37 WIB
Daftar Daerah Paling Gemar Membaca di Sumut, Nias Selatan Juara, Medan Peringkat Berapa?
Diagram batang yang memperlihatkan perbandingan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat di kabupaten dan kota di Sumatera Utara tahun 2025
Topikseru.com, Medan – Budaya membaca masyarakat Sumatera Utara pada 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Berdasarkan hasil Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Masyarakat 2025 yang dirilis Perpustakaan Nasional, skor TGM Provinsi Sumatera Utara mencapai 59,36. Angka tersebut menggambarkan bahwa kebiasaan membaca masyarakat sudah berada pada tingkat yang cukup baik. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, terdapat kesenjangan yang cukup mencolok antar kabupaten dan kota. Kabupaten Nias Selatan menjadi daerah dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Sumatera Utara dengan skor 68,39. Nilai tersebut juga didukung oleh seluruh indikator penyusunnya, mulai dari pra membaca sebesar 61,30, saat membaca 68,46, hingga pasca membaca mencapai 71,01. Capaian itu menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya memiliki ketertarikan untuk membaca, tetapi juga mampu memahami dan memanfaatkan informasi yang diperoleh setelah membaca. Posisi berikutnya ditempati Nias dengan skor 65,58, disusul Nias Utara 64,68, Kota Gunungsitoli 62,64, dan Tapanuli Utara 61,61. Menariknya, wilayah Kepulauan Nias mendominasi daftar daerah dengan budaya membaca terbaik di Sumatera Utara. Hal ini memperlihatkan bahwa upaya peningkatan literasi di sejumlah daerah kepulauan mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Sebaliknya, kondisi berbeda terlihat di Nias Barat. Kabupaten tersebut mencatatkan Tingkat Kegemaran Membaca hanya 21,67, menjadi yang terendah di Sumatera Utara. Seluruh komponen penyusunnya juga berada pada level rendah, yakni pra membaca 19,52, saat membaca 21,58, dan pasca membaca 22,63. Selain Nias Barat, Padang Lawas Utara juga menjadi daerah yang masih menghadapi tantangan besar dengan skor 34,11, jauh di bawah rata-rata provinsi. Perbedaan antara Nias Selatan sebagai daerah tertinggi dan Nias Barat sebagai daerah terendah mencapai 46,72 poin. Selisih tersebut menunjukkan bahwa pemerataan budaya literasi di Sumatera Utara masih belum sepenuhnya tercapai. Medan Sedikit di Atas Rata-rata Provinsi Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Sumatera Utara, Kota Medan mencatatkan skor 59,74, hanya sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi yang berada di angka 59,36. Komponen penyusunnya terdiri atas pra membaca 54,46, saat membaca 58,96, dan pasca membaca 62,93. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun fasilitas pendidikan, perpustakaan, hingga akses internet di Medan relatif lebih lengkap dibanding banyak daerah lain, tingkat kegemaran membaca masyarakatnya belum jauh meninggalkan rata-rata provinsi. Sementara itu, sejumlah daerah lain juga mencatatkan skor yang relatif tinggi, seperti Tapanuli Selatan (61,20), Dairi (61,03), Pakpak Bharat (60,42), Labuhan Batu Selatan (60,28), dan Padang Lawas (60,11). Di kelompok menengah terdapat Mandailing Natal (59,69), Deli Serdang (59,66), Langkat (59,57), Batu Bara (59,33), Kota Pematangsiantar (59,16), serta Serdang Bedagai (59,02). Literasi Tak Sekadar Membaca Buku Survei Perpustakaan Nasional mengukur Tingkat Kegemaran Membaca melalui tiga tahapan utama. Tahap pra membaca menggambarkan ketertarikan masyarakat terhadap aktivitas membaca. Tahap saat membaca mengukur kebiasaan dan intensitas membaca, sedangkan pasca membaca melihat sejauh mana informasi yang diperoleh dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkat provinsi, skor pasca membaca mencapai 61,99, lebih tinggi dibanding pra membaca yang berada di angka 54,29. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat yang sudah terbiasa membaca cenderung mampu memanfaatkan informasi yang diperoleh. Tantangan terbesar justru terletak pada tahap awal, yaitu membangun minat dan kebiasaan untuk mulai membaca. Data juga mencatat bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Samosir belum memiliki data pada survei tahun 2025 sehingga belum dapat dibandingkan dengan daerah lainnya.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Kisah Kevin Vincent, Mahasiswa ITB Berusia 14 Tahun: Pernah Gagal SNBP hingga Lolos FTTM lewat SNBT
Pemerintah Siapkan Beasiswa untuk Ribuan Mahasiswa Korban Bencana NTT
Siswa Deli Serdang Raih 4 Medali di Olimpiade Internasional Malaysia
Sidang Korupsi Smartboard Langkat: Terdakwa Ungkap Permintaan Komisi 44 Persen
Survei: 76 Persen Orang Tua Kenali Perbedaan Anak Neurodivergen Sebelum Diagnosis
Tangis Haru Ibu Antar Anak Masuk Sekolah Rakyat, Harapan Baru Keluarga Kurang Mampu