Topikseru.com, Padang - Perpustakaan masih menjadi ruang belajar yang digunakan masyarakat Indonesia. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 11,61% penduduk berusia lima tahun ke atas mengunjungi perpustakaan dalam tiga bulan sebelum survei.
Di tingkat provinsi, Sumatra Barat mencatat tingkat kunjungan tertinggi secara nasional, yakni 17,75%. Angka tersebut berada 6,14 poin persentase di atas rata-rata nasional atau sekitar 1,53 kali lebih tinggi dibanding capaian Indonesia.
Berdasarkan data Susenas September 2025, berikut provinsi dengan proporsi penduduk yang mengunjungi perpustakaan dalam tiga bulan terakhir.
| Peringkat | Provinsi | Persentase |
|---|---|---|
| 1 | Sumatra Barat | 17,75% |
| 2 | DI Yogyakarta | 16,78% |
| 3 | DKI Jakarta | 16,05% |
| 4 | Kepulauan Bangka Belitung | 15,44% |
| 5 | Aceh | 15,32% |
| 6 | Nusa Tenggara Barat | 15,13% |
| 7 | Bengkulu | 14,46% |
| 8 | Kalimantan Utara | 13,98% |
| 9 | Sulawesi Selatan | 13,46% |
| 10 | Kalimantan Selatan | 13,27% |
Seluruh provinsi dalam daftar tersebut mencatat tingkat kunjungan yang berada di atas rata-rata nasional sebesar 11,61%.
Perbedaan antara provinsi peringkat pertama dan kedua mencapai 0,97 poin persentase, sementara jarak antara posisi kedua dan ketiga sebesar 0,73 poin. Adapun selisih antara peringkat pertama dan kesepuluh mencapai 4,48 poin persentase.
Rentang tersebut menunjukkan bahwa kelompok provinsi dengan tingkat kunjungan tertinggi memiliki capaian yang relatif berdekatan, meski Sumatra Barat tetap menjadi pemimpin nasional.
Komposisi daerah dalam daftar menunjukkan dominasi provinsi di luar Pulau Jawa.
Dari sepuluh provinsi dengan tingkat kunjungan perpustakaan tertinggi, tujuh berasal dari luar Jawa, yaitu:
Sementara Pulau Jawa diwakili oleh DI Yogyakarta dan DKI Jakarta.
Komposisi ini mengindikasikan bahwa tingkat pemanfaatan perpustakaan tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat metropolitan atau wilayah dengan jumlah perguruan tinggi terbesar.
Sebanyak empat provinsi membukukan tingkat kunjungan di atas 15%, yaitu:
Aceh berada sangat dekat dengan kelompok tersebut melalui capaian 15,32%, disusul Nusa Tenggara Barat sebesar 15,13%.
Secara nasional, 11,61% penduduk usia lima tahun ke atas mengunjungi perpustakaan dalam tiga bulan sebelum pelaksanaan Susenas September 2025. Artinya, sekitar satu dari sembilan penduduk tercatat memanfaatkan layanan perpustakaan pada periode tersebut.
Data ini menggambarkan variasi tingkat pemanfaatan perpustakaan antarprovinsi, dengan seluruh daerah dalam daftar 10 besar mencatat persentase yang melampaui rata-rata nasional