Rabu, 23 September 2026

Kumpulan Puisi 17 Agustus yang Penuh Makna, Bangkitkan Nasionalisme Anak Bangsa

Mhd Rabbani - Minggu, 16 Agustus 2026 19:32 WIB
Kumpulan Puisi 17 Agustus yang Penuh Makna, Bangkitkan Nasionalisme Anak Bangsa
Puisi 17 Agustus
Topikseru.com, Jakarta - Kumpulan Puisi 17 Agustus yang Penuh Makna di mana  Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia kerap diisi dengan penampilan membaca puisi. Apabila kamu tengah mencari referensi puisi yang cocok untuk dibawakan di peringatan HUT RI ini, berikut kumpulan contoh puisi 17 Agustus yang bisa meningkatkan nasionalisme. Sejarah Pada Senin, 17 Agustus 2026, rakyat Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ke-81 kemerdekaan ini mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Rakyat Indonesia biasanya memiliki banyak cara untuk merayakan hari kemerdekaan, salah satunya adalah dengan membaca puisi yang memiliki tema kemerdekaan. AsiaTenggara & Kepulauan Pasifik

Kumpulan Puisi 17 Agustus yang Penuh Makna, Bangkitkan Nasionalisme Anak Bangsa

Berikut kumpulan contoh puisi yang cocok untuk ditampilkan di peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus. 1. Atas Kemerdekaan (Karya Sapardi Djoko Damono) Kita berkata: jadilah dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut Di atasnya: langit dan badai tak henti-henti Di tepinya cakrawala Sejarah Terjerat juga akhirnya Kita, kemudian adalah sibuk Mengusut rahasia angka-angka Sebelum Hari yang ketujuh tiba Sebelum kita ciptakan pula Firdaus Dari segenap mimpi kita Sementara seekor ular melilit pohon itu: Inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah Keteguhan Sang Garuda (Karya Chairil Anwar) Kau terlahir dari sebuah gagasan Prinsip yang telah menjadikanmu sebagai lambang Bersumber dari perjuangan seluruh rakyat Berembuskan napas kemerdekaan Di tubuhmu terukir simbol yang penuh makna Terdiri atas banyaknya harapan Tersisip akan impian Hingga menjadikanmu gagah dan mulia Sorot pandangmu yang tajam Tubuh yang tegap dan tegar Mencerminkan rakyat negerimu Serta kuatnya semangat yang menopangnya 2. Diponegoro (Karya Chairil Anwar) Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. Pedang di kanan, keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. Sekali berarti Sudah itu mati. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang 3. Merah Putih untuk Pertiwi (Karya Alfin Nihayatul Islamiyah) Guratan tinta emas dalam kertas bekas Memori masa kelam terlintas Dalam balutan darah yang masih menggenang Melaju melewati masa menjadi kenangan Maksud terbuai dalam hati yang luluh Kisa puluhan tahun yang beradu dalam peluh Kelu; rasanya hati berdayuh-dayuh Kertas bekas waktu menjadi rapuh Merdeka! Diiringi Indonesia raya yang menggema Air mata yang siap meluncur kapan saja AsiaTenggara & Kepulauan Pasifik Penantian di penghujung usia Akhir kata yang menjadi lega seluruh warga bumiputera 4. Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail) Tidak ada pilihan lain Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur Apakah akan kita jual keyakinan kita Dalam pengabdian tanpa harga Akan maukah kita duduk satu meja Dengan para pembunuh tahun yang lalu Dalam setiap kalimat yang berakhiran "Duli Tuanku?" Tidak ada lagi pilihan lain Kita harus Berjalan terus Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan Dan seribu pengeras suara yang hampa suara Tidak ada lagi pilihan lain Kita harus Berjalan terus 5. Pahlawan Tak Dikenal (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapang Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang Wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sepi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu Dia masih sangat muda Hari itu 10 November, hujanpun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya Astronomi Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda. 6. Merah Putih Tak Pernah Pudar Merah putih berkibar megah, Menyapa langit penuh berkah. Di balik warnanya tersimpan cerita, Tentang perjuangan para pahlawan bangsa. Kemerdekaan bukan sekadar sejarah, Melainkan amanah yang harus dijaga. Dengan kerja keras dan cinta tanah air, Indonesia akan terus berdiri tegak. 7. Indonesia Rumah Kita Di tanah ini aku dilahirkan, Dengan ribuan budaya yang menawan. Berbeda bahasa, suku, dan keyakinan, Namun tetap satu dalam persatuan. Mari rawat negeri tercinta, Dengan saling menghargai sesama. Karena Indonesia akan semakin kuat, Jika seluruh rakyatnya tetap bersatu. Demikian adalah kumpulan contoh puisi 17 Agustus yang penuh makna untuk meningkatkan nasionalisme.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Herdman Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Timnas Indonesia Diminta Fokus Satu Laga
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
Penyelam Bongkar Kamar KM Virgo, Banyak Korban Masih Terjebak di Dalam Bangkai Kapal
Rizky Eka Dipanggil Timnas Indonesia: Skuad John Herdman Tembus 25 Pemain
Polrestabes Medan Buru Pemasok Vape Narkoba Jaringan DJ Kamboja