Topikseru.com - Kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 ikut menjadi sorotan publik. Setelah menuai kontroversi, Raffi akhirnya memberikan penjelasan mengenai alasan dirinya datang dan sejauh mana keterlibatannya dalam kegiatan tersebut.
Raffi menegaskan bahwa dirinya hanya hadir sebagai tamu undangan. Ia mengaku baru menerima informasi mengenai acara itu pada malam sebelum kegiatan berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (30/10/2026). Raffi sekaligus membantah terlibat dalam proses perencanaan maupun penyusunan acara yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Baca Juga:
"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara," tulis Raffi.
Dia juga mengaku tidak mengetahui secara rinci susunan kegiatan maupun identitas seluruh pihak yang hadir. Menurutnya, kehadiran sebagai undangan tidak berarti dirinya ikut menentukan konsep atau pelaksanaan acara.
Peserta bernama Bayu Setiadi alias Dino belakangan mengaku bukan mahasiswa. Dalam video klarifikasi yang diunggah BEM Universitas Dian Nusantara, ia menyatakan dirinya menerima bayaran untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
Pengakuan itu memicu pertanyaan publik mengenai penyelenggaraan deklarasi yang mengatasnamakan mahasiswa. Terlebih, kegiatan tersebut berlangsung sehari setelah aksi demonstrasi mahasiswa dari sejumlah universitas.
Raffi menegaskan dirinya tidak terlibat dalam penyusunan acara maupun mengetahui detail pihak-pihak yang diundang. Dengan demikian, ia meminta publik tidak mengaitkan kehadirannya dengan keputusan teknis penyelenggara.
Dia membantah memiliki peran dalam pengaturan kemunculan merek tersebut. Menurut Raffi, gapura dan pembatas jalan yang menampilkan identitas merek sudah terpasang jauh sebelum acara berlangsung.
"Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya," ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan di tengah polemik mengenai dugaan keterlibatan merek dalam kegiatan deklarasi. Raffi menegaskan bahwa dirinya tidak mengatur ataupun menentukan elemen tersebut.
Dia menilai kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang harus dihormati. Raffi juga menegaskan bahwa suara mahasiswa memiliki peran penting dalam kehidupan publik.
Ia mengaku terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun, ia berharap penilaian terhadap dirinya tetap didasarkan pada informasi yang benar, bukan tuduhan yang belum terbukti.
Kontroversi acara ini semakin menjadi perhatian setelah muncul pengakuan peserta yang disebut bukan mahasiswa.
Publik pun mempertanyakan proses penyelenggaraan kegiatan yang menggunakan nama mahasiswa tersebut.
Hingga kini, klarifikasi Raffi menitikberatkan pada posisi dirinya sebagai tamu undangan, bukan bagian dari pihak yang merancang acara.
Sementara itu, polemik mengenai peserta dan proses penyelenggaraan deklarasi menjadi persoalan tersendiri yang perlu dijelaskan oleh pihak penyelenggara.