Minggu, 01 November 2026

Raffi Ahmad Dihantam Cancel Culture, RANS Carnival Jogja Terancam Sepi Usai Musisi dan UMKM Mundur

Muchlis - Sabtu, 31 Oktober 2026 21:49 WIB
Raffi Ahmad Dihantam Cancel Culture, RANS Carnival Jogja Terancam Sepi Usai Musisi dan UMKM Mundur
Raffi Ahmad menjadi sorotan publik setelah kontroversi kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda 2026 berdampak pada RANS Carnival Jogja.

Topikseru.com - Gelombang kritik terhadap Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mulai berdampak pada kegiatan bisnis dan hiburan yang berada di bawah naungan RANS. Kontroversi kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, berujung pada seruan boikot yang ikut menyasar penyelenggaraan RANS Carnival di Yogyakarta.

Acara yang dijadwalkan berlangsung di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 itu dilaporkan kehilangan sejumlah pengisi acara dan peserta pameran UMKM.

Beberapa musisi, di antaranya Guyon Waton, Masdddho, OM Wawes, dan Tipe-X, disebut memutuskan mundur. Selain itu, sekitar 95 persen pelaku UMKM lokal dikabarkan membatalkan keikutsertaan mereka.

Baca Juga:

Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana kontroversi yang melibatkan figur publik dapat merembet ke aktivitas ekonomi dan pihak lain yang tidak secara langsung terlibat dalam persoalan awal.

Kontroversi Bermula dari Kehadiran Raffi di Bundaran HI

Polemik yang menyeret Raffi Ahmad bermula dari kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi sorotan karena berlangsung sehari setelah aksi demonstrasi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi pada 28 Oktober 2026.

Sebagian masyarakat menilai deklarasi itu tidak sensitif terhadap situasi yang sedang berkembang dan mempertanyakan penggunaan nama mahasiswa dalam kegiatan tersebut.

Kritik juga datang dari sejumlah figur publik. Kreator konten Andovi da Lopez, misalnya, menyampaikan kritik melalui konten yang diunggahnya di media sosial.

Di tengah gelombang kecaman, Raffi memberikan klarifikasi. Ia menyatakan kehadirannya semata-mata sebagai undangan yang baru diterima pada malam sebelum acara.

Raffi juga membantah terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan kegiatan. Ia mengaku tidak mengetahui secara terperinci susunan acara dan pihak-pihak yang akan hadir.

Meski sudah memberikan penjelasan, kritik terhadap Raffi tetap berkembang di media sosial. Sebagian warganet menilai kehadirannya sebagai pejabat publik seharusnya disertai pertimbangan terhadap kondisi sosial yang sedang berlangsung.

RANS Carnival Jogja Ikut Terdampak

Dampak kontroversi kemudian meluas ke RANS Carnival Jogja. Sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil dilaporkan menarik diri dari acara tersebut.

Nama Guyon Waton, Masdddho, OM Wawes, dan Tipe-X termasuk dalam daftar pengisi acara yang disebut mundur. Keputusan itu menambah tantangan bagi penyelenggara menjelang pelaksanaan kegiatan.

Tidak hanya sektor hiburan, pelaku usaha kecil juga disebut terkena imbas. Sekitar 95 persen UMKM lokal dikabarkan membatalkan partisipasi mereka.

Jika angka tersebut terkonfirmasi, dampaknya berpotensi cukup besar bagi pelaku usaha yang sebelumnya berharap memperoleh pendapatan dari keramaian pengunjung.

Mundurnya musisi dan peserta UMKM juga memperlihatkan bahwa kontroversi figur publik dapat menciptakan efek berantai.

Pihak yang terdampak bukan hanya individu yang menjadi sasaran kritik, tetapi juga mitra, pekerja, dan pelaku usaha yang terhubung dengan kegiatan tersebut.

Namun, alasan masing-masing musisi dan UMKM mundur tetap perlu dipastikan melalui pernyataan langsung agar tidak seluruh keputusan pembatalan otomatis dikaitkan dengan satu faktor.

Raffi Disebut Kembali Mendapat Protes di Indonesia Youth Summit

Gelombang kritik terhadap Raffi juga disebut muncul saat dirinya menghadiri Indonesia Youth Summit 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Raffi dikabarkan mendapat aksi protes yang ditandai dengan simbol tiga jari dari sejumlah peserta.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa polemik kehadirannya di Bundaran HI belum sepenuhnya mereda.

Kritik tidak hanya berlangsung di ruang digital, tetapi juga mulai terlihat dalam kegiatan publik yang dihadirinya.

Meski demikian, bentuk dan konteks aksi tersebut perlu dilihat secara utuh. Simbol yang digunakan peserta tidak serta-merta dapat ditafsirkan memiliki satu makna tanpa keterangan dari pihak yang melakukan aksi.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Raffi Ahmad Klarifikasi Deklarasi Sumpah Pemuda, Bantah Terlibat Atur Acara
UMKM Indonesia Mulai Menembus Pasar Dunia, Produk Lokal Apa yang Berpeluang Diekspor?
Le Minerale Diboikot Usai Logo Muncul di Deklarasi Sumpah Pemuda, Ini Klarifikasinya
Pasar Terasi Asahan Makin Luas, Ekspor 2026 Capai Rp34 Miliar
Omzet Galeri UMKM Medan Tembus Rp 608 Juta, Baru 3 Bulan Beroperasi
Ekspor 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand Dilepas Menko Pangan