Kamis, 24 September 2026

Kecanduan Drakor dan Dracin? Ketahui Bahaya dan Dampak Psikologis Berikut Ini

Muchlis - Kamis, 30 April 2026 08:10 WIB
Kecanduan Drakor dan Dracin? Ketahui Bahaya dan Dampak Psikologis Berikut Ini
dampak nonton drakor
Topikseru.com, Jakarta - Fenomena drama Korea (drakor) dan drama China (dracin) semakin mendominasi industri hiburan digital di Indonesia. Keduanya tidak hanya menjadi tontonan populer, tetapi juga memengaruhi perilaku dan gaya hidup penontonnya. Data dari Databoks menunjukkan bahwa sekitar 51 persen masyarakat Indonesia mengaku rutin menonton drakor. Sementara itu, dracin mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama melalui format mikrodrama yang lebih singkat dan mudah diakses lewat ponsel. [irp posts="33878" ]

Drakor Masih Dominan, Dracin Tumbuh Pesat

Meski drakor masih memimpin dari segi jumlah penggemar setia, dracin dinilai memiliki potensi besar untuk menyalip popularitas tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Keunggulan dracin terletak pada inovasi format yang ringkas, sehingga cocok dengan kebiasaan konsumsi konten cepat di era digital. Hal ini membuat penonton lebih mudah “ketagihan” karena cerita disajikan dalam durasi pendek namun intens. Di sisi lain, pemerintah China bahkan telah menerapkan regulasi ketat terhadap konten dracin guna mencegah dampak negatif terhadap perilaku sosial masyarakat.

Dampak Kecanduan Drakor dan Dracin

Menurut jurnal ilmiah Nature, kecanduan tontonan digital seperti drakor dan dracin ditandai dengan perilaku menonton kompulsif yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu pola yang umum terjadi adalah binge watching, yaitu menonton beberapa episode sekaligus tanpa jeda. Penelitian yang dikutip dari Healthshots mengungkap sejumlah dampak, antara lain:
  • Manipulasi Dopamin

Otak memproduksi dopamin saat menikmati adegan dramatis, menciptakan rasa senang yang membuat penonton ingin terus mengulang pengalaman tersebut.
  • Penurunan Fungsi Kognitif

Kebiasaan menonton berlebihan, terutama hingga larut malam, dapat menurunkan daya ingat dan konsentrasi.
  • Perubahan Perilaku (Halu)

Paparan karakter ideal dapat memicu ilusi atau perbandingan tidak realistis dengan kehidupan nyata.

Ada Sisi Positif: Efek Terapeutik

Meski berpotensi adiktif, drakor dan dracin juga memiliki manfaat psikologis jika dikonsumsi secara bijak. Para ahli menyebut tontonan drama bisa menjadi sarana healing, membantu penonton memproses emosi, mengurangi stres, hingga memberikan validasi terhadap pengalaman hidup.

Tips Menonton Lebih Sehat

Agar tetap menikmati hiburan tanpa dampak negatif, berikut beberapa langkah yang disarankan:
  • Batasi durasi menonton, maksimal dua episode per hari
  • Matikan fitur auto-play untuk menghindari konsumsi berlebihan
  • Sisipkan aktivitas fisik ringan di sela waktu menonton
  • Jadikan menonton sebagai reward, bukan pelarian utama
Drakor dan dracin telah menjadi bagian dari gaya hidup digital masyarakat Indonesia. Jika dikonsumsi secara seimbang, keduanya bisa menjadi hiburan sekaligus terapi emosional. Namun, tanpa kontrol, kebiasaan ini berisiko memicu kecanduan yang berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Daftar 5 Rekomendasi Drama China Paling Populer Tayang di Bulan Agustus 2026
OJK Terima 14.380 Pengaduan mengenai Pinjaman Online Ilegal
Bocah Bunuh Ibu Kandung di Medan Dituntut 8 Bulan Pendampingan Psikologis
Daftar Aplikasi Nonton Drakor Gratis Terbaik 2026, Bisa Streaming Tanpa Bayar
Daftar 7 Drama China Terbaru 2026 Paling Seru dari Fantasi Sampai Menguras Emosional
Top 9 Drakor Rating Tertinggi Minggu Pertama Februari 2026: Ada Drakor Our Universe