Kamis, 24 September 2026

Cek Situasi di Mako Brimob Kwitang, Jenderal TNI Bintang 3 Ini Serap Aspirasi Massa Aksi

Muchlis - Sabtu, 30 Agustus 2025 13:00 WIB
Cek Situasi di Mako Brimob Kwitang, Jenderal TNI Bintang 3 Ini Serap Aspirasi Massa Aksi
Prajurit Kostrad
Topikseru.com - Situasi di kawasan Mako Brimob Kwitang, Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8), kembali menjadi sorotan setelah Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar turun langsung menemui massa aksi. Kehadiran perwira tinggi TNI itu dilakukan di sela kunjungannya ke Mako Brimob Kwitang, yang dua hari terakhir menjadi sasaran amarah demonstran. "Mereka cuma minta kawannya dibebaskan, tapi sudah kita bebaskan," kata Fadjar kepada awak media di depan markas Brimob. Namun, ia tidak merinci jumlah massa yang ditahan maupun dibebaskan, serta lokasi penahanan mereka.

Cek Kondisi Mako Brimob Kwitang

Selain berdialog dengan massa, Fadjar juga memeriksa kondisi pasukan Brimob yang masih berjaga ketat. "Ya lihat kondisi kawan-kawan Brimob. Sudah dua hari (demo), capek juga dia," ujarnya. Kendati demikian, situasi di kawasan Kwitang hingga Sabtu malam masih jauh dari kata kondusif. Barisan Brimob tetap bersiaga di depan markas, sementara sejumlah kelompok massa masih bertahan di ujung jalan menuju Pasar Senen.

Akar Demo: Tragedi Ojol Tewas Ditabrak Rantis Brimob

Gelombang aksi ini merupakan buntut dari tragedi tewasnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek daring, pada Kamis (28/8). Affan dilaporkan ditabrak kendaraan taktis atau rantis Brimob saat bentrokan massa dengan aparat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Menurut keterangan saksi, Affan yang tengah mencari penumpang terjebak di kerumunan demonstran sebelum akhirnya terlindas kendaraan taktis yang mencoba menerobos jalan. Peristiwa itu memicu kemarahan publik, berujung demonstrasi berhari-hari di Jakarta, termasuk serangan massa ke markas Brimob di Kwitang.

Fokus Pangkostrad: Redam Aksi, Jaga Kondusivitas

Fadjar menekankan bahwa fokusnya kini memastikan aksi berjalan tertib. Ia mengimbau agar massa menyampaikan aspirasi tanpa harus merusak fasilitas umum. "Kami ingin demonstrasi tetap bisa dilakukan, tapi dengan tertib," tegasnya. Namun, dengan situasi di lapangan yang masih panas, langkah-langkah aparat dalam menangani kasus Affan Kurniawan dipandang krusial. Publik menunggu kepastian hukum terhadap tujuh anggota Brimob yang telah ditetapkan tersangka terkait insiden maut Barracuda.
Sumber
:
Berita Terkait
Unjuk Rasa Medan 2025: Godams Tuntut DPR dan Presiden Terbitkan Perppu Ojek Online
Ada Desakan Ganti Kapolri, Pengamat IPI Minta Presiden Prabowo Perbaiki Polri
Korban Unjuk Rasa Ricuh Terima Santunan Rp 15 Juta, Mensos Gus Ipul: Langsung Diserahkan
DPR Respons Tuntutan 17+8 Rakyat: Dari Kasus Affan Kurniawan Hingga RUU Perampasan Aset
Mahasiswa USU Geruduk Markas Polda Sumut: Bentangkan Spanduk
Kasus Rantis Brimob Tabrak Ojol: Komandan Batalyon hingga Sopir Terancam PTDH