Rabu, 30 September 2026

Mentan Amran Sulaiman Gelontorkan Bantuan Pertanian Rp 801 Miliar untuk Sumut

Muchlis - Kamis, 16 Juli 2026 14:45 WIB
Mentan Amran Sulaiman Gelontorkan Bantuan Pertanian Rp 801 Miliar untuk Sumut
Mentan Andi Amran Sulaiman
Topikseru.com, Medan - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan bantuan sektor pertanian senilai Rp 801,025 miliar bagi Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) sepanjang 2026. Anggaran jumbo tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat transformasi sektor pertanian nasional. "Total bantuan pertanian ini berasal dari Bapak Presiden. Kami hanya menjalankan tugas untuk menyalurkan dukungan kepada sektor pertanian," ujar Amran saat memberikan kuliah umum bertema "Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan" di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Kamis.

Alokasi Bantuan Terbesar untuk Irigasi dan Tanaman Pangan

Dana sebesar Rp 801,025 miliar tersebut dibagi ke sejumlah subsektor strategis yang dinilai menjadi tulang punggung pembangunan pertanian Sumatera Utara (Sumut). Rinciannya meliputi:
  • Tanaman pangan: Rp 131,293 miliar
  • Hortikultura: Rp 48,762 miliar
  • Perkebunan: Rp 131,402 miliar
  • Peternakan: Rp 3,476 miliar
  • Prasarana dan sarana pertanian: Rp 3,476 miliar
  • Pengembangan lahan dan irigasi pertanian: Rp 346,113 miliar
Porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi lahan serta jaringan irigasi. Langkah ini dinilai penting guna menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim serta meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

Kakao, Kelapa hingga Kopi Masuk Prioritas

Pada sektor perkebunan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah komoditas unggulan Sumatera Utara. Anggaran sebesar Rp 131,402 miliar tersebut akan dimanfaatkan untuk:
  • Pengembangan kakao: Rp 46,501 miliar
  • Kelapa: Rp 9,518 miliar
  • Program pengembangan perkebunan: Rp 75,171 miliar
  • Kopi: Rp 211 juta
Investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas komoditas ekspor sekaligus memperkuat daya saing hasil perkebunan Indonesia di pasar internasional.

Kampus Didorong Jadi Pusat Inovasi Pertanian

Dalam kesempatan itu, Amran juga mengajak kalangan akademisi, dosen, dan mahasiswa agar mengambil peran lebih besar dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional melalui riset dan inovasi teknologi. Menurutnya, masa depan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada lahirnya berbagai inovasi yang berasal dari perguruan tinggi. "Menteri hanya sementara. Yang melanjutkan perjuangan bangsa ini adalah anak-anak muda. Kampus harus melahirkan penemuan-penemuan baru. Kalau Indonesia ingin semakin maju, harus ada lompatan inovasi," kata Andi Amran Sulaiman. Dia optimistis Universitas Sumatera Utara memiliki potensi menjadi salah satu pusat lahirnya inovator pertanian yang mampu menghasilkan teknologi baru untuk menjawab tantangan pangan nasional.

Hilirisasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Transformasi

Amran menilai pembangunan sektor pertanian membutuhkan sinergi tiga pihak, yakni pemerintah sebagai regulator, perguruan tinggi sebagai pusat riset, serta dunia usaha sebagai pelaksana di lapangan. Kolaborasi tersebut dinilai akan mempercepat hilirisasi hasil penelitian sehingga inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar diterapkan untuk meningkatkan produktivitas petani. "Kampus adalah sumber lahirnya SDM terbaik. Pemerintah menjadi regulator dan pengusaha sebagai eksekutor. Ketiganya harus berjalan bersama karena pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri," ujarnya. Dia juga membuka peluang kerja sama riset dengan perguruan tinggi, terutama dalam pengembangan varietas unggul, teknologi budidaya, hingga hilirisasi komoditas strategis seperti kedelai, kakao, kopi, dan tanaman pangan lainnya.

Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah

Program bantuan senilai lebih dari Rp 801 miliar tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi pertanian Sumatera Utara, tetapi juga memperluas kesempatan usaha bagi petani, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur pertanian, pengembangan komoditas unggulan, serta penguatan inovasi berbasis kampus, pemerintah menargetkan Sumatera Utara menjadi salah satu daerah penopang utama swasembada pangan Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Sumber
:
Berita Terkait
PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Tetap Lanjutkan Mediasi
Tito Pastikan TKDD Rp 735 Triliun Cukup, Daerah dengan PAD Lemah Jadi Perhatian
KPK Buka Peluang Tangani Dugaan Pungli Lapas, Ada Informasi Rp 250 Juta untuk Akses HP
Komisi XIII Tunggu Hasil Investigasi Lapas Cibinong, Indikasi Penyalahgunaan Wewenang Dibahas 5 Oktober
100 Peserta Ikut Pelatihan Barista SMK Go Global, Disiapkan Kerja ke Luar Negeri
Foto Jimmy Masrin Muncul di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Konfirmasi