Jumat, 16 Oktober 2026

Karhutla Gunung Bromo Tewaskan 4 Orang, 2 Korban Luka Bakar Dirujuk ke Surabaya

Muchlis - Kamis, 15 Oktober 2026 23:18 WIB
Karhutla Gunung Bromo Tewaskan 4 Orang, 2 Korban Luka Bakar Dirujuk ke Surabaya
Foto: Antara
Bupati Probolinggo Muhammad Haris (tengah) bersama Kapolres dan Dandim menggelar konferensi pers di RSUD Tongas, Kamis (15/10/2026) malam.

Topikseru.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menelan empat korban jiwa. Tragedi tersebut terjadi ketika tim pemadam berupaya mengendalikan api yang meluas, sementara perubahan arah angin membuat sebagian petugas terjebak.

Bupati Probolinggo Muhammad Haris menyampaikan, korban meninggal dunia terdiri dari tiga petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yakni Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony, serta Sefriel Ardiansyah, pekerja hotel di Artotel Bromo.

Tiga korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian saat berupaya memadamkan kebakaran. Sementara itu, satu korban lainnya meninggal dunia ketika dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas.

Baca Juga:

Informasi tersebut disampaikan Haris dalam konferensi pers di RSUD Tongas, Kamis malam.

"Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian saat memadamkan kebakaran dan satu korban meninggal saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas," kata Haris.

Selain empat korban meninggal dunia, dua orang lainnya, yakni Munawi dan Suraji, mengalami luka bakar serius. Keduanya dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, untuk memperoleh penanganan medis intensif.

Perubahan Arah Angin Membuat Enam Orang Terjebak

Menurut Haris, pada awalnya terdapat 12 orang yang melakukan pemadaman karhutla di kawasan Bromo dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP).

Namun, kondisi kebakaran yang semakin meluas membuat tim tersebut terpisah. Perubahan arah angin yang berlangsung cepat menyebabkan enam orang terjebak di tengah kebakaran.

Peristiwa ini memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi petugas ketika berupaya mengendalikan api di kawasan hutan dan pegunungan.

Perubahan arah angin dapat memengaruhi pergerakan api sekaligus membatasi jalur aman bagi personel yang berada di lapangan.

Meski pemadaman dilakukan sesuai prosedur, kondisi alam yang berubah cepat tetap menjadi tantangan serius dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Dua Korban Luka Bakar Mendapat Perawatan Intensif

Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan biaya pengobatan dua korban yang mengalami luka bakar serius akan ditanggung pemerintah daerah.

Haris mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNBTS untuk mendukung proses perawatan kedua korban yang dirujuk ke Surabaya.

"Mudah-mudahan kedua relawan tersebut dapat ditangani dengan baik dan kondisinya bisa membaik. Pengobatan sepenuhnya akan ditanggung Pemkab Probolinggo dan tentunya berkoordinasi dengan pihak TNBTS," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya penanganan terhadap korban yang selamat dari insiden kebakaran.

Pemerintah daerah berharap perawatan intensif dapat membantu memulihkan kondisi Munawi dan Suraji setelah mengalami luka bakar serius.

Karhutla Bromo Disebut Berulang, Tetapi Kali Ini Menelan Korban Jiwa

Haris mengatakan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bukan kejadian yang sepenuhnya baru. Menurut dia, karhutla di kawasan tersebut hampir terjadi setiap tahun.

Meski demikian, ia menyebut kebakaran sebelumnya belum pernah menimbulkan korban jiwa seperti insiden kali ini.

Atas kejadian tersebut, Haris menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan api.

"Atas nama pribadi dan Pemkab Probolinggo, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk relawan yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di Gunung Bromo," katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pengendalian api dan perlindungan kawasan, tetapi juga keselamatan personel yang berada di garis depan.

Keselamatan Petugas Menjadi Perhatian dalam Penanganan Karhutla

Haris menyebut penanganan kebakaran dilakukan dengan memperhatikan prosedur keselamatan. Ia juga mengatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah turun ke kawasan Bromo untuk memastikan penanganan karhutla berjalan dengan memprioritaskan keselamatan petugas.

Namun, insiden yang menewaskan empat orang menunjukkan bahwa risiko di lapangan tetap tinggi ketika api meluas dan arah angin berubah dengan cepat.

Dalam kondisi seperti itu, pemantauan pergerakan api, komunikasi antartim, penentuan jalur evakuasi, dan evaluasi kondisi lapangan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bagi petugas.

Tragedi Gunung Bromo kini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menyoroti tantangan besar dalam penanganan kebakaran di kawasan hutan dan pegunungan.

Empat orang kehilangan nyawa ketika berupaya memadamkan api, sementara dua korban lainnya masih membutuhkan perawatan intensif.

Keselamatan petugas menjadi perhatian penting agar upaya mengendalikan karhutla tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Kepala BNPB Kristomei Siap Evaluasi Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti
92 Laporan Karhutla Naik Penyidikan, Kapolri Mulai Periksa Korporasi
Letjen Kristomei Sianturi, Mantan Asops Kasdam I/Bukit Barisan Dilantik Prabowo Jadi Kepala BNPB
KPK Ungkap Alasan Sekretaris Utama BNPB Tak Jadi Tersangka OTT
KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Anggaran BNPB, Tenaga Ahli Diduga Dekati Vendor
KPK Sita Rp 3,3 Miliar dalam OTT BNPB, Aset Kripto Ikut Didalami