Senin, 02 November 2026

Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas dan 6 Luka-Luka

Muchlis - Senin, 02 November 2026 17:02 WIB
Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas dan 6 Luka-Luka
Foto: Antara
Polisi menangani kecelakaan truk molen yang menabrak halte di Jalan Cut Mutia, Bekasi, dan menyebabkan enam orang meninggal dunia.

Topikseru.com - Sebuah truk molen bermuatan adonan semen menabrak halte di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu (2/11/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Kecelakaan maut tersebut menyebabkan enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Belasan orang yang menjadi korban diketahui sedang menunggu bus di halte ketika truk tiba-tiba kehilangan kendali. Kendaraan berat itu sebelumnya melaju dari arah Universitas Muhammadiyah Indonesia menuju kawasan Rawa Panjang.

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, mengatakan pengemudi mengaku tidak mampu menghentikan kendaraan karena sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga:

"Pengemudi menerangkan bahwa dirinya sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan karena tidak dapat melakukan pengereman," kata Rojali di lokasi kejadian.

Truk Kehilangan Kendali Saat Melintasi Jalan Menurun

Berdasarkan keterangan awal pengemudi dan sejumlah saksi, kecelakaan bermula ketika truk molen melintasi jalan menurun di jembatan depan kampus BSI.

Dalam kondisi kendaraan sulit dikendalikan, pengemudi disebut sempat berusaha menghentikan laju truk dengan membenturkannya ke tembok gerbang kampus BSI.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Truk justru terus melaju hingga menghantam halte yang saat itu dipenuhi orang yang sedang menunggu transportasi umum.

Benturan keras tersebut mengakibatkan 12 orang menjadi korban, mulai dari laki-laki, perempuan, hingga anak-anak.

Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan sistem pengereman truk sebelum insiden terjadi.

Enam Korban Meninggal, Enam Lainnya Dilarikan ke Rumah Sakit

Iptu Rojali menyebut enam orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke dua rumah sakit di wilayah Bekasi.

Lima korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Kota Bekasi, sementara satu korban lainnya dievakuasi ke RS Siloam Rawa Panjang.

Adapun enam korban yang mengalami luka-luka mendapatkan penanganan medis di rumah sakit berbeda. Empat orang dirawat di RS Juwita dan dua lainnya dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang.

"Total korban ada 12 orang, terdiri atas perempuan, laki-laki, hingga anak-anak," ujar Rojali.

Jumlah korban tersebut masih menjadi perhatian dalam penanganan pascakejadian. Polisi juga perlu memastikan identitas dan kondisi seluruh korban melalui proses pendataan.

Sopir Truk Diamankan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Setelah kecelakaan terjadi, polisi mengamankan pengemudi truk molen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyelidikan dilakukan guna mengetahui rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan kendaraan berat tersebut tidak dapat dikendalikan.

Pengakuan pengemudi mengenai kegagalan pengereman menjadi salah satu informasi awal yang akan didalami penyidik. Namun, penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan keterangan tersebut.

Pemeriksaan terhadap kendaraan, termasuk kondisi sistem rem, diperlukan untuk mengungkap apakah insiden dipicu kerusakan teknis atau faktor lain.

Truk Tutupi Sebagian Jalan, Evakuasi Tunggu Derek

Selain menangani korban, petugas kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas karena posisi truk molen masih menutupi sebagian ruas Jalan Cut Mutia.

Polisi berkoordinasi dengan pengemudi dan perusahaan pemilik kendaraan untuk mendatangkan alat berat berupa mobil derek.

Selama proses evakuasi berlangsung, petugas berencana melakukan penutupan jalan guna menghindari risiko tambahan dan memberikan ruang bagi kendaraan derek untuk mengangkat truk.

Insiden ini menjadi perhatian serius karena terjadi di kawasan halte yang digunakan masyarakat untuk menunggu angkutan umum.

Penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap penyebab kecelakaan sekaligus memastikan pertanggungjawaban pihak terkait.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait