Kamis, 24 September 2026

Bulog Sumut Tambah Pasokan Beras SPHP Jadi 400 Ton per Hari, Antisipasi Kenaikan Harga Pangan

Muchlis - Senin, 22 Juni 2026 07:25 WIB
Bulog Sumut Tambah Pasokan Beras SPHP Jadi 400 Ton per Hari, Antisipasi Kenaikan Harga Pangan
Beras SPHP Bulog Sumut
Topikseru.com, Medan - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara meningkatkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga beras di tengah kenaikan harga gabah di tingkat petani. Pemimpin Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan volume penyaluran beras SPHP kini mencapai 400 ton per hari atau meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang berada di angka 250 ton per hari. "Kami fokus menambah distribusi beras SPHP ke mitra yang ada di pasar tradisional. Penyaluran saat ini mencapai 400 ton per hari sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat," ujar Budi di Medan, Minggu (21/6/2026).

Harga Gabah Naik, Bulog Perkuat Distribusi Beras SPHP

Menurut Budi, peningkatan distribusi dilakukan menyusul berakhirnya masa panen di sejumlah daerah di Sumatera Utara yang memicu kenaikan harga gabah di tingkat petani. Saat ini, harga gabah di beberapa wilayah disebut telah mencapai Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga beras di tingkat konsumen jika tidak diantisipasi sejak dini. Bulog Sumut pun memperkuat distribusi beras SPHP ke pasar-pasar tradisional agar stok tetap tersedia dan harga tetap terkendali. "Risiko kenaikan harga gabah tentu bisa berdampak terhadap harga beras di pasar. Karena itu kami melakukan peningkatan penyaluran SPHP untuk membantu pengendalian harga pangan," kata Budi.

Harga Beras SPHP Tetap Mengacu HET

Bulog memastikan penyaluran beras SPHP tetap mengacu pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 13.100 per kilogram. Program SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama saat terjadi tekanan harga pangan di pasar. Budi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan karena pasokan beras dipastikan tersedia secara bertahap melalui jaringan pengecer resmi dan pasar tradisional. "Kami mengimbau masyarakat tidak membeli secara berlebihan karena stok beras SPHP terus kami distribusikan secara bertahap," ujarnya.

Stok Beras Bulog Sumut Tembus 56.750 Ton

Selain memperkuat distribusi harian, Bulog Sumut memastikan cadangan beras pemerintah di gudang dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Sumut mencapai 56.750 ton. Persediaan tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk program bantuan pangan maupun distribusi beras SPHP. Ketersediaan stok yang besar diharapkan mampu menjaga stabilitas harga beras di Sumatera Utara, terutama menjelang potensi peningkatan konsumsi masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.

Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas Harga Pangan

Langkah Bulog meningkatkan penyaluran SPHP menjadi sinyal bahwa pemerintah terus memperkuat intervensi pasar guna mengendalikan inflasi pangan, khususnya komoditas beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Penguatan distribusi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga di tengah dinamika produksi pertanian pascapanen. Dengan tambahan pasokan tersebut, pemerintah berharap harga beras di pasar tradisional tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
Bulog Sumut Terima 4.434 Ton Beras dari Jawa Timur
Bulog Sumut Tambah 4.400 Ton Beras, Stok Tembus 41.735 Ton
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir