Rabu, 23 September 2026

Bobby Nasution Ungkap Penyebab Antrean BBM di Sumut, Bukan Kelangkaan tapi Krisis Sopir Tangki Pertamina

Muchlis - Selasa, 14 Juli 2026 20:34 WIB
Bobby Nasution Ungkap Penyebab Antrean BBM di Sumut, Bukan Kelangkaan tapi Krisis Sopir Tangki Pertamina
korban keracunan MBG Karo dirujuk ke RSCM
Topikseru.com, Medan - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution akhirnya angkat bicara terkait antrean BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara (Sumut). Menurut Bobby, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM), melainkan terganggunya distribusi akibat keterbatasan pengemudi mobil tangki milik Pertamina. Pernyataan itu disampaikan Bobby setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan koordinasi langsung dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut guna memastikan penyebab antrean yang dalam beberapa hari terakhir memicu keresahan masyarakat. "Hasil koordinasi kami dengan Pertamina, persoalannya bukan karena stok BBM habis. Yang menjadi kendala saat ini adalah keterbatasan sopir mobil tangki sehingga distribusi ke SPBU tidak berjalan maksimal," kata Bobby kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Distribusi Terganggu, Pemprov Libatkan TNI dan Polri

Bobby menjelaskan hambatan distribusi membuat sejumlah truk pengangkut BBM tidak dapat beroperasi sesuai jadwal. Untuk mempercepat normalisasi pasokan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggandeng TNI dan Polri guna membantu operasional distribusi sementara. Menurutnya, bantuan tersebut mencakup penyediaan personel yang dapat mendukung kelancaran pengiriman BBM sekaligus pengamanan distribusi menuju SPBU. "Kami sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Pertamina. Malam ini personel mulai disiagakan untuk membantu percepatan distribusi sambil menunggu proses rekrutmen pengemudi oleh Pertamina selesai," ujarnya. Ia menambahkan jumlah personel yang akan diterjunkan masih disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan hasil koordinasi bersama Pertamina.

Persoalan Internal Pertamina

Meski pemerintah daerah turun tangan membantu percepatan distribusi, Bobby menegaskan persoalan kekurangan pengemudi merupakan bagian dari mekanisme internal perusahaan. Karena itu, ia meminta Pertamina lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat apabila terdapat kendala operasional yang berpotensi mengganggu pelayanan publik. "Kalau memang ada persoalan internal seperti kekurangan sopir, sebaiknya disampaikan sejak awal. Jangan sampai masyarakat baru mengetahui setelah antrean panjang terjadi di SPBU," katanya. Menurut Bobby, keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak memicu spekulasi mengenai ketersediaan BBM di Sumatera Utara.

Pertamina Sebelumnya Tambah Armada Distribusi

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran distribusi BBM. Perusahaan menambah 15 unit mobil tangki dan 30 awak mobil tangki (AMT) guna mempercepat pengiriman dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di berbagai wilayah Sumatera Utara. Pertamina juga menyebut peningkatan konsumsi BBM selama masa libur sekolah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebutuhan distribusi meningkat di sejumlah daerah. Selain itu, perusahaan mengaku terus memantau stok di fuel terminal maupun SPBU agar pasokan tetap terjaga. Meski demikian, antrean kendaraan masih terlihat di beberapa SPBU dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena berdampak terhadap aktivitas harian, sektor transportasi, hingga distribusi logistik.

Pemprov Pastikan Pasokan Segera Normal

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap sinergi antara Pertamina, TNI, Polri, dan pemerintah daerah mampu mempercepat pemulihan distribusi sehingga antrean di SPBU dapat segera terurai. Bobby juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying karena berdasarkan informasi yang diterima pemerintah, stok BBM di Sumatera Utara masih tersedia dan persoalan utama berada pada sisi distribusi.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
Polrestabes Medan Buru Pemasok Vape Narkoba Jaringan DJ Kamboja
PUD Pasar Kota Medan Bidik Pasar Petisah Jadi Ikon Kuliner Kota Medan
PSMS Medan Menggila di Kandang, Persiku Kudus Dihantam 6-0
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
PSMS Medan vs Persiku Kudus: Tiga Poin Jadi Target di Kandang Perdana