Topikseru.com,
Medan - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memperkuat pasokan bahan baku pakan ternak dengan menyalurkan 930 ton jagung pipil melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Jagung tersebut diperuntukkan bagi peternak ayam petelur, terutama untuk menjaga kelancaran produksi sekaligus meredam tekanan harga telur di pasar.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan realisasi penyaluran hingga 27 Agustus 2026 baru mencapai 36,3 persen dari target terbaru.
"Total target penyaluran jagung SPHP 2.538 ton itu bertambah dari sebelumnya 1.116 ton sampai Desember 2026," kata Budi di Medan, Jumat (28/8/2026).
Target Jagung SPHP Sumut Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
Bulog Sumut sebelumnya menetapkan target penyaluran jagung SPHP sebesar 1.116 ton. Namun, kebutuhan peternak membuat alokasi tersebut diperbesar menjadi 2.538 ton.
Artinya, terdapat tambahan kuota lebih dari 1.400 ton yang disiapkan untuk menjaga pasokan jagung bagi pelaku usaha peternakan.
Penambahan tersebut dilakukan setelah Bulog menerima permintaan dari dinas peternakan daerah. Sejumlah wilayah yang masuk dalam perluasan alokasi antara lain Pulau Nias, Pematangsiantar, Binjai, dan Serdang Bedagai.
Tak hanya ayam petelur, Bulog juga menyiapkan penyaluran jagung SPHP untuk peternak babi.
"Selain penambahan kepada peternak ayam petelur, ke depan kami juga menyalurkan untuk peternak babi di Pematangsiantar dan Nias, jumlahnya sekitar 60 ton," ujar Budi.
Harga Jagung SPHP Dipatok Rp 5.000 per Kg
Salah satu daya tarik program ini berada pada harga jual jagung yang lebih terjangkau bagi peternak.
Bulog Sumut menetapkan harga jagung SPHP sebesar Rp5.000 per kilogram untuk peternak ayam petelur.
Budi mengimbau peternak, khususnya skala kecil dan menengah, segera memanfaatkan pasokan tersebut ketika persediaan pakan mulai menipis.
"Jika stok pakan ayam petelur habis agar segera mengambil jagung SPHP yang ada di gudang Bulog dengan harga Rp 5.000 per kilogram," katanya.
Sebelumnya, penyaluran jagung SPHP difokuskan kepada peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah yang berada di Deli Serdang, Langkat, dan Binjai.
Perluasan distribusi diharapkan dapat membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terkendali.
Stok Bulog Sumut Bertambah, Penyerapan Capai 4.774 Ton
Di sisi lain, Bulog Sumut terus mengamankan pasokan dengan menyerap jagung langsung dari petani di berbagai daerah.
Hingga saat ini, realisasi penyerapan jagung Bulog Sumut mencapai 4.774 ton. Jumlah tersebut masih berpotensi meningkat pada September 2026 seiring masuknya sejumlah wilayah ke musim panen.
Beberapa daerah yang diperkirakan memasuki masa panen jagung antara lain Labuhanbatu, Karo, dan Dairi.
Momentum panen tersebut menjadi kesempatan bagi Bulog untuk memperbesar stok jagung di gudang sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak.
Untuk mempercepat penyerapan, Bulog Sumut memperkuat koordinasi dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), Polri, serta pemerintah daerah.
Bulog Beli Jagung Petani Rp 5.500 per Kg
Dalam pengadaan jagung dalam negeri, Bulog menetapkan harga pembelian sebesar Rp 5.500 per kilogram di tingkat petani.
Namun, harga tersebut berlaku dengan persyaratan mutu tertentu. Jagung yang diserap harus memiliki kadar air sekitar 18-20 persen serta kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Skema tersebut membuat program jagung SPHP memiliki dua sisi. Di tingkat hulu, Bulog berupaya memberikan kepastian penyerapan kepada petani. Sementara di sisi hilir, jagung disalurkan kepada peternak dengan harga yang telah ditetapkan.
Dengan stok yang terus dikejar dan target penyaluran yang telah diperbesar, Bulog Sumut berharap pasokan jagung untuk peternak tetap aman. Stabilitas bahan baku pakan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produksi telur dan menghindari gejolak harga di tingkat konsumen.
Berita Terkait