Topikseru.com,
Medan - China menjadi pasar terbesar bagi produk asal Sumatera Utara sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai ekspor Sumut ke Negeri Tirai Bambu tersebut mencapai US$1,33 miliar, menunjukkan besarnya peran pasar Asia dalam menopang perdagangan luar negeri provinsi ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat ekspor ke China mencapai US$1.325,05 juta atau sekitar 16,70 persen dari total ekspor Sumut selama tujuh bulan pertama 2026.
Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra mengatakan posisi China sebagai negara tujuan ekspor terbesar diikuti Amerika Serikat dan India.
"China tujuan barang ekspor terbesar Sumut dengan nilai 1.325,05 juta dolar AS atau 16,70 persen dari total ekspor," ujar Asim di Medan, Rabu (2/9/2026).
Tiga Negara Serap 38 Persen Ekspor Sumut
Di bawah China, Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar kedua Sumatera Utara dengan nilai US$1.117,68 juta atau 14,09 persen.
Sementara itu, India berada di posisi ketiga dengan nilai ekspor sebesar US$578,41 juta, setara 7,29 persen.
Jika digabungkan, tiga negara tersebut menyerap 38,08 persen dari total ekspor Sumatera Utara hingga Juli 2026.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekspor Sumut masih memiliki pasar utama yang cukup terkonsentrasi. China dan Amerika Serikat secara bersamaan menyumbang lebih dari 30 persen ekspor provinsi tersebut.
Lemak dan Minyak Jadi Andalan Ekspor Sumut
Dari sisi komoditas, produk berbasis lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar ekspor Sumatera Utara.
Nilai ekspor kelompok komoditas tersebut mencapai US$3.075,80 juta atau 38,77 persen dari total ekspor Januari-Juli 2026.
Posisi berikutnya ditempati produk kimia dengan nilai US$1.297,54 juta, yang memberikan kontribusi 16,36 persen.
Artinya, dua kelompok komoditas tersebut saja menyumbang lebih dari separuh nilai ekspor Sumatera Utara dalam periode tersebut.
Struktur ekspor ini menunjukkan kuatnya peran industri pengolahan dan komoditas berbasis sumber daya dalam perdagangan luar negeri Sumut.
Industri Mendominasi Ekspor Sumatera Utara
BPS juga mencatat sektor industri masih menjadi tulang punggung ekspor Sumatera Utara.
Sepanjang Januari-Juli 2026, kontribusi sektor industri mencapai 93,14 persen dari total nilai ekspor.
Sementara sektor pertanian menyumbang 6,84 persen.
Dominasi sektor industri tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekspor Sumut tidak hanya bertumpu pada produk pertanian mentah, tetapi juga produk yang telah melalui proses pengolahan.
Kinerja tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat struktur ekonomi Sumatera Utara yang semakin bergantung pada aktivitas industri berorientasi ekspor.
Neraca Perdagangan Sumut Makin Lebar
Di tengah tingginya ekspor, neraca perdagangan Sumatera Utara juga mencatat surplus.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Sumut pada Januari-Juli 2026 mencapai US$4.412,94 juta.
Angka tersebut meningkat 12,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi ini memperlihatkan perdagangan luar negeri Sumatera Utara masih berada dalam tren positif hingga tujuh bulan pertama tahun ini.
Sebelumnya, BPS juga mencatat nilai ekspor Sumut pada Januari-Juni 2026 telah mencapai US$6.532,55 juta atau tumbuh 12,21 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Dengan China sebagai pasar terbesar dan komoditas lemak serta minyak sebagai kontributor utama, perkembangan perdagangan Sumatera Utara hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa pasar ekspor masih menjadi salah satu penopang penting perekonomian daerah.
Berita Terkait