Topikseru.com - Banjir yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), melumpuhkan aktivitas harian ratusan warga. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumatera Utara mencatat sedikitnya 733 jiwa dari 161 Kepala Keluarga (KK) kini merasakan dampak langsung dari peristiwa alam tersebut.
Wilayah terparah yang dihantam banjir Deli Serdang Percut Sei Tuan ini terkonsentrasi di tiga titik pemukiman, yakni Dusun IV, Dusun V, dan Dusun VI di Desa Tanjung Rejo.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengonfirmasi bahwa genangan air telah merendam kawasan tersebut sejak Selasa (8/9/2026).
Fasilitas Sekolah Terendam Air
Selain merendam tempat tinggal warga, luapan air juga memapar sektor fasilitas publik di desa tersebut. Data BPBD mencatat setidaknya dua unit fasilitas umum, termasuk satu bangunan sekolah dasar (SD), ikut terdampak genangan air sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Kendati merendam puluhan pemukiman serta fasilitas pendidikan, pihak berwenang memastikan belum ada warga yang dievakuasi ke posko pengungsian darurat.
"Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops Sumut, korban pengungsi, korban luka-luka maupun korban jiwa akibat peristiwa ini dinyatakan nihil," terang Sri Wahyuni di Medan, Kamis (10/9/2026).
Penanganan dan Pemantauan Intensif
Guna mengantisipasi potensi genangan yang makin tinggi, jajaran BPBD Kabupaten Deli Serdang bersama instansi lintas sektor telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen kaji cepat serta pendataan kebutuhan mendesak masyarakat.
Pihak BPBD Provinsi Sumatera Utara juga terus membangun koordinasi aktif dengan petugas lapangan guna memastikan proses penanganan bencana berjalan sigap.
Hingga saat ini, kondisi di banjir Desa Tanjung Rejo, Deli Serdang masih berada dalam pemantauan ketat tim gabungan untuk memastikan keselamatan warga sekitar.
Berita Terkait