Dari enam unit yang pernah menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian Sumatera Utara, kini hanya BB3027001 yang masih aktif berdinas di wilayah KAI Divre I Sumut.
Tugasnya pun sudah berbeda dibandingkan masa kejayaannya.
Baca Juga:
BB3027001 kini digunakan untuk dinas langsir, yakni membantu aktivitas pemindahan atau penyusunan rangkaian kereta di area stasiun.
Meski tidak lagi menjalankan tugas perjalanan jarak jauh seperti pada masa sebelumnya, keberadaannya tetap menjadi bagian dari aktivitas operasional KAI Divre I Sumatera Utara.
Kondisi tersebut membuat BB3027001 berada pada posisi unik: sebuah lokomotif berusia puluhan tahun yang masih memiliki fungsi operasional sekaligus nilai sejarah.
Lokomotif tersebut tampil dengan livery vintage berwarna kuning-hijau, yang mengingatkan pada era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
Tampilan tersebut memberikan karakter berbeda dibandingkan lokomotif modern yang kini digunakan untuk mendukung layanan perkeretaapian.
Bagi penggemar kereta api, keberadaan BB3027001 bukan hanya tentang mesin diesel tua yang masih bergerak. Lokomotif ini juga menjadi salah satu bagian visual dari perjalanan panjang sejarah kereta api Indonesia.
Anwar mengatakan lokomotif tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang modernisasi perkeretaapian di Sumatera Utara.
"Hadirnya BB302 yang kini bertugas untuk dinas langsir menjadi pengingat perjalanan panjang modernisasi perkeretaapian di Sumatera Utara. KAI berkomitmen menjaga dan merawat sarana bersejarah ini sebagai bagian dari pelestarian warisan perkeretaapian Indonesia yang tetap memberikan nilai tambah bagi operasional hingga saat ini," kata Anwar.
Di tengah jaringan kereta api Sumatera Utara yang terus berkembang, keberadaan BB3027001 memperlihatkan sisi lain dari perjalanan industri perkeretaapian: teknologi boleh berubah, tetapi sebagian peninggalan masa lalu masih dapat bertahan dan menjalankan fungsi hingga hari ini.
KAI sendiri terus memperkuat layanan dan perawatan sarana di Sumatera Utara. Pada Semester I 2026, KAI Divre I Sumut melayani lebih dari 1,39 juta pelanggan, sementara Balai Yasa Pulubrayan terus menjalankan program perawatan sarana untuk menjaga keandalan operasional.