Topikseru.com - Persaingan smartphone flagship gaming di Indonesia kembali memanas. POCO F9 Series resmi masuk pasar Tanah Air dengan membawa dua model sekaligus, yakni POCO F9 Pro dan POCO F9 Ultra.
POCO menempatkan kedua perangkat tersebut di segmen premium dengan perbedaan harga yang relatif tipis. POCO F9 Pro memiliki harga normal Rp 12.499.000, sedangkan POCO F9 Ultra dibanderol Rp 13.999.000.
Namun, pada periode penjualan perdana, harga keduanya turun cukup signifikan. POCO F9 Pro bisa diperoleh mulai Rp 10.499.000, sementara POCO F9 Ultra mulai Rp 12.499.000.
Baca Juga:
Strategi tersebut membuat harga POCO F9 Series menjadi salah satu daya tarik utama di tengah persaingan smartphone kelas flagship.
POCO justru ingin membangun standar tersendiri untuk perangkat yang menyasar pengguna dengan kebutuhan performa tinggi, terutama gamer.
"Lewat POCO F9 Series, kami nggak cuma mengikuti standar flagship yang ada. Kami justru jadi yang mendefinisikan ulang seperti apa harusnya True Flagship yang sesungguhnya untuk gamer kalcer hari ini," kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10).
Pernyataan tersebut sejalan dengan konfigurasi perangkat yang mengandalkan chipset kelas atas, layar dengan refresh rate tinggi, sistem pendingin, serta fitur grafis yang dirancang untuk gaming.
Perangkat ini menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 V Series dengan fabrikasi 3 nanometer dan CPU Qualcomm Oryon generasi ketiga.
Chip tersebut dipadukan dengan VisionBoost D8 yang berfungsi membantu pengolahan grafis dan frame rate pada skenario tertentu.
POCO juga membekali F9 Pro dengan konfigurasi RAM 12GB dan penyimpanan 512GB.
Dari sisi layar, smartphone ini membawa panel AMOLED 6,59 inci dengan refresh rate hingga 185Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 10.000 nits dalam kondisi pengujian tertentu.
Untuk gamer, refresh rate tinggi menjadi salah satu bagian penting karena memungkinkan tampilan gerakan lebih mulus, meski frame rate aktual tetap bergantung pada game, pengaturan grafis, software, dan kondisi perangkat.
Sektor kamera belakang menggunakan kamera utama 200MP dengan OIS, kamera telefoto 50MP dengan OIS dan kemampuan telemakro, serta kamera ultra-wide 8MP.
Sementara kamera depannya memiliki resolusi 32MP dan mendukung perekaman video hingga 4K 30fps. Kamera belakang juga mendukung perekaman 4K 30fps.
Kombinasi kamera tersebut menunjukkan POCO mencoba menempatkan F9 Pro bukan hanya sebagai perangkat gaming, tetapi juga sebagai smartphone flagship untuk fotografi dan penggunaan harian.
Pengisian cepat HyperCharge mendukung daya hingga 100W melalui kabel dan 50W secara nirkabel. Ponsel ini juga mempunyai kemampuan reverse charging hingga 27W melalui kabel dan 22,5W secara nirkabel.
POCO turut memberikan perlindungan IP68 terhadap debu dan air.
Dengan kombinasi baterai besar dan pengisian cepat, perangkat ini menyasar pengguna yang membutuhkan daya tahan untuk aktivitas berat sekaligus tidak ingin terlalu lama terhubung dengan charger.
Perangkat ini menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan VisionBoost D8. Konfigurasinya juga lebih besar dengan RAM 16GB dan penyimpanan 512GB.
Layarnya berukuran 6,9 inci dengan panel AMOLED, resolusi 2608 x 1200 piksel, serta refresh rate hingga 185Hz.
POCO mengklaim tingkat kecerahan puncak layar dapat mencapai 10.000 nits pada area tertentu dalam pengujian.
POCO F9 Ultra menggunakan kamera utama 200MP dengan OIS, kamera telefoto periskop 50MP dengan kemampuan optical zoom 5x, serta kamera ultra-wide 50MP.
Untuk perekaman video, perangkat ini mampu merekam hingga 8K 30fps, sementara kamera depannya menggunakan sensor 32MP dan mendukung video 4K 30fps.
Konfigurasi tersebut membuat F9 Ultra memiliki kemampuan fotografi yang lebih lengkap dibandingkan F9 Pro, khususnya untuk pengambilan gambar jarak jauh.
POCO F9 Ultra menggunakan baterai 8.050 mAh, lebih besar dibandingkan kapasitas 6.330 mAh milik F9 Pro.
Pengisian HyperCharge mendukung 100W melalui kabel dan 50W secara nirkabel. Perangkat juga mendukung reverse charging hingga 27W melalui kabel dan 22,5W secara nirkabel.
POCO mengklaim kapasitas tersebut dapat memberikan daya tahan hingga dua hari dalam skenario tertentu, meski penggunaan aktual tentu bergantung pada pola pemakaian.
VisionBoost D8 dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas grafis dan melakukan interpolasi frame pada game tertentu. F9 Ultra bahkan mendukung pengalaman hingga 185FPS pada skenario yang kompatibel.
F9 Pro juga membawa sistem pendinginan POCO 3D IceLoop untuk membantu menjaga temperatur perangkat ketika digunakan menjalankan beban berat.
Kedua model juga menggunakan layar dengan refresh rate hingga 185Hz.
Artinya, POCO tidak hanya menjual angka chipset, tetapi mencoba membangun ekosistem performa yang mencakup layar, pendinginan, baterai, dan pemrosesan grafis.
Namun, pada periode 6-15 Oktober 2026, POCO menawarkan harga khusus Rp 10.499.000 melalui Shopee.
Selanjutnya pada periode 16-25 Oktober 2026, ketersediaan diperluas melalui mi.com, Tokopedia, TikTok Shop, dan Shopee dengan harga Rp 12.099.000.
POCO F9 Pro tersedia dalam pilihan warna White, Aurora Green, dan Black. Informasi spesifikasi resmi POCO juga mencantumkan ketiga pilihan warna tersebut untuk pasar Indonesia.
Pada periode 6-15 Oktober 2026, perangkat ini dijual eksklusif melalui Tokopedia dan TikTok Shop dengan harga Rp 12.499.000.
Setelah periode tersebut, mulai 16-25 Oktober 2026, penjualan diperluas melalui mi.com, Tokopedia, TikTok Shop, dan Shopee dengan harga Rp 13.699.000.
POCO F9 Ultra tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Dark Cherry dan Black.
F9 Pro menawarkan kombinasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 V Series, layar 185Hz, kamera 200MP, baterai 6.330 mAh dan RAM 12GB.
Sementara F9 Ultra membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 16GB, layar 185Hz, kamera 200MP dengan telefoto periskop 5x, serta baterai jumbo 8.050 mAh.
Dengan selisih harga normal Rp 1,5 juta, POCO membuat konsumen memiliki dua pilihan dalam satu keluarga produk: F9 Pro untuk mengejar performa flagship dengan harga lebih rendah, sedangkan F9 Ultra menawarkan konfigurasi yang lebih tinggi untuk pengguna yang menginginkan spesifikasi maksimal.
Keduanya sekaligus menjadi amunisi baru POCO untuk merebut perhatian pasar smartphone premium dan gaming di Indonesia menjelang akhir 2026.